Tuntunan Belajar Mengajar yang Barokah Menurut Imam An-Nawawi Ad-Dimasqy.
Imam Nawawi Ad-Dimasqy adalah salah satu ulama besar dalam sejarah Islam yang meninggalkan warisan keilmuan yang sangat berharga. Dalam konteks tuntunan belajar mengajar yang barokah, terdapat beberapa prinsip penting yang dapat dirujuk dari karya dan teladan beliau. Berikut ini adalah poin-poin penting berdasarkan ajaran Imam Nawawi:
- Niat yang Ikhlas
Imam Nawawi selalu menekankan pentingnya niat yang benar dalam segala perbuatan, terutama dalam mencari dan mengajarkan ilmu. Dalam mukadimah kitabnya Riyadhus Shalihin, beliau mengutip hadis Nabi Muhammad SAW:
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Aplikasi:
- Pelajar harus berniat menuntut ilmu semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan untuk pujian atau kepentingan duniawi.
- Guru harus mengajarkan ilmu dengan niat menyebarkan kebaikan dan mengharap ridha Allah.
- Memuliakan Ilmu dan Ahlinya
Imam Nawawi menegaskan pentingnya menghormati ilmu dan orang-orang yang berilmu. Dalam tradisi Islam, ilmu dianggap sebagai cahaya yang membawa manusia mendekat kepada Allah.
Aplikasi:
- Pelajar harus menghormati gurunya dengan sikap rendah hati, tidak membantah tanpa adab, dan mendengarkan dengan saksama.
- Guru harus memperlakukan muridnya dengan kasih sayang, tidak memandang rendah mereka, dan sabar dalam mendidik.
- Mengamalkan Ilmu
Ilmu yang tidak diamalkan tidak membawa barokah. Imam Nawawi sendiri dikenal sangat ketat dalam mengamalkan ilmu yang diajarkannya, bahkan ia meninggalkan banyak kenikmatan dunia demi konsistensi terhadap ajaran agama.
Aplikasi:
- Pelajar harus mengamalkan ilmu yang telah dipelajari agar ilmunya menjadi manfaat.
- Guru harus menjadi teladan dalam mengamalkan ilmu yang diajarkan kepada murid-muridnya.
- Kesederhanaan dan Keberkahan
Imam Nawawi hidup dalam kesederhanaan dan selalu menjaga keberkahan dalam setiap aspek kehidupannya. Ia menghindari hal-hal yang bersifat berlebihan atau membuang-buang waktu.
Aplikasi:
- Pelajar harus fokus pada proses belajar, menghindari kesia-siaan, dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
- Guru harus menyampaikan materi dengan jelas dan tidak memperumit hal-hal yang seharusnya sederhana.
- Kesabaran dan Ketekunan
Imam Nawawi terkenal sebagai pribadi yang sangat tekun dan sabar dalam menuntut ilmu. Beliau menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca, menulis, dan mengajar.
Aplikasi:
- Pelajar harus sabar dalam menghadapi kesulitan belajar dan tidak mudah menyerah.
- Guru harus sabar dalam menghadapi murid yang memiliki beragam karakter dan tingkat pemahaman.
- Berdoa untuk Keberkahan Ilmu
Imam Nawawi selalu mengingatkan pentingnya berdoa untuk mendapatkan keberkahan ilmu, baik sebelum, selama, maupun setelah proses belajar-mengajar.
Aplikasi:
- Pelajar dianjurkan untuk berdoa kepada Allah agar diberikan pemahaman yang baik dan ilmu yang bermanfaat.
- Guru dianjurkan untuk mendoakan murid-muridnya agar menjadi orang yang bermanfaat bagi umat.
- Menjaga Adab dan Akhlak
Menurut Imam Nawawi, adab adalah fondasi utama dalam belajar dan mengajar. Beliau menekankan pentingnya menjaga akhlak mulia dalam setiap interaksi.
Aplikasi:
- Pelajar harus menjaga etika, seperti tidak berbicara kasar kepada guru atau teman sekelas.
- Guru harus mendidik dengan penuh kelembutan dan hikmah, tanpa mencela atau merendahkan murid.
Dengan mengikuti tuntunan-tuntunan ini, proses belajar-mengajar dapat menjadi lebih barokah, mendekatkan diri kepada Allah, dan memberikan manfaat yang besar bagi umat.
Etika Guru dan Etika Murid.
Etika guru dan murid merupakan aspek penting dalam proses belajar-mengajar yang barokah dan efektif. Etika ini mencakup adab, akhlak, dan sikap yang harus dijaga oleh kedua belah pihak agar tercipta suasana pembelajaran yang harmonis dan penuh manfaat. Berikut adalah uraian tentang etika guru dan murid menurut pandangan Islam:
Etika Guru
- Niat yang Ikhlas
- Seorang guru harus mengajarkan ilmu dengan niat mengharap ridha Allah SWT, bukan untuk keuntungan duniawi atau pujian manusia.
- Mengajarkan ilmu sebagai ibadah dan bentuk pengabdian kepada Allah.
- Menyampaikan Ilmu dengan Jelas dan Bijaksana
- Guru wajib menyampaikan ilmu dengan metode yang mudah dipahami oleh murid.
- Menghindari penggunaan bahasa atau cara yang membingungkan atau merendahkan murid.
- Bersikap Sabar dan Penuh Kasih Sayang
- Guru harus sabar menghadapi perbedaan kemampuan murid dalam memahami pelajaran.
- Tidak mudah marah, mencela, atau menghukum tanpa alasan yang jelas.
- Menunjukkan kasih sayang kepada murid, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersikap lembut kepada para sahabatnya.
- Menjadi Teladan yang Baik
- Guru harus mempraktikkan apa yang dia ajarkan agar menjadi teladan yang nyata bagi murid.
- Menjaga akhlak mulia, seperti jujur, amanah, dan adil.
- Tidak Memaksakan Diri di Luar Kemampuan
- Jika tidak mengetahui suatu hal, guru harus jujur mengakui dan berjanji untuk mencari jawaban yang tepat.
- Tidak menyampaikan ilmu yang belum dikuasainya dengan baik.
- Mendoakan Kebaikan untuk Murid
- Guru dianjurkan untuk mendoakan keberhasilan murid-muridnya, baik di dunia maupun di akhirat.
- Menunjukkan rasa bangga dan syukur atas perkembangan murid.
Etika Murid
- Niat yang Ikhlas
- Murid harus belajar dengan niat mencari ridha Allah dan meningkatkan keilmuan untuk kebaikan dirinya serta orang lain.
- Menjauhi niat buruk seperti pamer atau mencari popularitas.
- Menghormati Guru
- Murid harus menghormati guru dengan tidak mengangkat suara lebih tinggi dari guru, tidak membantah dengan kasar, dan menjaga sikap sopan.
- Meminta izin saat ingin berbicara atau bertanya di kelas.
- Rendah Hati dan Tidak Sombong
- Murid harus mengakui bahwa guru memiliki kelebihan dalam hal ilmu.
- Tidak merendahkan guru atau merasa lebih pandai.
- Mendengarkan dengan Seksama
- Fokus dan tidak terganggu oleh hal lain selama proses belajar berlangsung.
- Menunjukkan antusiasme terhadap pelajaran yang disampaikan.
- Mematuhi Arahan Guru
- Mengikuti instruksi yang diberikan guru dengan baik.
- Tidak membangkang atau sengaja melawan aturan yang ditetapkan oleh guru.
- Menghormati Teman Belajar
- Tidak mengganggu teman yang sedang belajar.
- Bersikap saling mendukung dalam proses pembelajaran.
- Bersungguh-sungguh dalam Belajar
- Murid harus rajin belajar, mengulang pelajaran di rumah, dan mempersiapkan diri sebelum kelas dimulai.
- Tidak menyia-nyiakan waktu atau kesempatan yang diberikan oleh guru.
- Mengamalkan Ilmu yang Didapat
- Murid harus berusaha menerapkan ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
- Menyebarkan ilmu kepada orang lain untuk menambah keberkahan.
- Bersabar dalam Belajar
- Tidak mudah putus asa saat menghadapi kesulitan dalam memahami suatu pelajaran.
- Berusaha mencari solusi dengan bertanya kepada guru atau belajar lebih giat.
- Mendoakan Kebaikan untuk Guru
- Murid dianjurkan untuk mendoakan guru agar selalu diberkahi oleh Allah SWT dan diberikan keberkahan dalam ilmu.
Dengan menjaga etika ini, baik guru maupun murid dapat menciptakan hubungan yang harmonis dan pembelajaran yang barokah. Proses belajar-mengajar tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memperbaiki akhlak dan membawa manfaat bagi kehidupan.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
No comments yet.