Ustadzfaqih • Des 03 2024 • 126 Dilihat

Seni Menjalani Hidup Penuh Berkah.
Â
Seni Menjalani Hidup Penuh Berkah adalah sebuah konsep yang mengajarkan kita untuk hidup dalam kerangka nilai-nilai spiritual dan moral, dengan tujuan mendapatkan ridha Allah SWT serta kedamaian lahir dan batin. Hidup yang penuh berkah bukan hanya soal materi atau kebahagiaan duniawi, tetapi juga bagaimana setiap aspek kehidupan membawa manfaat, kebaikan, dan keberlanjutan.
Prinsip Seni Menjalani Hidup Penuh Berkah
Keberkahan hidup dimulai dengan hubungan yang erat dengan Allah. Hal ini dapat diwujudkan melalui:
Amal yang dilakukan dengan niat ikhlas dan sesuai dengan ajaran Allah mendatangkan keberkahan. Contohnya:
Sikap syukur membawa keberkahan pada nikmat yang dimiliki. Allah berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu…”
(QS. Ibrahim: 7).
Syukur tidak hanya berupa ucapan, tetapi juga diwujudkan dengan menjaga dan memanfaatkan nikmat untuk kebaikan.
Hidup penuh berkah adalah hidup yang dihiasi akhlak mulia, seperti:
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Ahmad).
Keberkahan hidup juga terletak pada hubungan harmonis dengan orang lain. Beberapa cara untuk mencapainya:
Pekerjaan yang halal dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab adalah salah satu sumber keberkahan. Hindari praktik-praktik yang curang atau merugikan orang lain.
Pikiran yang positif dan hati yang bersih dari iri, dengki, atau kebencian akan membuat hidup lebih tenang dan damai. Ini adalah kunci keberkahan.
Tanda-tanda Kehidupan yang Penuh Berkah
Kesimpulan
Seni menjalani hidup penuh berkah adalah tentang menjalani kehidupan dengan niat yang lurus, penuh keikhlasan, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menjalankan prinsip-prinsip tersebut, hidup kita akan dipenuhi dengan manfaat, kebahagiaan, dan kedamaian, baik di dunia maupun di akhirat. Keberkahan bukan hanya sesuatu yang datang tiba-tiba, tetapi hasil dari usaha dan komitmen kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah.
Seni kehidupan bukan karena tidak adanya ketidakadilan Tuhan. Barangkali hanya kita yang masih jarang bersyukur. Inilah alasan mengapa kita harus banyak bersyukur.
Pernyataan tersebut sangat mendalam dan mengingatkan kita bahwa seni kehidupan bukanlah tentang menghapus segala ketidakadilan atau kesulitan, melainkan bagaimana kita mampu melihat hikmah di balik semua kejadian. Tuhan tidak pernah lalai dalam memberikan nikmat kepada hamba-Nya, tetapi sering kali kita sebagai manusia kurang menyadari, bahkan lalai untuk bersyukur.
Mengapa Kita Harus Banyak Bersyukur
Allah SWT berfirman:
“Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 152).
Bersyukur adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah dan cara untuk menunjukkan pengakuan atas segala nikmat-Nya.
Allah menjanjikan bahwa nikmat akan bertambah bagi orang-orang yang bersyukur:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu…”
(QS. Ibrahim: 7).
Dengan bersyukur, kita membuka pintu keberkahan dan kebaikan dalam hidup.
Syukur membuat hati kita menerima apa yang ada tanpa terus menerus merasa kurang. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu, dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.”
(HR. Muslim).
Saat kita bersyukur, pikiran kita terfokus pada hal-hal positif, sehingga mengurangi keluhan terhadap apa yang belum kita miliki. Syukur adalah kunci untuk menjalani hidup dengan kebahagiaan.
Dengan bersyukur, kita menyadari bahwa segala nikmat bukanlah hasil usaha kita semata, melainkan pemberian Allah. Ini mengajarkan kita untuk tidak sombong dan selalu mengingat Sang Pemberi Nikmat.
Cara Bersyukur dalam Kehidupan Sehari-hari
1.Melihat Hal-Hal Kecil Sebagai Nikmat.
Jangan hanya bersyukur untuk hal-hal besar; sadari nikmat kecil seperti kesehatan, udara segar, atau bahkan kesempatan hidup hari ini.
2. Menggunakan Nikmat untuk Kebaikan.
Bersyukur bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan perbuatan. Gunakan nikmat yang diberikan Allah untuk hal-hal yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
3.Memperbanyak Doa dan Dzikir.
Ucapan syukur seperti Alhamdulillah adalah cara sederhana namun sangat bermakna untuk mengingat nikmat Allah.
4.Berbagi dengan Sesama
Salah satu cara terbaik untuk menunjukkan syukur adalah dengan berbagi nikmat kepada yang membutuhkan. Ini menunjukkan bahwa kita menghargai apa yang telah Allah berikan.
5. Bersabar dalam Ujian.
Syukur juga relevan saat menghadapi ujian hidup. Dengan bersabar dan tetap bersyukur, kita akan lebih mudah melihat hikmah di balik kesulitan.
Kesimpulan
Kehidupan bukanlah soal menghindari ketidakadilan atau kesulitan, tetapi tentang bagaimana kita menanggapinya. Bersyukur adalah seni melihat hikmah dan keindahan hidup, meski dalam keterbatasan. Dengan bersyukur, hati menjadi tenang, hidup lebih bahagia, dan nikmat pun terus bertambah. Karena itu, marilah kita memperbanyak syukur, bukan hanya untuk apa yang telah kita miliki, tetapi juga untuk apa yang belum kita pahami sebagai kebaikan dari Allah.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.