Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Tiga Langkah untuk Melakukan Pemecahan Masalah pada Perilaku.

    Apr 07 202594 Dilihat

    Tiga Langkah untuk Melakukan Pemecahan Masalah pada Perilaku.

     

    Mantap, kita bahas ya! Dalam konteks perubahan perilaku (behavior change), termasuk untuk pemasaran atau pengembangan pribadi, BJ Fogg juga menyarankan tiga langkah utama dalam pemecahan masalah perilaku. Ini penting banget untuk mengidentifikasi kenapa seseorang tidak melakukan suatu perilaku yang kita inginkan—dan bagaimana cara memperbaikinya.

     

    TIGA LANGKAH PEMECAHAN MASALAH PADA PERILAKU (Behavior Troubleshooting)

    Langkah 1: Apakah ada Prompt (Pemicu)?

    “Apakah orangnya tahu kapan harus bertindak?”

    Perilaku tidak akan terjadi jika tidak ada pemicu. Bahkan kalau motivasinya tinggi dan kemampuannya cukup, tanpa pengingat atau trigger, perilaku tidak akan muncul.

    Contoh:

    • Orang mau daftar Umroh → tapi gak lihat tombol/nomor WA-nya.
    • Pengen beli produk → tapi gak ada yang ingetin promo-nya.

    Solusi:

    • Tambahkan CTA yang jelas: “Klik WA sekarang!”
    • Gunakan notifikasi, reminder, timer, countdown, dll.
    • Tampilkan ajakan bertindak di momen yang tepat.

     

    Langkah 2: Apakah orang tersebut mampu melakukannya? (Ability)

    “Apakah ini terlalu sulit bagi mereka?”

    Kalau terlalu ribet, mahal, makan waktu, atau bikin bingung → orang mundur, walau niatnya udah kuat.

    Contoh:

    • Form pendaftaran terlalu panjang
    • Harus datang langsung ke kantor padahal bisa online
    • Bahasa promosi kurang jelas / banyak istilah asing

    Solusi:

    • Permudah proses → misalnya “Booking cukup 5 juta, via WA”
    • Gunakan bahasa yang sederhana dan langsung
    • Buat panduan atau infografis langkah-langkah

     

    Langkah 3: Apakah orangnya termotivasi? (Motivation)

    “Kenapa mereka harus peduli?”

    Kadang orang bisa dan tahu caranya, tapi gak ada alasan kuat buat bergerak. Artinya, kita harus menyentuh emosi atau motivasi mereka.

    Contoh:

    • “Umroh masih bisa tahun depan deh…”
    • “Gak urgent, nanti-nanti aja…”
    • “Belum yakin sama travel-nya…”

    Solusi:

    • Bangkitkan urgensi: “Promo tinggal 3 hari!”
    • Gunakan testimoni, cerita menyentuh, pahala & momen keluarga
    • Berikan rasa kehilangan jika tidak bertindak: “Sayang banget kalau lewat kesempatan ini…”

     

    Singkatnya:

    Langkah Pertanyaan Inti Jika Tidak? Solusi Umum
    1 Ada trigger / pemicu? Orang tidak tahu harus apa Tambahkan CTA, reminder
    2 Bisa dilakukan dengan mudah? Terlalu sulit / membingungkan Permudah, sederhanakan proses
    3 Ada motivasi cukup? Tidak peduli / tidak tertarik Bangun emosi, berikan urgensi

    Gas bro! Kita langsung praktek pakai studi kasus ya

    Contoh Masalah:

    “Banyak orang udah tanya-tanya soal Umroh, tapi gak kunjung booking…”

     

    Langkah 1: Ada Prompt-nya nggak?

    Apakah kamu udah kasih pemicu jelas untuk mereka booking?

    • Udah ada tombol WA/link yang mudah diakses?
    • Udah bilang “Booking sekarang cukup 5 juta!” di akhir promosi?
    • Ada follow-up otomatis atau manual ke orang yang udah tanya?

    Solusi Prompt:

    • Kirim reminder WA: “Kak, promo Milad tinggal 2 hari lagi. Mau kita bantu proses bookingnya?”
    • Pasang CTA besar di semua konten: “Klik untuk Booking Sekarang!”

     

    Langkah 2: Mereka Mampu Gak? (Ability)

    Bisa jadi mereka bingung cara booking atau mikir ini ribet.

    • Proses booking dijelasin jelas?
    • Ada link atau format pendaftaran simple?
    • Mereka tahu apa aja yang perlu disiapin?

    Solusi Ability:

    • Kirim step by step simple (misalnya infografis 3 langkah booking)
    • Tambahin “FAQ” di Story/Highlight
    • Sediakan opsi: bisa booking via WA atau datang langsung

     

    Langkah 3: Mereka Termotivasi Gak?

    Bisa jadi mereka belum yakin atau belum ngerasa ini penting sekarang.

    • Kamu udah mainkan emosi, urgensi, atau rasa takut kehilangan (FOMO)?
    • Udah ada testimoni? Value-nya jelas?
    • Ada sesuatu yang bikin mereka mikir: “Nanti aja deh…”

    Solusi Motivasi:

    • Tampilkan testimoni real: “Saya daftar pas promo, alhamdulillah berangkat sekeluarga”
    • Buat countdown post: “2 hari lagi terakhir promo!”
    • Mainkan kata-kata: “Jangan sampai nyesel, promo ini setahun sekali doang!”

     

    Jadi Rangkuman:

    Banyak nanya tapi gak booking =
    Mungkin belum ada trigger kuat
    Mungkin proses terlalu ribet
    Mungkin belum ngerasa harus sekarang

    Salam Dahsyat dan Luar Biasa!

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top