Ustadzfaqih • Apr 16 2026 • 15 Dilihat

Keutamaan Ilmu dalam Perspektif Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya orang yang berilmu itu dimintakan ampun oleh seluruh makhluk di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan di lautan. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.”
Makna Sufistik:
Ilmu bukan sekadar pengetahuan, tetapi jalan ruhani menuju Allah.
Setiap langkah menuju majelis ilmu sejatinya adalah langkah menuju surga.
Bahkan seluruh makhluk:
semuanya mendoakan ahli ilmu. Ini menunjukkan bahwa ilmu membawa rahmat bagi semesta.
Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abu Dzar:
“Pergimu di pagi hari untuk mempelajari satu bab dari Kitab Allah lebih baik daripada shalat seratus rakaat. Dan mempelajari satu bab ilmu, baik diamalkan atau tidak, lebih baik daripada shalat seribu rakaat.”
Makna:
Ini bukan merendahkan shalat, tetapi menegaskan bahwa:
Ilmu adalah penuntun amal
Tanpa ilmu, ibadah bisa salah arah
Dalam tasawuf, dikatakan:
“Amal tanpa ilmu adalah kesesatan, ilmu tanpa amal adalah kehampaan.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa mempelajari satu bab ilmu untuk diajarkan kepada orang lain, maka ia diberi pahala seperti tujuh puluh nabi.”
Hikmah:
Mengajar bukan sekadar transfer ilmu, tetapi:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa duduk bersama orang alim dua jam, atau makan bersamanya dua suapan, atau mendengar dua kalimat darinya, maka Allah akan memberinya dua surga.”
Makna Ruhani:
Kedekatan dengan orang alim bukan fisik semata, tetapi:
Dalam tasawuf:
Satu kalimat dari orang alim bisa menghidupkan hati yang mati
Dalam riwayat disebutkan:
“Ulama adalah pelita umat di dunia dan akhirat. Beruntung orang yang mengenal mereka, dan celaka orang yang membenci mereka.”
Makna:
Ulama sejati adalah:
Ibnu Abbas r.a. berkata:
“Para ulama memiliki 700 derajat di atas orang beriman biasa, dan jarak antar derajat sejauh 500 tahun perjalanan.”
Makna:
Ilmu mengangkat manusia:
Para ulama menjelaskan:
Renungan:
Ilmu adalah arah
Amal adalah langkah
Tanpa arah, langkah akan tersesat.
Disebutkan:
Nabi Sulaiman a.s. diberi pilihan antara ilmu dan kerajaan, lalu ia memilih ilmu. Maka Allah memberinya ilmu sekaligus kerajaan.
Hikmah:
Siapa memilih ilmu, dunia akan mengikutinya
Siapa mengejar dunia, belum tentu mendapat ilmu
Para ulama hikmah mengatakan:
Makna:
Ilmu sejati akan melahirkan:
Penutup: Jalan Ilmu adalah Jalan Ma’rifat
Wahai penempuh jalan Allah…
Ilmu bukan sekadar hafalan, tetapi:
Dalam perspektif sufistik:
Ilmu yang sejati adalah yang menuntunmu mengenal Allah, bukan sekadar membuatmu dikenal manusia.
Maka:
Karena pada akhirnya…
Ilmu adalah cahaya, dan cahaya itu akan menuntunmu pulang kepada-Nya.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
ISTIQOMAHKAN DIRI, RAIH KEBAHAGIAAN HAKIKI. Dalam perjalanan hidup yang penuh liku, manusia sering k...
Stres Tidak Selalu Musuh: Jalan Sunyi Menuju Kekuatan Iman dan Kematangan Ruhani. Pernyataan Cath...
Al-Qur’an: Jalan Lurus yang Menyelamatkan Jiwa dan Peradaban Tadabbur QS. Al-Isra’ Ayat 9–10 &...
Kartini dan Para Perempuan Pejuang: Membaca Sejarah dengan Hati yang Adil dan Nurani yang Jernih. Se...
Shalat: Pelabuhan Jiwa di Tengah Badai Kehidupan. Dalam perjalanan hidup, manusia tidak akan lepas d...
Integrasi Syariat, Tarekat, dan Hakikat: Jalan Utuh Menuju Kedewasaan Spiritual di Era Modern. Di te...
No comments yet.