Ustadzfaqih • Feb 06 2025 • 214 Dilihat

Terapi Spiritual Islam dalam Mengatasi Kecemasan.
Kecemasan adalah bagian dari ujian hidup, tetapi Islam memberikan terapi spiritual yang bisa menenangkan hati dan pikiran. Dengan mendekatkan diri kepada Allah, seorang mukmin dapat menemukan ketenangan dan solusi atas kegelisahan yang dialaminya.
Konsep: Setelah berusaha, serahkan hasilnya kepada Allah.
Dalil:
“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.” (QS. At-Talaq: 3)
Praktik:
Konsep: Shalat adalah sarana komunikasi langsung dengan Allah yang dapat menenangkan jiwa.
Dalil:
“Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Praktik:
Konsep: Mengingat Allah menghilangkan kegelisahan.
Dalil:
“Maka ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al-Baqarah: 152)
Praktik:
Konsep: Al-Qur’an adalah penyembuh bagi hati yang gelisah.
Dalil:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra: 82)
Praktik:
Konsep: Doa adalah senjata orang beriman dalam menghadapi kecemasan.
Doa yang Diajarkan Rasulullah:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah…” (HR. Bukhari)
Praktik:
Konsep: Kecemasan sering muncul karena prasangka buruk terhadap masa depan.
Dalil:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Bukhari & Muslim)
Praktik:
Konsep: Sedekah bisa mengangkat kesulitan dan mendatangkan kebahagiaan.
Dalil:
“Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi)
Praktik:
Islam memberikan terapi spiritual yang lengkap untuk mengatasi kecemasan, mulai dari tawakal, shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, doa, berprasangka baik, hingga bersedekah. Dengan pendekatan ini, hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan kecemasan berkurang.
Ibnul Qayyim Mengatakan Sholat adalah cara terbaik untuk mendatangkan rezeki, menjaga kesehatan, menolak bencana dan menjauhkan penyakit.
Benar sekali! Ibnul Qayyim rahimahullah dalam berbagai karyanya menjelaskan bahwa shalat bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga memiliki manfaat luar biasa dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Beliau menyebutkan bahwa shalat adalah sebab datangnya rezeki, kesehatan, perlindungan dari bencana, dan penjagaan dari penyakit. Ini selaras dengan berbagai ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ.
Dalil:
“Dan perintahkanlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu…” (QS. Thaha: 132)
Penjelasan:
Penjelasan:
Hadits:
“Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, juga sebagai pendekatan diri kepada Allah, pencegah dari dosa, penghapus kesalahan, dan pengusir penyakit dari tubuh.” (HR. Ahmad)
Dalil:
“Dan Allah tidak akan mengazab mereka, sedang mereka masih memohon ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)
Penjelasan:
Dalil:
“Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar…” (QS. Al-Ankabut: 45)
Penjelasan:
Kesimpulan
Perkataan Ibnul Qayyim benar adanya bahwa shalat adalah kunci rezeki, kesehatan, perlindungan dari bencana, dan penjagaan dari penyakit. Maka, semakin kita memperbaiki shalat kita, semakin banyak keberkahan yang Allah turunkan dalam hidup kita.
Dr Muhammad Utsman Najati berkata, ” Sholat memiliki pengaruh yang besar dan efektif dalam terapi individu atas kegelisahan dan kecemasan.
Dr. Muhammad Utsman Najati, seorang pakar psikologi Islam, menjelaskan bahwa shalat memiliki pengaruh besar dalam terapi individu terhadap kegelisahan dan kecemasan. Dalam pandangan beliau, shalat bukan hanya ibadah, tetapi juga sarana penyembuhan psikologis yang efektif.
Bagaimana Shalat Menjadi Terapi Kecemasan?
“Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat…” (QS. Al-Baqarah: 45)
Kesimpulan:
Shalat bukan hanya ibadah, tetapi juga memiliki manfaat psikologis yang besar dalam mengatasi kecemasan dan kegelisahan. Dengan koneksi spiritual kepada Allah, pengaruh relaksasi dari gerakan shalat, serta efek menenangkan dalam pengaturan emosi, shalat menjadi terapi yang sangat efektif dalam menjaga kesehatan mental seseorang.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis buku Psikologi Pendidikan dan Dakwah. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.