Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Lima Kunci Meraih Kemuliaan Hidup.

    Mar 07 2025229 Dilihat

    Lima Kunci Meraih Kemuliaan Hidup.

    Imam Abu Laits As-Samarqandi rahimahullah dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin mengatakan, barangsiapa ingin mendapatkan kemuliaan hidup, maka dia harus senantiasa mengerjakan lima hal, yaitu :

    Kunci pertama dalam meraih kemuliaan hidup adalah mencegah diri dari segala jenis kemaksiatan. Ini mencerminkan ketakwaan seseorang kepada Allah dan menjaga dirinya dari perbuatan yang dilarang. Dengan menjauhi maksiat, hati menjadi lebih bersih, pikiran lebih jernih, dan hidup lebih diberkahi.

    Orang yang mampu menahan dirinya dari dosa akan mendapatkan ketenangan batin dan kemuliaan di dunia maupun akhirat. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

    وَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰ

    “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).”(QS. An-Nazi’at: 40-41)

    Dengan menahan diri dari maksiat, seseorang juga akan lebih mudah melakukan amal saleh dan mendapatkan pertolongan dari Allah. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam menjauhi segala bentuk maksiat. Aamiin.

    kedua. Rela dengan harta dunia yang sedikit. Karena dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa harga surga itu meninggalkan cinta dunia ( hubbud dunya ).

     

    Benar sekali! Kunci kemuliaan hidup yang kedua adalah rela dengan harta dunia yang sedikit. Ini mencerminkan sifat qana’ah (merasa cukup) dan zuhud terhadap dunia.

    Dalam hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Harga surga itu adalah meninggalkan cinta dunia.”
    (HR. Ath-Thabrani)

    Maksudnya, seseorang yang terlalu mencintai dunia sering kali lalai dari tujuan utamanya, yaitu mencari ridha Allah dan kebahagiaan akhirat. Sebaliknya, orang yang rela dengan sedikit harta dunia akan lebih fokus pada amal ibadah, lebih bersyukur, dan hatinya lebih tenang.

    Allah juga berfirman:

    وَلَا تَمُدَّنَّ عَيۡنَيۡكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعۡنَا بِهِۦٓ أَزۡوَٰجٗا مِّنۡهُمۡ زَهۡرَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا لِنَفۡتِنَهُمۡ فِيهِۚ وَرِزۡقُ رَبِّكَ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰ

    “Dan janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka sebagai bunga kehidupan dunia, untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.”(QS. Thaha: 131)

    Orang yang qana’ah tidak akan iri terhadap kekayaan orang lain, tidak gelisah karena dunia, dan akan selalu merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan. Inilah kunci kebahagiaan sejati.

    Semoga kita semua diberikan hati yang lapang dan selalu bersyukur dengan apa yang ada. Aamiin.

    Ketiga. Sangat senang mengerjakan berbagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Kunci kemuliaan hidup yang ketiga adalah sangat senang mengerjakan berbagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya akan menjadikan ketaatan sebagai sumber kebahagiaan. Ia tidak merasa berat dalam beribadah, justru merasa senang dan bersemangat.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Ada tiga perkara yang jika seseorang memilikinya, ia akan merasakan manisnya iman: (1) mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari segala sesuatu, (2) mencintai seseorang hanya karena Allah, dan (3) membenci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilempar ke dalam api.”
    (HR. Bukhari & Muslim)

    Ketaatan ini mencakup berbagai aspek, seperti:
    ✅ Menjaga shalat lima waktu dengan khusyuk
    ✅ Rajin membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya
    ✅ Berpuasa sunnah dan wajib dengan penuh keikhlasan
    ✅ Menjaga akhlak yang baik terhadap sesama
    ✅ Berjuang di jalan Allah dengan harta dan tenaga

    Allah juga berfirman:

    “Barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
    (QS. An-Nisa: 69)

    Dengan mencintai ketaatan, hati akan menjadi tenang, hidup penuh berkah, dan Allah akan mengangkat derajat seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa mencintai ketaatan. Aamiin.

    Keempat. Mencintai orang-orang sholeh dan pelaku kebaikan.

    Kunci kemuliaan hidup yang keempat adalah mencintai orang-orang sholeh dan pelaku kebaikan.

    Mencintai orang-orang sholeh akan membawa keberkahan dalam hidup. Berteman dengan mereka dapat meningkatkan keimanan, memberikan nasihat yang baik, serta menjauhkan kita dari keburukan dan kemaksiatan.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Seseorang itu akan mengikuti agama (perilaku) temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang dia jadikan teman.”
    (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

    Cinta kepada orang-orang sholeh bukan sekadar hubungan duniawi, tetapi karena Allah. Bahkan dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:

    “Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku akan mendapatkan naungan-Ku pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Ku.”
    (HR. Muslim)

    Manfaat mencintai orang-orang sholeh:

    ✅ Dapat meneladani akhlak dan ibadah mereka
    ✅ Selalu mendapatkan nasihat yang membawa kebaikan
    ✅ Terhindar dari pergaulan yang merusak iman
    ✅ Mendapatkan syafaat dan doa dari orang-orang sholeh
    ✅ Berpeluang dikumpulkan bersama mereka di surga

    Allah juga berfirman:

    “Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap wajah-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia.”
    (QS. Al-Kahfi: 28)

    Jadi, jika ingin mendapatkan kemuliaan hidup, pilihlah sahabat yang membawa kita lebih dekat kepada Allah. Semoga kita selalu dikelilingi oleh orang-orang sholeh dan menjadi bagian dari mereka. Aamiin.

    Kelima. Memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT agar memberinya surga dan menjadikan hidupnya berakhir dengan baik.

    Kunci kemuliaan hidup yang kelima adalah memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT agar diberi surga serta husnul khatimah.

    Doa adalah senjata orang beriman dan merupakan wujud ketergantungan seorang hamba kepada Allah. Tanpa pertolongan-Nya, kita tidak akan mampu menjalani kehidupan dengan baik.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.”
    (HR. Tirmidzi)

    Berdoa kepada Allah agar diberikan surga dan akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah) menunjukkan bahwa seseorang memiliki tujuan hidup yang jelas, yaitu kebahagiaan di akhirat.

    Allah juga berfirman:

    “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.’”
    (QS. Ghafir: 60)

    Beberapa doa yang dianjurkan:

    Memohon surga dan dijauhkan dari neraka

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.”
    (HR. Abu Dawud)

    Memohon husnul khatimah

    اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ، وَلاَ تَخْتِمْ عَلَيْنَا بِسُوْءِ الْخَاتِمَةِ
    “Ya Allah, tutupilah akhir hidup kami dengan husnul khatimah, dan jangan Engkau tutup dengan su’ul khatimah.”

    Doa kebaikan dunia dan akhirat

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
    (QS. Al-Baqarah: 201)

    Semoga kita selalu diberikan kemudahan dalam berdoa dan mendapatkan kehidupan yang berkah serta akhir yang husnul khatimah. Aamiin.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    • mareta sugih pratama putri berkata:

      dari artikel ini dpt d tarik kesimpulan bahwa jangan hanya mengejar hal dunia namun tekun kepada pencipta lebih utama

    • Zahrotus salsabil berkata:

      “Artikel yang sangat inspiratif!,memang percaya diri sangat penting untuk kunci kesuksesan.”

    • azka chusnayaina berkata:

      Kemuliaan hidup sejati tidak diukur dari harta, jabatan, atau popularitas, melainkan dari ketakwaan kepada Allah (QS Al-Hujurat: 13). Untuk meraihnya, seseorang harus memperbaiki hubungannya dengan Allah melalui ibadah yang ikhlas, memperbanyak amal saleh, menjaga akhlak dalam pergaulan, serta menebar manfaat bagi sesama. Menjauhi sifat sombong, iri hati, dan cinta dunia secara berlebihan juga bagian dari proses memuliakan diri. Kemuliaan lahir dari hati yang bersih, lisan yang jujur, dan perbuatan yang selaras dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya.”

    • afifatul faiza berkata:

      artikel ini mengedukasi kan bawasan nya sejauh mungkin kita jauh dari tuhan akan ada saat nya juga kita mendekatkan diri kepada Tuhan karna mau bagaimana pun hidup itu adalah punya nya

    • Fiftina berkata:

      Kemuliaan hidup diraih dengan takwa, ilmu, akhlak, amal, dan kesabaran.

    • Qori’atul afifah berkata:

      banyak hal yang bisa menjauhkan kita dri kemaksiatan duniawi, salah satunya dengan cara kita mendekatkan diri kepada Allah SWT

    • Izzatin Nisa berkata:

      Kemuliaan akan datang kepada mereka yang selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah

    • Izzatin Nisa berkata:

      Artikel yang dapat menambah ilmu tentang bagaimana sejatinya manusia hidup bergantung kepada Allah SWT,agar mendapatkan rahmatNya

    • Fasihatul amaliya berkata:

      Semua orang pasti ada usaha untuk bisa mencegah suatu hal yang bermaksiat, tapi mungkin banyak faktor yang membuat seseorang susah untuk melakukan hal tersebut

    • Fasihatul amaliya berkata:

      Semua orang pasti ada usaha untuk bisa mencegah suatu hal yang bermaksiat, tapi mungkin banyak faktor yang membuat seseorang susah untuk melakukan hal tersebut

    • Arlina Pebriyanti berkata:

      Artikel diatas menjelaskan bahwasanya kemuliaan hidup bisa diraih dengan menjauhi hal2 yang dilarang allah dan memperbanyak doa dan dzikir

    • najma khusnul nur'aini berkata:

      pemahaman saya dari artikel ini adalah apabila kita menginginkan kemuliaan dalam hidup maka kita harus mendekatkan diri kepada allah, menambah ketaatan, menjauhi kemaksiatan, mencintai orang orang sholeh serta memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT agar diberi surga serta husnul khatimah.terimaksih bapak,,,banyak ilmu yang saya dapat.

    • Nilam Mabruroh berkata:

      Bacaan diatas mengajarkan kita berapa penting nya kita berdoa kepada Allah.karena sejatinya kita itu milik Allah dan akan kembali kepadanya dan mengharapkan akhir hidup yang khusnul khotimah.

    • Asmaul Lailatul berkata:

      Artikel yang sangat menambah pengetahuan saya yang mana menurut saya dapat saya garis bawah I bahwa kemuliaan hidup itu ketika kita banyak bersyukur, menghindar hal2 maksiat dan mendekatkan diri kepada allah

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top