Tempat-tempat bersejarah yang biasa dikunjungi saat Umrah beserta pemaknaannya.
Saat melakukan umrah, jamaah biasanya mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Mekkah dan Madinah. Tempat-tempat ini memiliki nilai spiritual dan historis yang penting dalam Islam. Berikut adalah beberapa tempat bersejarah yang sering dikunjungi beserta pemaknaannya:
- Masjidil Haram, Ka’bah, dan Hajar Aswad (Mekkah)
- Pemaknaan: Masjidil Haram adalah masjid paling suci dalam Islam dan tempat Ka’bah berada. Ka’bah adalah kiblat umat Islam di seluruh dunia, dan menjadi titik awal dari semua ritual umrah dan haji. Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai rumah ibadah kepada Allah.
- Hajar Aswad: Batu hitam yang ditempatkan di salah satu sudut Ka’bah ini diyakini berasal dari surga. Mencium atau menyentuhnya saat tawaf dianggap sebagai sunnah yang berharga karena dilakukan oleh Rasulullah, walaupun mencium atau menyentuhnya bukanlah kewajiban.
- Jabal Nur dan Gua Hira (Mekkah)
- Pemaknaan: Jabal Nur adalah gunung tempat Gua Hira berada. Di gua inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini menandai dimulainya dakwah Islam. Mengunjungi Jabal Nur mengingatkan jamaah akan perjuangan dan kesabaran Nabi Muhammad dalam menyampaikan Islam.
- Gua Hira: Tempat Rasulullah SAW melakukan kontemplasi dan mencari kebenaran sebelum menerima wahyu. Gua ini melambangkan pentingnya mencari ketenangan batin dan kedekatan dengan Allah.
- Jabal Rahmah (Padang Arafah, dekat Mekkah)
- Pemaknaan: Jabal Rahmah adalah tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka diturunkan dari surga ke bumi. Di bukit ini, Nabi Muhammad juga berdiri untuk berdoa saat melakukan haji terakhir (Haji Wada’). Tempat ini menjadi simbol permohonan ampun dan kasih sayang Allah yang luas.
- Ziarah ke Jabal Rahmah: Meskipun tidak wajib, jamaah umrah sering mengunjunginya untuk mengenang kisah Nabi Adam dan Siti Hawa, serta merenungkan pentingnya memohon ampun kepada Allah.
- Makam Ma’la (Mekkah)
- Pemaknaan: Makam Ma’la adalah tempat pemakaman keluarga Nabi Muhammad SAW, termasuk istri pertamanya, Siti Khadijah. Mengunjungi Makam Ma’la mengingatkan jamaah akan pengorbanan Siti Khadijah, yang mendukung Nabi dalam dakwahnya.
- Mengenang Perjuangan Keluarga Nabi: Ziarah ke Makam Ma’la juga mengingatkan kita pada jasa keluarga Nabi yang turut berjuang dalam menegakkan agama Islam.
- Masjid Nabawi (Madinah)
- Pemaknaan: Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang paling suci dalam Islam, setelah Masjidil Haram. Di masjid ini terdapat makam Nabi Muhammad SAW, serta dua sahabat terdekatnya, Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Shalat di Masjid Nabawi memiliki pahala yang besar.
- Raudhah: Raudhah adalah area khusus di dalam Masjid Nabawi yang berada di antara mimbar Nabi dan makam beliau, yang dikenal sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Raudhah disebut sebagai “taman dari taman-taman surga.”
- Masjid Quba (Madinah)
- Pemaknaan: Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam Islam oleh Nabi Muhammad SAW, saat hijrah dari Mekkah ke Madinah. Rasulullah mengajarkan bahwa siapa yang berwudhu di rumahnya kemudian shalat di Masjid Quba, akan mendapatkan pahala seperti pahala umrah.
- Meneladani Semangat Hijrah: Masjid ini mengingatkan kita akan semangat hijrah Nabi, sebagai upaya untuk menjaga dan mengembangkan Islam.
- Masjid Qiblatain (Madinah)
- Pemaknaan: Masjid ini dikenal sebagai Masjid Dua Kiblat. Di sini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk memindahkan arah kiblat dari Masjid Al-Aqsa di Yerusalem ke Ka’bah di Mekkah. Ini adalah peristiwa penting yang menjadi simbol kemandirian umat Islam.
- Kepatuhan kepada Perintah Allah: Peristiwa perubahan kiblat di Masjid Qiblatain ini mengajarkan pentingnya kepatuhan kepada perintah Allah tanpa ragu.
- Jabal Uhud (Madinah)
- Pemaknaan: Jabal Uhud adalah tempat terjadinya Perang Uhud, yang merupakan salah satu peperangan penting dalam sejarah Islam. Perang ini mengajarkan pelajaran berharga tentang disiplin dan ketaatan kepada Rasulullah SAW.
- Makam Syuhada Uhud: Di Jabal Uhud juga terdapat makam para sahabat yang gugur dalam Perang Uhud, termasuk Hamzah, paman Rasulullah. Berziarah ke makam ini mengingatkan jamaah akan pengorbanan para sahabat untuk membela Islam.
- Masjid Jin (Mekkah)
- Pemaknaan: Masjid Jin adalah tempat di mana Nabi Muhammad SAW bertemu dengan sekelompok jin yang akhirnya masuk Islam setelah mendengar bacaan Al-Qur’an beliau. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk tidak hanya bagi manusia tetapi juga bagi jin.
- Peringatan Akan Dakwah yang Universal: Mengunjungi tempat ini mengingatkan umat Islam bahwa dakwah Islam adalah untuk semua makhluk, termasuk jin.
- Hudaibiyah (dekat Mekkah)
- Pemaknaan: Hudaibiyah adalah tempat terjadinya Perjanjian Hudaibiyah antara kaum Muslim dan Quraisy. Meskipun pada awalnya terlihat menguntungkan bagi Quraisy, perjanjian ini membuka jalan bagi perkembangan dakwah Islam di kemudian hari.
- Pembelajaran dari Perjanjian Hudaibiyah: Hudaibiyah mengajarkan pentingnya hikmah, kesabaran, dan strategi dalam menghadapi tantangan dalam dakwah.
- Kebun Kurma (Madinah)
- Pemaknaan: Kebun kurma di Madinah adalah tempat di mana para jamaah dapat melihat langsung pohon-pohon kurma yang pernah menjadi sumber makanan dan perdagangan bagi penduduk Madinah pada masa Nabi. Di kebun ini, jamaah dapat membeli berbagai jenis kurma.
- Simbol Keberkahan dan Ekonomi Islam: Kurma adalah makanan sunnah yang memiliki nilai gizi tinggi dan keberkahan, terutama kurma ajwa yang berasal dari Madinah. Membeli dan menikmati kurma di tempat asalnya memberi kesan mendalam bagi para jamaah.
Kesimpulan
Mengunjungi tempat-tempat bersejarah saat umrah memberi kesempatan untuk meneladani perjuangan Rasulullah dan para sahabat, serta memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam. Tempat-tempat ini bukan hanya situs sejarah, tetapi juga sumber inspirasi untuk meningkatkan ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Pembimbing Umrah Chatour Travel. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
No comments yet.