Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Psikologi Islam dan Ruang Lingkupnya

    Feb 04 2025399 Dilihat

    Psikologi Islam dan Ruang lingkupnya.

     

    Psikologi Islam adalah cabang ilmu yang mengkaji jiwa dan perilaku manusia berdasarkan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Para pakar memiliki berbagai definisi tentang Psikologi Islam, di antaranya:

    1. Fuad Nashori (2002)
      Psikologi Islam adalah ilmu yang mengkaji perilaku manusia dalam perspektif Islam, dengan menggunakan pendekatan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama.
    2. Abu Ahmadi (2009)
      Menurutnya, Psikologi Islam adalah ilmu yang membahas gejala kejiwaan manusia berdasarkan ajaran Islam, dengan tujuan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
    3. Al-Ghazali
      Al-Ghazali menjelaskan bahwa psikologi dalam Islam berkaitan dengan ilmu jiwa yang membahas aspek ruh, nafs, dan akal, serta bagaimana manusia dapat mendekatkan diri kepada Allah untuk mencapai kesempurnaan jiwa.
    4. Haikal Nashir (2018)
      Psikologi Islam adalah ilmu yang mengintegrasikan prinsip-prinsip psikologi modern dengan ajaran Islam, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih holistik tentang kesehatan mental dan spiritual manusia.
    5. Utsman Najati
      Beliau mendefinisikan Psikologi Islam sebagai ilmu yang mengungkapkan aspek-aspek kejiwaan manusia dengan merujuk pada sumber-sumber Islam, terutama Al-Qur’an dan Hadis, serta kehidupan Rasulullah dan para sahabat.

    Dari berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa Psikologi Islam merupakan disiplin ilmu yang membahas aspek kejiwaan manusia dengan pendekatan Islami, yang tidak hanya berfokus pada aspek empiris tetapi juga spiritual dalam rangka mencapai keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.

     

    Urgensi Rekonstruksi Islami dalam Studi Kejiwaan

    Rekonstruksi Islami dalam studi kejiwaan sangat penting karena ilmu psikologi modern cenderung berbasis pada paradigma Barat yang sekuler dan sering kali mengabaikan aspek spiritualitas dalam memahami manusia. Berikut adalah beberapa urgensi rekonstruksi Islami dalam studi kejiwaan:

    1. Menghadirkan Perspektif Tauhid dalam Kajian Kejiwaan

    Psikologi Barat umumnya bersandar pada konsep materialisme dan humanisme, sedangkan dalam Islam, pemahaman tentang manusia harus berlandaskan tauhid, yakni kesadaran bahwa kehidupan manusia berkaitan erat dengan hubungan kepada Allah. Rekonstruksi Islami dalam psikologi membantu memahami manusia secara holistik, termasuk aspek ruhani, bukan hanya aspek biologis dan sosial semata.

    1. Menyeimbangkan Aspek Fisik, Psikis, dan Ruhani

    Studi kejiwaan Islami menekankan keseimbangan antara akal (rasionalitas), nafs (emosi dan hawa nafsu), serta ruh (spiritualitas). Psikologi konvensional cenderung hanya menekankan aspek kognitif dan emosional, sementara dalam Islam, kesehatan mental juga berkaitan dengan ibadah, zikir, serta hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

    1. Mengintegrasikan Konsep Qalb, Ruh, dan Nafs dalam Studi Kejiwaan

    Dalam Islam, manusia dipahami memiliki qalb (hati), ruh (jiwa spiritual), dan nafs (jiwa yang dipengaruhi hawa nafsu). Rekonstruksi psikologi dengan perspektif Islam memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana setiap aspek ini berinteraksi dalam kehidupan manusia.

    1. Memberikan Solusi Kejiwaan Berbasis Nilai-Nilai Islam

    Pendekatan Islam dalam psikologi tidak hanya berfokus pada terapi dan teknik psikologis konvensional, tetapi juga menekankan solusi berbasis ajaran Islam seperti taubat, sabar, syukur, doa, dzikir, dan tawakal sebagai cara mengatasi gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

    1. Menghindari Konsep-Konsep yang Bertentangan dengan Islam

    Beberapa teori psikologi modern, seperti Freud dengan teori psikoanalisisnya, menekankan dorongan seksual sebagai faktor utama dalam perilaku manusia, yang dalam Islam tidak sepenuhnya dapat diterima. Rekonstruksi psikologi Islami memungkinkan penyaringan konsep-konsep yang tidak sesuai dengan nilai Islam.

    1. Membangun Model Psikoterapi Islami

    Rekonstruksi psikologi Islami memungkinkan pengembangan metode terapi berbasis Islam, seperti terapi Al-Qur’an, terapi shalat, dan konseling Islami, yang lebih sesuai bagi individu Muslim dibandingkan terapi konvensional yang sering kali mengabaikan aspek spiritualitas.

    1. Meningkatkan Kesejahteraan Mental Umat Islam

    Dengan pendekatan yang lebih holistik dan berlandaskan nilai-nilai Islam, rekonstruksi Islami dalam studi kejiwaan dapat membantu membangun individu yang lebih sehat secara mental dan spiritual, serta memperkuat ketahanan psikologis dalam menghadapi tantangan hidup.

    Kesimpulan

    Rekonstruksi Islami dalam studi kejiwaan sangat diperlukan untuk mengembangkan psikologi yang sesuai dengan ajaran Islam. Dengan memasukkan nilai-nilai Islam dalam studi kejiwaan, manusia dapat lebih memahami dirinya secara utuh dan memperoleh solusi kejiwaan yang lebih komprehensif, tidak hanya untuk kebahagiaan dunia tetapi juga untuk keselamatan akhirat.

     

    Rekonstruksi Islami dalam Studi Kejiwaan sebagai Kebutuhan Ilmiah untuk Membangun Peradaban

    Rekonstruksi Islami dalam studi kejiwaan bukan hanya kebutuhan akademik, tetapi juga kebutuhan ilmiah yang berperan penting dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Ilmu psikologi yang berkembang saat ini banyak dipengaruhi oleh paradigma sekuler Barat yang menitikberatkan pada aspek materialistik manusia, sehingga kurang mampu menjawab kebutuhan manusia secara holistik, terutama dalam konteks spiritual dan moral. Oleh karena itu, rekonstruksi Islami dalam psikologi menjadi krusial untuk membangun individu yang sehat secara mental dan spiritual sebagai fondasi peradaban Islam yang maju.

    1. Psikologi Islam sebagai Fondasi Pembangunan Peradaban

    Peradaban Islam yang kuat membutuhkan individu-individu yang memiliki keseimbangan antara akal, jiwa, dan spiritualitas. Studi kejiwaan Islami membantu menciptakan manusia yang memiliki:

    • Kesadaran tauhid, yang menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan.
    • Kepribadian yang sehat, dengan keseimbangan antara emosi, pikiran, dan perilaku sesuai dengan ajaran Islam.
    • Moralitas yang tinggi, yang menjadi dasar dalam membangun masyarakat yang beradab dan harmonis.
    1. Rekonstruksi Psikologi Islami sebagai Upaya Penguatan Identitas Ilmiah Islam

    Sejarah menunjukkan bahwa peradaban Islam pernah menjadi pusat keilmuan dunia dengan kontribusi besar dalam berbagai bidang, termasuk psikologi. Tokoh-tokoh seperti Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Ibnu Khaldun telah membangun konsep-konsep psikologi yang kaya dengan nilai-nilai Islam. Sayangnya, perkembangan ilmu psikologi modern lebih banyak mengadopsi pemikiran Barat dan mengabaikan warisan psikologi Islam. Oleh karena itu, rekonstruksi psikologi Islami adalah langkah ilmiah untuk mengembalikan kejayaan ilmu Islam dalam studi kejiwaan.

    1. Menyediakan Paradigma Alternatif terhadap Psikologi Sekuler

    Psikologi Barat didasarkan pada pemikiran rasionalisme dan empirisme, yang cenderung menafikan aspek spiritual dan moralitas dalam kehidupan manusia. Rekonstruksi psikologi Islam menawarkan pendekatan holistik, yang mencakup:

    • Dimensi spiritual (ruh): Bagaimana hubungan manusia dengan Allah berpengaruh pada kesehatan mental.
    • Dimensi emosional dan kognitif: Bagaimana pengelolaan hati dan pikiran berdasarkan ajaran Islam dapat menciptakan individu yang stabil dan tenang.
    • Dimensi sosial dan moral: Bagaimana psikologi Islam membentuk individu yang berakhlak mulia dan memiliki tanggung jawab sosial.
    1. Membantu Mengatasi Krisis Mental dalam Peradaban Modern

    Dunia saat ini menghadapi krisis kesehatan mental yang semakin meningkat, seperti stres, kecemasan, depresi, dan gangguan psikologis lainnya. Pendekatan psikologi Barat sering kali mengandalkan terapi berbasis obat atau teknik psikoterapi yang mengabaikan aspek spiritual. Sebaliknya, psikologi Islam menawarkan solusi berbasis ajaran Islam, seperti:

    • Shalat dan zikir sebagai terapi ketenangan jiwa.
    • Tawakal dan sabar sebagai cara menghadapi tekanan hidup.
    • Konsep takdir dan ridha untuk membangun ketahanan mental.
    1. Menghasilkan Model Psikologi Islami yang Aplikatif untuk Pembangunan Masyarakat

    Rekonstruksi psikologi Islam tidak hanya sebatas teori, tetapi juga harus diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, seperti:

    • Pendidikan: Membangun sistem pendidikan yang menanamkan nilai-nilai psikologi Islam dalam membentuk karakter peserta didik.
    • Keluarga: Menerapkan konsep psikologi Islam dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan sehat secara mental.
    • Kesehatan mental: Mengembangkan model terapi Islami yang bisa digunakan dalam psikoterapi modern.
    • Ekonomi dan kepemimpinan: Membantu membentuk individu yang memiliki etika kerja dan kepemimpinan berbasis Islam.

    Kesimpulan

    Rekonstruksi Islami dalam studi kejiwaan adalah kebutuhan ilmiah yang mendesak untuk membangun peradaban Islam yang kuat. Dengan mengintegrasikan psikologi dengan ajaran Islam, manusia dapat memahami dirinya secara utuh, memiliki kesehatan mental yang baik, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih bermoral dan sejahtera. Dengan demikian, psikologi Islam bukan hanya disiplin ilmu, tetapi juga alat transformasi sosial dan peradaban yang berlandaskan pada nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Psikologi Islam UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    • Fiftina berkata:

      Psikologi Islam memadukan prinsip psikologi dengan ajaran Islam untuk mencapai kesejahteraan mental dan spiritual.

    • najma khusnul nur'aini berkata:

      Dengan memasukkan nilai-nilai Islam dalam studi kejiwaan, kita dapat lebih memahami diri sendiri dan dapat memperoleh solusi kejiwaan yang lebih luas, untuk kebahagiaan dunia tetapi dan juga keselamatan akhirat. sehingga mendapatkan well being dalam kehidupan.

    • afifatul faiza berkata:

      Pendekatan ini tidak hanya melihat manusia dari sisi biologis dan psikologis, tetapi juga dari sisi ruhani. Konsep seperti nafs, qalb, ruh, dan akal memberikan pemahaman yang lebih holistik terhadap perilaku dan kesehatan mental seseorang. Psikologi Islam menekankan pentingnya hubungan dengan Allah, zikir, doa, dan tawakal sebagai bagian dari proses penyembuhan dan pengembangan diri, sehingga sangat relevan untuk masyarakat Muslim yang ingin memahami jiwa secara lebih utuh dan kontekstual.bahasa yg di gunakan sangat lah memahami

    • Qori’atul afifah berkata:

      Artikel tentang psikologi islam ini sangat membantu dalam mengetahui tingkah laku manusia dalam perspektif islam.

    • Zahrotus Salsabil berkata:

      Di atikel ini kita dapat mengetahui ilmu yang membahas aspek kejiwaan manusia dengan pendekatan Islami, yang tidak hanya berfokus pada aspek empiris tetapi juga spiritual dalam rangka mencapai keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.

    • Tasya aida hafizah berkata:

      Di pembahasan artikel ini terutama pada bagian urgensi dari rekonstruksi islam,khususnya sangat membantu para pemeluk agama islam itu sendiri dalam meraih kunci dari kesuksesan dan kebahagiaan hidupnya.Melalui tahap-tahap yang sudah di paparkan dalam artikel di atas, saya menjadi memiliki mindset yg lebih terbuka terhadap banyak hal.

    • Izzat akram berkata:

      Karangan ilmiah ini mengajak kita bagaimana mengimplikasikan nilai nilai islam serta ilmu psikologi dalam kehidupan.

    • Rama wijaya berkata:

      Dalam kajian ini berusaha memaparkan kajian psikologi islam, yang mana kita sebagai umat muslim tertuntut untuk menjaga dan melestarikan kesehatan mental dan jiwa. Yang mana tujuan akhirnya mengembalikan fitrah sebagai manusia sebagai makhluk yang sempurna.

    • Hanifah Nurshadrina berkata:

      Materi ini sangat jelas, relevan, dan baik dalam menghubungkan psikologi dengan nilai-nilai Islam.

    • Mutiara Ayu Ningtyas berkata:

      Psikologi islam berusaha mengintegrasikan prinsip keislaman dengan ilmu psikologi untuk memahami dan meningkatkan kualitas hidup manusia, baik secara mental maupun spiritual.

      Keilmuan ini penting sekali untuk dipelajari karena untuk mencapai keseimbangan jiwa dari segi lahir maupun batin itu harus diiringi dengan aspek keagamaan.

    • muli’ati nurolfidloh berkata:

      dari sini dapat kita ketahui bahwa pendekatan spiritual merupakan hal penting, selain itu juga aspek spiritual dapat digunakan untuk psikoterapi seperti dzikir, sholat, dan sabar dan lainnya.

    • Nilam Mabruroh berkata:

      ternyata dalam psikologi bukan hanya sebatas teori namun juga banyak memberi pelajaran untuk kehidupan kedepannya nanti untuk bermasyarakat.

    • Fasihatul Amaliya berkata:

      Dari sini saya banyak belajar bahwa psikologi islam yang kita pelajari selalu berkaitan dengan aspek spiritual yang menekankan solusi berdasarkan ajaran islam, dan fondasi yang kuat dimulai dari Individu-individu yang seimbang antara akal, jiwa, dan spiritualitas nya

    • Arlina Febriyanti berkata:

      Materinya sangat mudah untuk dipahami,disini terdapat beberapa definisi yang dipaparkan oleh banyak tokoh jadi pengetahuan bertambah banyak,ditambah ada beberapa cara mengatasi kesehatan mental tinggal bagaimana cara kita menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    • Qosim Hadi Maulana berkata:

      Bagian Ilmu psikologi yang holistik dengan mempertimbangkan aspek materil dan spiritual. Dengan visi untuk Keseimbangan hidup yang berorientasi pada dunia tapi juga pada akhirat.

      Wajib buat dipelajari setiap muslim untuk mengembangkan peradaban islam yang lebih kuat.

      • Syafitri Syifa Fauziah berkata:

        Psikologi Islam adalah cabang ilmu yang mengkaji jiwa dan perilaku manusia berdasarkan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Dengan demikian, psikologi Islam bukan sekedar disiplin ilmu, tetapi juga alat transformasi sosial dan peradaban yang berlandaskan pada nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia.

        • Zahrotus Salsabil berkata:

          Di atikel ini kita dapat mengetahui ilmu yang membahas aspek kejiwaan manusia dengan pendekatan Islami, yang tidak hanya berfokus pada aspek empiris tetapi juga spiritual dalam rangka mencapai keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.

    • Tika Dayanti berkata:

      Disini dapat kita ketahui bahwa psikologi islam adalah ilmu psikologi yang mengkaji jiwa dan kesehatan mental seseorang dengan perspektif Islam. Dengan hal ini manusia dapat lebih bisa memahami dirinya sendiri dan lingkungan disekitarnya.

    • Raden Devina Damayanti berkata:

      materi ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi stress dan masalah. juga membantu saya memahami diri sendiri dan orang lain lebih baik dan lebih bijak, membangun hubungan yang lebih baik dengan Allah dan orang lain.

    • Asma'ul lailatul berkata:

      Dari sini dapat lebih mengetahui hal baru tentang seperti apa sih definisi dari psikologi islam dan penting nya psikologi islam

    • Zuhriya Minhatul berkata:

      Dari sini saya belajar bahwa ternyata psikologi barat hanya membahas tentang kehidupan dunia sedangkan psikologi islam membahas tentang kehidupan dunia dan akhirat

      • Mareta sugih berkata:

        Artikel ini sangat bermanfaat bagi kita agar kita mengetahui hubungan nya psikologi dengan agama islam sangat berkaitan erat atau pembuktian al quran yang yang di kajian dan sangat membuka pikiran saya.

      • Mareta sugih berkata:

        Artikel ini sangat bermanfaat bagi kita agar kita mengetahui hubungan nya psikologi dengan agama islam sangat berkaitan erat atau pembuktian al quran yang yang di kajian dan sangat membuka pikiran saya.

    • A. Ubaidillah A. berkata:

      Sangat mendaging dan sederhana sekali, Saya terkesam membuka pikiran saat ketika membaca karya ini. Mengenai penting nya poin islami dalam mengkontruksi dalam dunia psikologi.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top