Ustadzfaqih • Jan 15 2025 • 95 Dilihat

Peliharalah Rasa Syukur karena ia adalah penjaga dan pembawa nikmat.
Peliharalah rasa syukur, karena ia adalah kunci untuk menjaga nikmat yang telah Allah berikan sekaligus jalan untuk mendatangkan nikmat yang lebih besar. Rasa syukur adalah tanda pengakuan bahwa segala sesuatu yang kita miliki berasal dari Allah dan bahwa kita bergantung sepenuhnya pada-Nya.
Syukur membuat nikmat tetap bertahan dan menjauhkannya dari hilang. Ketika seseorang bersyukur, ia mengakui pemberian Allah, dan Allah pun berjanji untuk menjaga serta menambah nikmat tersebut.
Allah berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu; tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.’”
(QS. Ibrahim: 7)
Ayat ini menunjukkan bahwa rasa syukur tidak hanya menjaga nikmat, tetapi juga memperbanyaknya. Sebaliknya, lupa bersyukur dapat mengundang kehilangan dan kesulitan.
Syukur adalah magnet bagi nikmat-nikmat baru. Ketika kita bersyukur, Allah membuka pintu-pintu rezeki dan kemudahan dalam hidup kita. Rasa syukur juga membawa ketenangan hati dan kebahagiaan batin, yang merupakan nikmat tak ternilai.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa tidak bersyukur atas yang sedikit, maka ia tidak akan mampu bersyukur atas yang banyak.”
(HR. Ahmad)
Ini mengingatkan kita untuk menghargai nikmat sekecil apa pun, karena syukur kepada nikmat kecil adalah jalan menuju nikmat yang lebih besar.
Rasa syukur menghilangkan sifat tamak, iri, dan mengeluh. Orang yang bersyukur merasa cukup dan bahagia dengan apa yang dimilikinya, sehingga hatinya lebih tenang.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka Aku akan menambah nikmat kepadamu…”
(QS. Ibrahim: 7)
Dengan syukur, hidup terasa lebih ringan, dan hubungan dengan Allah menjadi lebih dekat.
Peliharalah rasa syukur, karena ia adalah kunci kehidupan yang penuh keberkahan dan ketenangan. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang selalu bersyukur, dalam keadaan lapang maupun sempit. Aamiin.
Bersihkan Jalanmu dari dosa dan maksiat.
Membersihkan jalan hidup dari dosa dan maksiat adalah langkah penting untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat. Dosa dan maksiat adalah penghalang terbesar antara seorang hamba dengan Tuhannya. Oleh karena itu, berusaha untuk menjauhkan diri dari keduanya adalah bentuk ibadah dan ketaatan yang sangat mulia.
Dosa dan maksiat tidak hanya merusak hubungan kita dengan Allah, tetapi juga membawa dampak buruk dalam kehidupan:
Allah berfirman:
“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri…”
(QS. Asy-Syura: 30)
Taubat adalah langkah pertama dalam membersihkan dosa dan maksiat. Allah membuka pintu ampunan bagi siapa saja yang tulus bertaubat, berjanji untuk tidak mengulang dosa, dan memperbaiki diri.
Allah berfirman:
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.”
(QS. Hud: 114)
Bersihkan jalanmu dari dosa dan maksiat, karena kebersihan hati adalah awal dari kedekatan dengan Allah dan keberkahan dalam hidup. Semoga Allah menguatkan langkah kita untuk terus berada di jalan yang lurus. Aamiin.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.