Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Tiga Kunci Utama dalam Menghadapi Kesulitan.

    Apr 04 202557 Dilihat

    Tiga Kunci Utama dalam Menghadapi Kesulitan.

     

    Jadi kebutuhan apa pun yang anda tanggung dan masalah ataupun musibah apa pun yang membebani anda, maka semua itu dikirimkan oleh Allah. Sehingga tatkala anda ingin kebutuhan anda terpenuhi , masalah anda terurai, dan dibebaskan dari musibah, maka ke mana lagi jika tidak dikembalikan semuanya kepada Allah?

    Benar sekali! Setiap kebutuhan, masalah, dan musibah yang kita alami datangnya dari Allah sebagai ujian dan bentuk kasih sayang-Nya. Karena itu, ketika kita menginginkan solusi, jalan keluar, dan ketenangan, tidak ada tempat terbaik untuk kembali selain kepada Allah.

    Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah (2): 286:

    لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

    Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

     

    “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

    Ini mengajarkan bahwa setiap ujian yang kita hadapi sudah sesuai dengan kapasitas kita. Bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk menguatkan dan mendekatkan kita kepada-Nya.

    Ketika kita menghadapi kesulitan, ada tiga hal yang perlu kita lakukan:

    1. Sabar dan tawakal – Meyakini bahwa Allah sedang mengatur yang terbaik.
    2. Doa dan ibadah – Memperbanyak dzikir, shalat, dan meminta hanya kepada-Nya.
    3. Ikhtiar yang benar – Berusaha dengan cara yang halal dan tetap optimis akan pertolongan Allah.

    Seberapa sering kita mencari solusi ke sana-sini sebelum akhirnya sadar bahwa hanya dengan kembali kepada Allah hati menjadi tenang?

    Ya, tiga hal ini adalah kunci utama dalam menghadapi kesulitan. Mari kita renungkan lebih dalam bagaimana setiap poin ini bekerja dalam kehidupan kita:

    1. Sabar dan Tawakal
    • Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi tetap teguh dan tenang dalam menghadapi ujian.
    • Tawakal berarti menyerahkan hasilnya kepada Allah setelah berusaha maksimal, dengan keyakinan penuh bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik.
    • Dalam QS. At-Talaq (65): 3, Allah berfirman:

    “Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupinya.”

    1. Doa dan Ibadah
    • Kesulitan adalah cara Allah mengingatkan kita untuk lebih dekat kepada-Nya.
    • Perbanyak sholat, dzikir, dan doa sebagai bentuk ketergantungan hanya kepada Allah.
    • Dalam QS. Al-Baqarah (2): 186, Allah berfirman:

    “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”

    1. Ikhtiar yang Benar
    • Kita harus tetap berusaha dengan cara yang halal dan tidak tergesa-gesa dalam mencari solusi.
    • Jangan putus asa, karena pertolongan Allah bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
    • Dalam QS. Ar-Ra’d (13): 11, Allah berfirman:

    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

    Ketiga hal ini harus berjalan bersamaan. Jika hanya tawakal tanpa usaha, itu pasif. Jika hanya usaha tanpa doa, itu sombong. Jika hanya sabar tanpa ikhtiar, itu menyerah.

    Salam Dahsyat dan Luar Biasa !

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top