Ustadzfaqih • Apr 09 2025 • 253 Dilihat

Tiga sebab Nabi Ibrahim As menjadi kekasih Allah dalam Kitab Nashoihul Ibad.
Dalam kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, disebutkan tiga sebab utama mengapa Nabi Ibrahim AS diberi gelaran Khalilullah (kekasih Allah). Tiga sebab tersebut adalah:
Ketiga sifat ini—dermawan, rendah hati, dan ikhlas dalam memberi—merupakan amalan yang sangat dicintai Allah dan menjadi sebab utama mengapa Nabi Ibrahim AS diberi kedudukan istimewa sebagai kekasih-Nya.
Suatu ketika Nabi Ibrahim pernah ditanya, ” Sebab apa Allah menjadikanmu kekasih-Nya?” Nabi Ibrahim As. menjawab,” Karena tiga perkara, yaitu : 1. Aku selalu mengutamakan perintah Allah di atas perintah selain-Nya. 2. Aku Tidak pernah mengkhawatirkan rezeki yang telah ditanggng Allah. 3. Aku tidak makan di sore maupun di pagi hari kecuali bersama tamu.”
Riwayat yang disebutkan itu juga merupakan bagian penting yang disebut dalam kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani.
Dalam kitab tersebut, disebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS pernah ditanya:
“Sebab apa Allah menjadikanmu sebagai kekasih-Nya (Khalilullah)?”
Lalu Nabi Ibrahim AS menjawab:
Riwayat ini memperkuat bahwa kedudukan Nabi Ibrahim sebagai kekasih Allah bukan hanya karena ibadah lahiriah, tapi karena kedalaman tauhid, keyakinan, dan akhlaknya yang luhur.
Berikut ini adalah kutipan dalam bahasa Arab dari Nashoihul ‘Ibad yang menyebutkan jawaban Nabi Ibrahim AS ketika ditanya mengapa Allah menjadikannya kekasih-Nya:
سُئِلَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ: بِمَ نِلْتَ هَذِهِ الدَّرَجَةَ، أَيْ الْخُلَّةَ؟
فَقَالَ: بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ:
Artinya:
Ibrahim AS ditanya: “Dengan apa engkau memperoleh derajat ini, yaitu menjadi kekasih Allah (al-Khullah)?”
Beliau menjawab:
Kutipan ini menunjukkan betapa tingginya nilai ketaatan, tawakal, dan kemurahan hati di sisi Allah. Makanya Nabi Ibrahim AS dijadikan Khalilullah.
Ada tiga cara menghilangkan kesusahan dalam kitab nashoihul ibad.
Betul! Dalam kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, disebutkan tiga cara untuk menghilangkan kesusahan atau kesempitan hidup (raf’ul hamm). Ini merupakan bagian dari nasihat yang sangat berharga dan sering dijadikan pegangan oleh para pencari jalan Allah.
Berikut adalah tiga cara tersebut:
Kutipan Arab dari Kitab Nashoihul ‘Ibad:
ثَلَاثَةٌ تُذْهِبُ الْهَمَّ:
Artinya: “Tiga hal yang dapat menghilangkan kesusahan: istighfar, shalat malam, dan doa pada waktu sahur.”
Manusia yang Paling Bahagia adalah Dia yang Memiliki:
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.