Ustadzfaqih • Apr 11 2025 • 97 Dilihat

Menjadi Guru: Panggilan Jiwa dan Ladang Amal yang Tak Pernah Kering
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang serba cepat dan penuh tantangan, ada satu profesi yang terus menjadi pelita: guru. Bukan hanya sekadar pekerjaan, menjadi guru adalah panggilan jiwa. Sebuah pilihan hidup yang didasari oleh niat tulus untuk mencerdaskan, membimbing, dan menginspirasi.
Guru adalah sosok yang hadir dalam setiap fase tumbuh kembang anak bangsa. Mereka bukan hanya menyampaikan pelajaran di papan tulis, tetapi juga menyentuh hati, membentuk karakter, dan membangkitkan semangat untuk terus belajar dan bermimpi.
Di balik senyumnya yang tulus dan sabarnya yang tanpa batas, tersimpan keikhlasan luar biasa. Tak jarang, mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan materi, demi murid-muridnya. Mereka menyadari, bahwa setiap ilmu yang ditanamkan bukan hanya berdampak pada hari ini, tetapi juga akan tumbuh menjadi masa depan yang lebih baik.
Yang paling mulia dari semua itu: setiap ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah. Selama murid-muridnya mengamalkan ilmu yang diajarkan, dan selama ilmu itu diwariskan lagi kepada orang lain, pahala akan terus mengalir, meskipun sang guru telah tiada. Inilah salah satu bentuk amal sholeh yang abadi, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Apabila manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Menjadi guru adalah menjadi bagian dari perubahan. Menjadi guru adalah menanam harapan di ladang-ladang masa depan. Dan yang lebih istimewa: menjadi guru adalah kesempatan untuk beramal setiap hari, tanpa perlu menunggu waktu khusus.
Maka, bagi siapa pun yang menekuni profesi ini dengan hati—selamat. Engkau sedang menempuh jalan kemuliaan. Engkau sedang menuliskan sejarah, tidak hanya di dunia, tetapi juga untuk akhiratmu.
Salam dahsyat dan luar biasa!
( Perjalanan menuju kota Lumajang, Jumat 11 April 2025. Dr Nasrul Syarif M.Si )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.