Ustadzfaqih • Agu 27 2025 • 82 Dilihat

Prinsip dan Strategi Manajemen Terhebat di Dunia: Pelajaran Abadi untuk Mencerdaskan Umat
Manajemen bukan sekadar mengatur sumber daya, tetapi seni memimpin, menggerakkan, dan memberdayakan manusia serta potensi mereka agar mencapai tujuan yang bermakna. Sepanjang sejarah, keberhasilan peradaban tidak pernah lahir dari kekuatan materi semata, tetapi dari manajemen yang cerdas, berintegritas, dan penuh nilai.
Artikel ini mengupas dua dimensi manajemen terhebat:
1) Visi dan Tujuan Bernilai
Tanpa tujuan yang luhur, manajemen kehilangan arah. Rasulullah SAW memiliki visi jelas: membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya (QS. Ibrahim: 1).
Pemimpin besar seperti Ki Hajar Dewantara juga menanamkan visi pendidikan merdeka lahir-batin, bukan sekadar mencetak pekerja.
“Hidup tanpa visi adalah seperti berlayar tanpa kompas.”
2) Keteladanan: Memimpin dengan Contoh
Kepemimpinan sejati bukan memerintah dari menara gading, tetapi turun langsung memberi contoh. Rasulullah ikut mengangkat batu membangun Masjid Nabawi. Umar bin Khattab memantau rakyatnya di malam hari.
Prinsip ini di Nusantara dipraktikkan Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari: beliau bukan hanya mengajar, tetapi hidup sederhana bersama santri.
3) Amanah dan Kompetensi
4) Manajemen Waktu yang Efektif
Waktu adalah aset tak tergantikan. Rasulullah membagi waktu untuk ibadah, keluarga, dan urusan umat dengan disiplin.
Modern: prinsip Pareto (80/20) dan teknik time blocking lahir dari kesadaran ini.
5) Syura: Delegasi dan Kolaborasi
6) Adaptasi dan Inovasi
Khalifah Umar mengubah sistem distribusi rampasan perang demi keberlanjutan.
Modern: perusahaan seperti Netflix sukses karena inovatif menyesuaikan zaman.
7) Manajemen Berbasis Nilai
Tujuan bukan laba semata, tetapi keberkahan dan maslahat. Rasulullah melarang praktik bisnis zalim meski menguntungkan.
Perusahaan modern sukses berkelanjutan karena menerapkan CSR dan etika bisnis.
8) Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Prinsip muhasabah: “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.”
Dalam bisnis modern dikenal Kaizen: perbaikan terus-menerus, sekecil apa pun.
9) Kepedulian Sosial dan Keberlanjutan
Rasulullah SAW menekankan keseimbangan ekosistem dan hak sesama. Manajemen hebat memperhatikan lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.
10) Fondasi Spiritual
Manajemen dunia-akhirat harus berlandaskan tauhid. Bekerja adalah ibadah.
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah.” (QS. Al-An’am:162)
Michael LeBoeuf menegaskan prinsip emas: “What gets rewarded gets done.” Apa yang dihargai, itulah yang akan diulang. Berikut 10 strateginya:
Prinsip LeBoeuf sejalan dengan ajaran Islam. Rasulullah menghargai sahabat sesuai kompetensi: Khalid di medan perang, Mu’adz di fiqh.
Wali Songo menghargai kearifan lokal; karena itu dakwah diterima luas.
Ki Hajar Dewantara menanamkan prinsip “Tut Wuri Handayani”: mendorong dan menghargai dari belakang.
Semua ini menunjukkan: apresiasi dan nilai spiritual adalah bahan bakar manajemen berkelanjutan.
Manajemen yang hebat bukan hanya untuk bisnis; berlaku di keluarga, lembaga pendidikan, pesantren, dan negara.
Bayangkan jika:
Maka lahirlah generasi produktif, kreatif, dan berakhlak.
Penutup: Warisan Manajemen Abadi
Prinsip dan strategi manajemen terhebat membentuk warisan peradaban. Rasulullah SAW, para khalifah, Wali Songo, Ki Hajar Dewantara, hingga pemimpin modern menunjukkan:
“Apa yang kita kelola hari ini bukan hanya menentukan nasib organisasi kita, tetapi juga peradaban umat di masa depan.”
Inilah seni manajemen terdahsyat: menggabungkan akal, hati, dan ruhani.
Bukan sekadar mengatur, tetapi menginspirasi dan mencerdaskan umat.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo. The Alana Hotel Jogjakarta, 27 Agustus 2025 )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.