Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Sekolah Bukan Cuman Belajar, Tapi Tempat Mendekat kepada Allah SWT.

    Mei 12 2025147 Dilihat

    Sekolah Bukan Cuma Belajar, Tapi Tempat Mendekat kepada Allah SWT

    Oleh: Dr. Nasrul Syarif, M.Si.

     

    “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
    (HR. Muslim)

     

    Pendahuluan: Sekolah dan Paradigma Kehidupan

    Banyak yang memandang sekolah hanya sebagai tempat transfer ilmu—sekadar ruang untuk belajar berhitung, membaca, atau menghafal. Namun dalam pandangan Islam, sekolah adalah taman ibadah, medan perjuangan ruhani, dan tempat penggemblengan jiwa menuju Allah SWT.

    Sekolah bukan sekadar institusi akademik, tapi juga gerbang awal peradaban hati. Di sinilah karakter ditanam, akhlak dibentuk, dan arah hidup mulai diarahkan. Maka, penting untuk menyadari bahwa tujuan akhir dari pendidikan bukan sekadar kepintaran intelektual, tetapi keterhubungan spiritual dengan Allah SWT.

     

    1. Visi Sekolah dalam Islam: Menjadi Tempat Bertumbuh Ruhani

    Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

    “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.” (QS. Fathir: 28)

    Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu sejati menumbuhkan ketakwaan. Maka sekolah harus menjadi tempat untuk mendidik anak-anak bukan hanya agar pintar, tetapi juga agar semakin tunduk kepada Allah.

    Seorang pelajar sejati bukan hanya yang fasih menjawab soal matematika, tapi juga yang tunduk dalam shalat, jujur dalam perkataan, dan ringan tangan dalam kebaikan. Di sinilah letak pentingnya memadukan program-program akademik dengan spiritual building—yakni membangun jembatan antara ilmu dan iman.

     

    1. Sekolah sebagai Mihrab Pengabdian

    Bayangkan jika setiap guru mengajar dengan niat ibadah, dan setiap siswa belajar dengan kesadaran ingin mengenal Allah lebih dalam. Maka sekolah akan menjadi mihrab pengabdian, bukan sekadar tempat mengejar nilai.

    Sekolah adalah tempat anak-anak belajar menundukkan ego, mengendalikan hawa nafsu, dan menumbuhkan empati.

    Program-program seperti shalat berjamaah, dzikir pagi, pembacaan Al-Qur’an, dan pembinaan akhlak harus menjadi rutinan, bukan sisipan. Karena dari sinilah jiwa-jiwa muda dibentuk untuk menjadi penerus umat yang kuat ruh dan raga.

     

    1. Spirit Hang Tuah: Ilmu dan Keberanian Ruhani

    Mengusung semangat Hang Tuah, sekolah bisa mengajarkan anak-anak untuk menjadi pejuang kebenaran yang berani dan berakhlak. Dalam sejarahnya, Hang Tuah bukan hanya dikenal karena keberanian, tetapi juga karena loyalitas, kedisiplinan, dan spiritualitas yang tertanam kuat.

    Sekolah Hang Tuah hari ini harus mampu menanamkan nilai-nilai religiusitas yang kokoh, menjadikan peserta didik:

    • Berani berkata benar meskipun sendiri.
    • Tangguh dalam menghadapi tantangan hidup.
    • Beradab dalam bersosial dan bermedia.

     

    1. Spiritualitas dalam Manajemen Sekolah

    Menjadikan sekolah sebagai tempat mendekat kepada Allah membutuhkan manajemen program spiritual yang sistemik dan terukur. Bukan sekadar kegiatan simbolis, tapi kegiatan yang:

    • Menginternalisasi nilai ilahiyah dalam proses belajar.
    • Mengaitkan setiap mata pelajaran dengan makna tauhid.
    • Menciptakan budaya sekolah yang penuh rahmat, bukan hanya aturan.

    Misalnya:

    • Pelajaran sains mengantarkan pada kekaguman terhadap ciptaan Allah.
    • Pelajaran bahasa menjadi jalan untuk menyampaikan kebaikan.
    • Olahraga menjadi pelatihan akhlak sportif dan sabar.

     

    1. Peran Guru: Murobbi Jiwa, Bukan Hanya Pengajar Materi

    Guru bukan sekadar pengajar, tapi murobbi—pembimbing jiwa. Ia adalah sosok yang ditiru, dicontoh, dan diikuti. Maka guru perlu:

    • Menanamkan keteladanan ruhani.
    • Menghidupkan nilai keikhlasan dan kesabaran dalam interaksi.
    • Menjadi pelita dalam gelapnya zaman digital yang sering membutakan arah hidup anak-anak.

    “Didiklah anak-anakmu dengan cinta dan doa sebelum dengan hukuman dan angka.”
    (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

     

    1. Dari Sekolah Menuju Surga

    Sekolah seharusnya menjadi miniatur masyarakat surga:

    • Penuh kasih sayang.
    • Saling menasihati dalam kebaikan.
    • Berlomba-lomba dalam amal.

    Jika sejak dini anak-anak merasakan keindahan spiritualitas di sekolah, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang:

    • Berilmu dan beriman.
    • Kritis namun sopan.
    • Berdaya namun bersujud.

    Mereka tak hanya siap menghadapi dunia, tapi juga siap mempertanggungjawabkan hidup di akhirat.

     

    Penutup: Cahaya dari Sekolah

    Sekolah bukan cuma tempat belajar. Ia adalah pabrik jiwa, ladang pahala, dan jembatan menuju Allah SWT. Mari kita bangun manajemen sekolah yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga merancang spiritual building yang kokoh, menyeluruh, dan membumi.

    Dengan begitu, sekolah akan menjadi sumber cahaya—menyinari dunia, menuntun ke surga.

    “Jangan hanya cetak juara kelas, cetaklah juga juara iman.”
    (Dr. Nasrul Syarif, M.Si.)

    ( Penulis Buku dan Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    • azka chusnayaina berkata:

      Artikel ini menyampaikan pesan penting bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu duniawi, tetapi juga kesempatan untuk menumbuhkan spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menanamkan nilai-nilai Islam dalam proses belajar, siswa tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bertakwa. Artikel ini mengajak para pendidik dan pelajar untuk melihat sekolah sebagai ladang ibadah dan sarana memperkuat iman, sehingga pendidikan menjadi jalan lengkap menuju kesuksesan dunia dan akhirat.”

    • Tika dayanti berkata:

      Sangat termotivasi

    • Tasya aida hafizah berkata:

      Melalui tulisan ini kita jadi tau bahwa betapa pentingnya ikhtiyar dan berdoa dalam mencari ilmu supaya seimbang.selain intelektual kita juga harus mendidik jiwa spiritualitas kita.

    • Diana Alfa Zahra Rahma berkata:

      Ternyata banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari sekolah untuk mendekatkan diri kpda Allah SWT

    • Putri difa berkata:

      Sangat membantu, Terima kasih

    • Fiftina berkata:

      Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi juga wadah mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pembentukan iman dan akhlak.

    • Rindang Rinjani berkata:

      Sangat Memvotivasi

    • Asma'ul lailatul berkata:

      Terimakasih

    • Fadillah nurul ikhsani berkata:

      Sangat membantu pak serta bahasa yang digunakan mudah di pahami.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top