Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Ujian Mahasiswa Semester Akhir: Sabar, Fokus, dan Menyelesaikan Perjalanan Ilmu

    Agu 18 2025238 Dilihat

    Ujian Mahasiswa Semester Akhir: Sabar, Fokus, dan Menyelesaikan Perjalanan Ilmu

     

    Menjadi mahasiswa adalah salah satu fase berharga dalam kehidupan. Ia bukan hanya sekadar mengejar gelar sarjana, tetapi juga menempuh perjalanan panjang dalam menata karakter, mengasah pola pikir, dan menyiapkan masa depan. Puncak dari perjalanan ini adalah masa semester akhir — saat di mana perjuangan diuji, kesabaran dipertaruhkan, dan keteguhan hati benar-benar dibuktikan.

    Banyak mahasiswa yang sampai di titik ini merasa kelelahan. Tugas akhir atau skripsi seringkali menjadi momok yang berat, penuh dengan revisi, bimbingan yang kadang sulit ditemui, hingga tekanan dari berbagai pihak. Namun, justru pada fase inilah seorang mahasiswa ditempa menjadi pribadi tangguh yang siap menghadapi kehidupan nyata.

     

    1. Sabar: Kekuatan Ruhani untuk Menyelesaikan Skripsi

    Kesabaran adalah bekal utama di semester akhir. Tanpa kesabaran, seseorang mudah menyerah dan menunda pekerjaan. Padahal, Allah ﷻ sudah menjanjikan pertolongan-Nya bagi orang-orang yang sabar:

    “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
    (QS. Al-Baqarah: 153)

    Skripsi bukanlah sekadar karya tulis, melainkan latihan kesabaran. Sabar dalam mencari referensi, sabar dalam memperbaiki kesalahan, sabar menghadapi dosen pembimbing, dan sabar menerima setiap kritik. Semua itu adalah bagian dari proses pendewasaan yang akan membentuk diri menjadi insan yang kuat.

     

    1. Fokus: Menjaga Langkah Tetap Terarah

    Selain sabar, mahasiswa semester akhir perlu memiliki fokus. Banyak godaan yang datang: rasa malas, ajakan bermain, kesibukan bekerja, bahkan rasa putus asa. Namun seorang pejuang ilmu harus tetap menjaga fokus agar tidak kehilangan arah.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Sesungguhnya Allah mencintai apabila seseorang di antara kalian mengerjakan suatu pekerjaan, ia menyempurnakannya.”
    (HR. Thabrani)

    Skripsi adalah ladang amal yang harus disempurnakan. Fokus berarti mengutamakan penyelesaian kuliah dibanding kesenangan sesaat. Fokus berarti berkomitmen untuk menuntaskan apa yang sudah dimulai.

     

    1. Doa dan Tawakal: Menyandarkan Diri kepada Allah

    Ketika usaha sudah dilakukan dengan maksimal, jangan lupa iringi dengan doa dan tawakal. Banyak mahasiswa yang merasa skripsi sulit diselesaikan karena lupa melibatkan Allah dalam perjuangannya. Padahal, ilmu adalah cahaya dari Allah, dan cahaya itu hanya akan diberikan kepada hati yang dekat dengan-Nya.

    “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
    (QS. At-Thalaq: 2–3)

    Banyak kisah mahasiswa yang akhirnya bisa lulus setelah memperbanyak doa, memperbaiki ibadah, dan menjaga restu orang tua. Itu adalah bukti bahwa skripsi bukan hanya perjuangan akal, tetapi juga perjuangan hati.

     

    1. Mengingat Orang Tua: Motivasi Terbesar

    Salah satu energi terkuat bagi mahasiswa semester akhir adalah doa dan harapan orang tua. Mereka telah berkorban begitu banyak agar anaknya bisa kuliah. Bayangkanlah wajah mereka yang penuh haru ketika melihat anaknya mengenakan toga di hari wisuda.

    Itulah motivasi terbesar untuk menyelesaikan skripsi. Jangan biarkan rasa malas atau putus asa membuat pengorbanan orang tua menjadi sia-sia. Jadikan keberhasilan kuliah sebagai hadiah terindah bagi mereka.

     

    1. Wisuda: Bukan Akhir, Melainkan Awal

    Bagi banyak mahasiswa, wisuda sering dianggap sebagai akhir dari perjalanan panjang. Padahal, wisuda adalah pintu awal untuk menapaki dunia nyata. Gelar sarjana hanyalah bekal, bukan tujuan akhir. Yang terpenting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh bisa diamalkan dan memberi manfaat bagi umat.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
    (HR. Ahmad)

    Maka, setelah lulus, jangan hanya bangga dengan ijazah, tetapi teruslah berjuang agar ilmu yang telah diperoleh bisa menjadi cahaya bagi masyarakat.

     

    Penutup: Sabar, Fokus, dan Yakin Akan Pertolongan Allah

    Semester akhir adalah ujian yang berat, tetapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Dengan sabar, fokus, doa, restu orang tua, dan tawakal kepada Allah, setiap mahasiswa bisa menuntaskan skripsi hingga sampai pada hari bahagia, yaitu wisuda.

    Ingatlah:

    • Skripsi hanyalah salah satu ujian kecil dalam hidup.
    • Kesabaran dan ketekunan jauh lebih berharga daripada sekadar lembaran kertas skripsi.
    • Wisuda bukan akhir, tetapi awal pengabdian kepada Allah, orang tua, dan masyarakat.

    Semoga semua mahasiswa semester akhir diberikan kemudahan oleh Allah dalam menyelesaikan skripsi, dimudahkan jalannya menuju wisuda, dan diberkahi ilmunya sehingga menjadi cahaya bagi umat.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top