Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Akademik
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Keutamaan Ilmu dalam Perspektif Hadits Nabi Muhammad SAW.

    Apr 16 202615 Dilihat

    Keutamaan Ilmu dalam Perspektif Hadis Nabi ﷺ

     

    1. Jalan Ilmu adalah Jalan Menuju Surga

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya orang yang berilmu itu dimintakan ampun oleh seluruh makhluk di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan di lautan. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi.”

    Makna Sufistik:

    Ilmu bukan sekadar pengetahuan, tetapi jalan ruhani menuju Allah.
    Setiap langkah menuju majelis ilmu sejatinya adalah langkah menuju surga.

    Bahkan seluruh makhluk:

    • Malaikat di langit
    • Makhluk di bumi
    • Hingga ikan di lautan

    semuanya mendoakan ahli ilmu. Ini menunjukkan bahwa ilmu membawa rahmat bagi semesta.

     

    1. Ilmu Lebih Utama dari Ibadah Sunnah yang Banyak

    Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abu Dzar:

    “Pergimu di pagi hari untuk mempelajari satu bab dari Kitab Allah lebih baik daripada shalat seratus rakaat. Dan mempelajari satu bab ilmu, baik diamalkan atau tidak, lebih baik daripada shalat seribu rakaat.”

    Makna:

    Ini bukan merendahkan shalat, tetapi menegaskan bahwa:

    Ilmu adalah penuntun amal
    Tanpa ilmu, ibadah bisa salah arah

    Dalam tasawuf, dikatakan:

    “Amal tanpa ilmu adalah kesesatan, ilmu tanpa amal adalah kehampaan.”

     

    1. Mengajarkan Ilmu = Pahala Besar

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barangsiapa mempelajari satu bab ilmu untuk diajarkan kepada orang lain, maka ia diberi pahala seperti tujuh puluh nabi.”

    Hikmah:

    Mengajar bukan sekadar transfer ilmu, tetapi:

    • Menyambung warisan kenabian
    • Menghidupkan hati manusia
    • Menjadi sebab hidayah orang lain

     

    1. Duduk Bersama Ulama Mendatangkan Surga

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Barangsiapa duduk bersama orang alim dua jam, atau makan bersamanya dua suapan, atau mendengar dua kalimat darinya, maka Allah akan memberinya dua surga.”

    Makna Ruhani:

    Kedekatan dengan orang alim bukan fisik semata, tetapi:

    • Menyerap cahaya hikmah
    • Menenangkan hati
    • Menghidupkan jiwa

    Dalam tasawuf:
    Satu kalimat dari orang alim bisa menghidupkan hati yang mati

     

    1. Ulama adalah Cahaya Umat

    Dalam riwayat disebutkan:

    “Ulama adalah pelita umat di dunia dan akhirat. Beruntung orang yang mengenal mereka, dan celaka orang yang membenci mereka.”

    Makna:

    Ulama sejati adalah:

    • Cahaya dalam kegelapan
    • Penunjuk jalan di zaman fitnah
    • Penjaga warisan Nabi ﷺ

     

    1. Majelis Ilmu Mengangkat Derajat Manusia

    Ibnu Abbas r.a. berkata:

    “Para ulama memiliki 700 derajat di atas orang beriman biasa, dan jarak antar derajat sejauh 500 tahun perjalanan.”

    Makna:

    Ilmu mengangkat manusia:

    • Dari kebodohan ke cahaya
    • Dari dunia ke akhirat
    • Dari nafsu ke ma’rifat

     

    1. Ilmu Lebih Utama daripada Amal (Dalam Makna Tertentu)

    Para ulama menjelaskan:

    1. Ilmu tanpa amal masih bisa memberi manfaat
    2. Amal tanpa ilmu tidak bernilai
    3. Ilmu adalah cahaya, amal adalah gerak
    4. Ilmu adalah sifat para nabi
    5. Ilmu adalah sifat Allah (Al-‘Alim), sedangkan amal adalah sifat hamba

    Renungan:

    Ilmu adalah arah
    Amal adalah langkah

    Tanpa arah, langkah akan tersesat.

     

    1. Kisah Nabi Sulaiman: Memilih Ilmu

    Disebutkan:

    Nabi Sulaiman a.s. diberi pilihan antara ilmu dan kerajaan, lalu ia memilih ilmu. Maka Allah memberinya ilmu sekaligus kerajaan.

    Hikmah:

    Siapa memilih ilmu, dunia akan mengikutinya
    Siapa mengejar dunia, belum tentu mendapat ilmu

     

    1. Hakikat Ilmu dalam Isyarat Huruf

    Para ulama hikmah mengatakan:

    • ‘Ain (ع) → ketinggian (kemuliaan derajat)
    • Lam (ل) → kelembutan (akhlak mulia)
    • Mim (م) → kerajaan (kekuatan dan pengaruh)

    Makna:

    Ilmu sejati akan melahirkan:

    1. Derajat tinggi
    2. Hati yang lembut
    3. Wibawa dan kepemimpinan

     

    Penutup: Jalan Ilmu adalah Jalan Ma’rifat

    Wahai penempuh jalan Allah…

    Ilmu bukan sekadar hafalan, tetapi:

    • Cahaya dalam hati
    • Penuntun amal
    • Jalan menuju Allah

    Dalam perspektif sufistik:

    Ilmu yang sejati adalah yang menuntunmu mengenal Allah, bukan sekadar membuatmu dikenal manusia.

    Maka:

    • Datangilah majelis ilmu dengan hati yang tunduk
    • Hormatilah ulama dengan adab
    • Amalkan ilmu dengan ikhlas

    Karena pada akhirnya…

    Ilmu adalah cahaya, dan cahaya itu akan menuntunmu pulang kepada-Nya.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Istiqomahkan Diri, Raih Kebahagiaan Haki...

    by Apr 22 2026

    ISTIQOMAHKAN DIRI, RAIH KEBAHAGIAAN HAKIKI. Dalam perjalanan hidup yang penuh liku, manusia sering k...

    Stres Tidak Selalu Musuh : Jalan Sunyi M...

    by Apr 22 2026

    Stres Tidak Selalu Musuh: Jalan Sunyi Menuju Kekuatan Iman dan Kematangan Ruhani.   Pernyataan Cath...

    Al-Qur’an : Jalan Lurus yang Menye...

    by Apr 22 2026

    Al-Qur’an: Jalan Lurus yang Menyelamatkan Jiwa dan Peradaban Tadabbur QS. Al-Isra’ Ayat 9–10 &...

    Kartini dan Para Perempuan Pejuang : Mem...

    by Apr 21 2026

    Kartini dan Para Perempuan Pejuang: Membaca Sejarah dengan Hati yang Adil dan Nurani yang Jernih. Se...

    Sholat : Pelabuhan Jiwa di Tengah Badai ...

    by Apr 21 2026

    Shalat: Pelabuhan Jiwa di Tengah Badai Kehidupan. Dalam perjalanan hidup, manusia tidak akan lepas d...

    Integrasi Syariat, Tarekat, dan Hakikat ...

    by Apr 20 2026

    Integrasi Syariat, Tarekat, dan Hakikat: Jalan Utuh Menuju Kedewasaan Spiritual di Era Modern. Di te...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top