Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Akademik
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Jangan Sampai Ada dan Tiadamu di dunia Sama Saja

    Jun 28 202614 Dilihat

    Jangan Sampai Ada dan Tiadamu di Dunia Ini Sama Saja

    “Janganlah engkau menjadi manusia yang kehadiranmu tidak membawa manfaat, dan kepergianmu tidak meninggalkan jejak. Hiduplah dengan karya, berjuanglah dengan amal, dan wafatlah dengan warisan kebaikan.”

    Setiap manusia lahir membawa amanah. Umur bukan sekadar hitungan tahun, melainkan kesempatan untuk menanam jejak yang akan terus berbuah meskipun jasad telah kembali ke tanah. Orang yang hanya mengejar kenyamanan hidup akan mudah dilupakan. Namun orang yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu, dakwah, kemanusiaan, dan kemaslahatan akan tetap hidup dalam doa dan manfaat.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. ath-Thabrani, dinilai hasan oleh sebagian ulama)

    Al-Qur’an mengingatkan:

    “Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.'” (QS. At-Taubah: 105)

    Ayat ini mengajarkan bahwa setiap amal terbaik akan menjadi saksi. Allah melihatnya, Rasul-Nya mengetahui nilai perjuangannya, dan orang-orang beriman akan merasakan manfaatnya.

    Jadilah pribadi yang meninggalkan tanda di alam semesta. Tanda itu bukan kesombongan, tetapi jejak kebermanfaatan:

    • Ilmu yang diajarkan dan diamalkan.
    • Buku yang mencerahkan generasi.
    • Masjid yang menjadi pusat ibadah.
    • Lembaga pendidikan yang melahirkan insan bertakwa.
    • Anak-anak saleh yang mendoakan orang tuanya.
    • Dakwah yang membangunkan hati manusia.
    • Sedekah jariyah yang terus mengalir pahalanya.

    Inilah makna sabda Rasulullah ﷺ:

    “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

    Jangan habiskan hidup hanya untuk mengejar pujian manusia. Kejarlah ridha Allah. Jangan berlomba menjadi terkenal, tetapi berlombalah menjadi bermanfaat. Sebab kemuliaan sejati bukanlah banyaknya pengikut, melainkan besarnya keberkahan yang ditinggalkan.

    Bayangkan suatu hari ketika nama kita disebut. Apakah orang berkata, “Ia pernah hidup,” atau mereka berkata, “Semoga Allah merahmatinya. Karena jasanya, kami bisa belajar, beribadah, dan menjadi lebih baik.”

    Itulah kehidupan yang bernilai.

    Lebih indah lagi jika karya dan perjuangan kita menjadi sebab Allah mencintai kita. Allah berfirman:

    “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan (kebaikan).” (QS. Al-Baqarah: 195)

    Dan Rasulullah ﷺ adalah teladan yang seluruh hidupnya dipersembahkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

    Jangan lupa pula membahagiakan kedua orang tua. Tidak ada kebanggaan yang lebih mengharukan bagi seorang ayah dan ibu selain melihat anaknya menjadi pribadi yang saleh, berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Kesuksesan sejati bukan ketika dunia bertepuk tangan, tetapi ketika orang tua mengangkat kedua tangan dalam doa sambil berkata:

    “Ya Allah, aku ridha kepada anakku. Maka ridhailah ia.”

    Renungan

    Suatu hari kita semua akan pergi. Jabatan akan berakhir. Harta akan ditinggalkan. Popularitas akan memudar. Yang tetap hidup hanyalah amal saleh dan manfaat yang kita wariskan.

    Maka jangan sampai kehadiran kita di dunia ini tidak membawa perubahan. Tinggalkan jejak kebaikan yang membuat bumi menjadi lebih baik, umat menjadi lebih kuat, ilmu semakin berkembang, dan hati manusia semakin dekat kepada Allah.

    Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang dicintai-Nya, mengikuti jejak Rasulullah ﷺ, membanggakan kedua orang tua, serta meninggalkan warisan amal yang terus mengalir hingga hari ketika kita bertemu dengan-Nya.

    “Hiduplah dengan iman, berkaryalah dengan ihsan, berdakwahlah dengan hikmah, dan wafatlah dengan meninggalkan jejak yang menjadi cahaya bagi generasi sepanjang zaman.”

     

    Dr. Nasrul Syarif M.Si.

    Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa.

    Share to

    Related News

    Kemenangan Umat dimulai dari Kemenangan ...

    by Mei 28 2026

    Kemenangan Umat Dimulai dari Kemenangan Hati.   Wahai kaum muslimin, kemenangan sejati bukan pe...

    Sembuhkan Hati dengan Taubat.

    by Mei 26 2026

    Sembuhkan Hati dengan Taubat. Cahaya yang Masuk dan Cahaya yang Sampai Menurut Ibnu Athaillah as-Sak...

    Kebaikan Terwujud dengan Mengikuti Rasul...

    by Mei 25 2026

    Kebaikan Terwujud dengan Mengikuti Rasulullah ﷺ Jalan Ideologis-Sufistik Menuju Cahaya Ilahi  ...

    Ukuran Sukses Sejati adalah Bahagia yang...

    by Mei 23 2026

    Ukuran Sukses Sejati adalah Bahagia yang Dirasakan Hati Banyak manusia mengukur sukses dari apa yang...

    Syukur, Pikiran, dan Jalan Cahaya Kehidu...

    by Mei 23 2026

    Syukur, Pikiran, dan Jalan Cahaya Kehidupan. Dakwah Motivasi Spiritual untuk Menata Hati dan Masa De...

    Melampaui Keyakinan Menuju Ketenteram...

    by Mei 23 2026

    Melampaui Keyakinan Menuju Ketenteraman. Tafakur Sufistik atas Dialog Agung Nabi Ibrahim AS dalam Al...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top