Ustadzfaqih • Mei 05 2025 • 204 Dilihat

Rasulullah SAW: Sang Dai Agung, Sumber Inspirasi dan Motivasi Para Penyeru Kebaikan
Oleh: Dr. Nasrul Syarif, M.Si.
Dalam sejarah peradaban manusia, tak ada sosok pendakwah yang lebih agung, lebih berhasil, dan lebih menginspirasi selain Rasulullah Muhammad SAW. Beliau adalah Sang Dai pertama yang membawa misi tauhid ke tengah-tengah umat manusia yang larut dalam kegelapan syirik dan kerusakan moral. Sejak pertama kali menerima wahyu di Gua Hira hingga nafas terakhirnya, hidup Rasulullah adalah dakwah—menyeru manusia menuju Allah dengan ilmu, hikmah, kesabaran, dan kasih sayang.
Dakwah Sebagai Misi Kehidupan
Ketika wahyu pertama turun:
“Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq” — Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (QS. Al-‘Alaq: 1),
maka mulailah satu misi besar yang tidak akan pernah padam hingga akhir zaman: dakwah. Rasulullah tidak sekadar menyampaikan ayat, tetapi menanamkannya dalam jiwa, membimbing manusia untuk mengenal Pencipta mereka, menyadarkan mereka dari keterlenaan dunia, dan membimbing mereka menuju kehidupan yang diridhai Allah.
Dakwah beliau bukan untuk keuntungan pribadi, bukan pula demi kekuasaan. Ketika kaum Quraisy menawarkan harta, tahta, dan wanita, beliau menolak dengan tegas:
“Demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah ini, aku tidak akan pernah meninggalkannya, sampai Allah memenangkan agama ini atau aku binasa karenanya.”
(HR. Ibnu Hisyam)
Inilah keteguhan dan keikhlasan seorang dai sejati.
Metode Dakwah yang Penuh Hikmah
Allah berfirman:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.”
(QS. An-Nahl: 125)
Ayat ini tercermin sempurna dalam strategi dakwah Nabi SAW. Beliau memahami kondisi umat, berbicara dengan bahasa hati, dan tidak memaksa. Dalam setiap perjumpaan, beliau membangun kedekatan emosional dan spiritual. Bahkan kepada musuhnya, Nabi tetap santun dan sabar, seperti ketika menghadapi penduduk Thaif yang melemparinya dengan batu. Ketika malaikat gunung menawarkan untuk menghancurkan mereka, beliau menolak sambil berdoa:
“Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, karena mereka tidak mengetahui.”
Ini adalah pelajaran besar: Dakwah adalah kerja hati, bukan sekadar kerja lisan. Butuh kesabaran panjang dan kasih sayang tanpa batas.
Inspirasi Abadi untuk Para Dai Masa Kini
Dalam era digital saat ini, tantangan dakwah semakin kompleks. Informasi tersebar luas, namun kebenaran sering terpinggirkan. Fitnah, hedonisme, dan kebingungan identitas merajalela. Maka, para dai masa kini membutuhkan bukan hanya ilmu, tetapi juga inspirasi dari Rasulullah SAW:
Motivasi untuk Terus Berdakwah
Bagi setiap muslim yang menyeru kepada kebaikan, ada janji yang agung:
“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim)
Dan Rasulullah SAW bersabda:
“Sampaikan dariku walau hanya satu ayat.”
(HR. Bukhari)
Ini artinya, setiap dari kita bisa menjadi bagian dari misi kenabian. Tidak harus menjadi ulama besar, tidak harus memiliki ribuan pengikut—cukup dengan niat tulus, ilmu yang benar, dan akhlak yang indah, kita bisa menjadi cahaya di tengah kegelapan.
Penutup: Menjadi Dai di Jalan Rasulullah
Menjadi dai bukan pekerjaan ringan, tapi ia adalah jalan para nabi. Ia mulia, karena ia jalan perjuangan. Ia berat, karena menuntut keteguhan. Namun ia indah, karena dijanjikan pahala tak terhingga.
Mari kita hidupkan kembali semangat dakwah Rasulullah SAW dalam diri kita, dalam keluarga, di media sosial, di masjid, di ruang publik. Kita tidak bisa menjadi Nabi, tapi kita bisa meneladaninya. Karena dunia ini sedang rindu pada suara kebenaran yang lembut, cahaya petunjuk yang hangat, dan teladan hidup yang memikat.
“Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku menyeru kepada Allah dengan hujjah yang nyata…”
(QS. Yusuf: 108)
Semoga kita termasuk dalam golongan mereka—para penyeru kebaikan, penerus jejak Rasulullah SAW. Amin.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
artikel ini mengingatkan kita bahwa Rosululloh adalah sebaik baiknya manusia yang bisa di jadikan sebagai motivator di kehidupan kita semua
Artikel ini mengangkat sosok Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam berdakwah dan menjadi sumber inspirasi yang tak pernah habis bagi para penyeru kebaikan. Beliau bukan hanya penyampai risalah, tetapi juga pribadi yang penuh kasih sayang, sabar, dan bijaksana dalam menyampaikan kebenaran. Keberhasilan dakwah Rasul tidak hanya karena pesan yang beliau bawa, tapi juga cara beliau berinteraksi dengan umat, menyesuaikan pendekatan sesuai keadaan dan kemampuan mereka. Artikel ini mengingatkan kita bahwa meneladani akhlak dan metode Rasul adalah kunci sukses dalam berdakwah di zaman apa pun.”
Masyaallah,, semoga bisa meneladani sifat Rasulullah
Srmoga kita minimal bisa mrngamalkan ilmunya sedikit demi sedikit ,bapak.
Dengan meneladani kanjeng sifat nabi, para da’i yang sedang berjalan di jalan Allah menjadi pendakwah akan selalu dilimpahkan Rahmat, terimakasih bapak.
masyaallah ilmu yg bermanfaat
Menghadirkan makna spiritual dalam setiap aktivitas,menjadikan setiap tempat sebagai ladang ibadah dan kedekatan dengan Allah.
Teladan dakwah Rasulullah SAW menginspirasi untuk menyebar kebaikan dengan cinta dan hikmah.
Semoga kita bisa mencontoh beberapa perilaku nabi
Masyallah semoga bisa neladani beliau
masyaallah tabarakallah, allahumma solli ala sayyidina Muhammad , beliau adalah panutan bagi semua orang muslim
Massyaallah dari ini kita bisa mendapatkan pencerahan dan suri tauladanya nabi Muhammad Saw yg di amalkan
masyaallah dari ini kita bisa mencontoh teladan nabi kita Muhammad dan bisa di amalkan
Massyaallah dari ini kita bisa mendapatkan pencerahan dan suri tauladanya nabi Muhammad Saw yg di amalkan
Subhanallah Semoga bisa meneladani nabi dengan segala keterbatasan