Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Panduan Tata Cara Manasik Umrah

    Okt 11 2024232 Dilihat

    Panduan Tata Cara Manasik Umrah

    Panduan Tata Cara Manasik Umrah

    Panduan Tata Cara Manasik Umrah

     

    Berikut adalah Panduan Tata Cara Manasik Umrah yang mudah diikuti dan membantu jamaah memahami setiap langkah ibadah umrah. Panduan ini akan memberikan gambaran detail mengenai tahapan-tahapan penting dan doa-doa yang harus dibaca selama pelaksanaan umrah.

    PANDUAN TATA CARA MANASIK UMRAH

    1. Persiapan Sebelum Umrah
    • Niatkan hati untuk ibadah dengan ikhlas hanya karena Allah SWT. Bersihkan diri dari segala kotoran lahir dan batin, serta bertaubat sebelum memulai perjalanan umrah.
    • Mandi besar (mandi janabah) sebelum memulai ihram, bersuci dari hadas kecil dan besar.
    • Berpakaian ihram:
      • Untuk pria: Kenakan dua helai kain ihram putih, satu kain untuk menutupi badan bagian bawah (izar) dan satu lagi untuk bahu (rida’). Jangan gunakan pakaian berjahit.
      • Untuk wanita: Pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, sesuai dengan syariat Islam.
    1. Niat Ihram di Miqat
    • Ihram dimulai di miqat (tempat khusus untuk memulai niat umrah). Setiap jamaah harus mengambil niat di tempat ini.
    • Bacalah niat umrah:

    نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى

    “Nawaitul ‘umrata wa ahromtu biha lillahi ta’ala”
    (Saya berniat umrah dan berihram untuk melaksanakannya karena Allah Ta’ala.)

    • Setelah berniat, baca Talbiyah sebanyak-banyaknya hingga tiba di Makkah:

    لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ.

    “Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syarika laka.”

    Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

    1. Thawaf di Masjidil Haram
    • Setibanya di Masjidil Haram, masuk dengan kaki kanan sambil membaca doa:

    بِسْمِ اللَّهِ وَالصَّلَاةِ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

    “Bismillahi wassalaatu wassalaamu ‘ala rasulillah. Allahumma ighfirli dzunubi waftahli abwaaba rahmatik.”

    Artinya: “Dengan nama Allah dan selawat serta salam atas Rasul-Nya. Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah pintu rahmat-Mu untukku.”

    • Mulailah thawaf (mengelilingi Ka’bah) sebanyak 7 kali putaran dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri. Putaran pertama dimulai dari Hajar Aswad.
      • Saat berada di depan Hajar Aswad, angkat tangan kanan (istilam) sambil membaca:

    بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ

    “Bismillahi Allahu Akbar.”

    (Jika memungkinkan, boleh mencium atau menyentuh Hajar Aswad, tetapi jika tidak bisa, cukup beristilam dari kejauhan.)

    • Selama thawaf, dianjurkan untuk membaca doa, zikir, atau apa pun yang diinginkan. Di antara doa yang disarankan saat berada antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    “Rabbanaa aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar.”

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari siksa neraka.”

    1. Shalat di Maqam Ibrahim
    • Setelah selesai thawaf, lakukan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan. Jika tidak, shalatlah di mana saja di area Masjidil Haram.
      • Pada rakaat pertama, baca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Kafirun.
      • Pada rakaat kedua, baca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas.
    1. Minum Air Zamzam
    • Setelah shalat, minumlah air zamzam sambil menghadap Ka’bah. Bacalah doa sebelum minum:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

    “Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wa syifaa’an min kulli daa’in.”

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.”

    1. Sa’i antara Shafa dan Marwah
    • Setelah itu, menuju ke Bukit Shafa untuk memulai sa’i (lari-lari kecil) antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah.
      • Saat berada di atas Bukit Shafa, menghadap Ka’bah dan membaca:

    إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

    “Inna ash-shafaa wal-marwata min sya’aa’irillah”

    (Kemudian, angkat tangan untuk berdoa dan membaca takbir sebanyak tiga kali.)

    • Lakukan sa’i dengan berjalan antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Ketika sampai di Bukit Marwah, lakukan hal yang sama seperti di Bukit Shafa.
    1. Tahallul (Mencukur Rambut)
    • Setelah menyelesaikan sa’i, lakukan tahallul dengan mencukur rambut.
      • Untuk pria, lebih baik mencukur seluruh rambut (halq) atau memotong sebagian rambut (taqshir).
      • Untuk wanita, cukup memotong ujung rambut sepanjang sekitar 1-2 cm.
    1. Selesai Umrah
    • Setelah tahallul, Anda telah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah. Ihram sudah bisa dilepas, dan Anda kembali dalam kondisi bebas dari larangan-larangan ihram.

    Larangan dalam Ihram

    Selama dalam kondisi ihram, beberapa hal yang harus dihindari:

    • Memotong rambut atau kuku.
    • Menggunakan parfum.
    • Melakukan hubungan suami istri.
    • Membunuh binatang.
    • Pria dilarang memakai pakaian berjahit atau menutup kepala.
    • Wanita tidak boleh menutup wajah dan telapak tangan.

    Tips Penting untuk Jamaah

    • Tetap jaga kesehatan fisik dan mental selama di Tanah Suci.
    • Perbanyak doa dan zikir sepanjang perjalanan.
    • Pastikan selalu mengikuti petunjuk dari pembimbing atau mutawif selama pelaksanaan umrah.

    Dengan mengikuti panduan ini, semoga ibadah umrah Anda menjadi ibadah yang diterima dan penuh berkah.

    ( DR Nasrul Syarif M.Si. TL dan Agen Resmi Travel Chatour  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

     

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top