Ustadzfaqih • Mar 11 2025 • 77 Dilihat

Keutamaan Sholat Berjamaah.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” ( QS. Al-Baqarah (2) : 277)
Sobat. Ayat ini menegaskan tentang perbuatan yang baik yang dapat menghindarkan diri dari perbuatan yang dimurkai Allah.
Allah menyebutkan bahwasanya orang yang mempunyai empat macam sifat, yang tersebut dalam ayat ini, tidak ada kekhawatiran atas diri mereka, dan mereka tidak bersedih hati terhadap segala cobaan yang ditimpakan Allah kepadanya. Empat macam sifat tersebut ialah:
Keempat macam sifat itu dapat menjadi obat untuk menyembuhkan penyakit akibat praktek riba. Bila seseorang telah beriman kepada Allah, dengan iman yang sebenarnya, sekalipun dia sebelumnya adalah pemakan riba, maka iman itu akan mendorongnya ke arah perbuatan yang baik. Imannya itu akan mendorongnya mengerjakan salat dan menunaikan zakat yang merupakan hak orang lain yang ada pada hartanya.
Ayat ini memberi pelajaran kepada pemakan riba yang tidak dapat menguasai dirinya menghentikan perbuatan itu. Seakan-akan Allah berkata, “Hai pemakan riba, berhentilah dari makan riba. Jika kamu telah berniat menghentikannya, sedang kamu sendiri tidak dapat menguasai diri untuk menghentikannya, lakukanlah yang empat macam ini. Jika kamu melakukannya dengan benar pasti dapat menghentikan riba itu.”
Orang-orang yang mempunyai keempat sifat itu tenteram jiwanya, rela terhadap cobaan yang ditimpakan Allah kepadanya. Hal yang demikian tidak akan diperoleh pemakan riba, yang mereka peroleh hanyalah kegelisahan hati, kecemasan, kebimbangan, seperti orang kemasukan setan.
Dalam Kitab Durratun Nasihin diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, ” Barangsiapa melakukan sholat lima waktu berjamaáh, maka dia memperoleh lima perkara : 1. Dia takkan terkena kefakiran di dunia. 2. Allah SWT menghapuskan darinya azab kubur. 3. Dia terima kitab catatannya dengan tangan kanannya.4. Dia lewat di atas shirath bagaikan kilat yang menyambar. dan.5. Allah SWT memasukkan dia ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa azab.
Hadis yang diriwayatkan dalam Kitab Durratun Nasihin ini menggambarkan lima keutamaan besar bagi orang yang selalu menjaga sholat lima waktu secara berjamaah. Berikut penjelasan dari masing-masing keutamaan tersebut:
Sholat berjamaah mendidik kedisiplinan, kebersamaan, dan ketakwaan yang dapat mendatangkan keberkahan dalam rezeki. Allah SWT berfirman:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq [65]: 2-3)
Orang yang menjaga sholat berjamaah akan selalu dekat dengan masjid, komunitas yang baik, dan berkah dalam usahanya.
Sholat berjamaah termasuk amal shalih yang konsisten, yang akan menjadi cahaya dan pelindung di alam kubur. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sholat adalah cahaya…”
(HR. Muslim)
Orang yang istiqamah dalam sholat berjamaah akan mendapat ketenangan dan perlindungan dari siksa kubur.
Menerima catatan amal dengan tangan kanan adalah tanda keberuntungan dan keselamatan di hari kiamat. Allah SWT berfirman:
“Adapun orang yang diberikan kitabnya di tangan kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah.”
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 7-8)
Sholat berjamaah termasuk amal yang paling berat timbangannya, sehingga orang yang menjaganya akan mendapatkan kemuliaan ini.
Shirath adalah jembatan di atas neraka yang harus dilewati oleh semua manusia. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada di antara kalian yang melewatinya seperti kilat, ada yang seperti angin, ada yang seperti burung, ada yang seperti kuda, dan ada yang seperti berjalan biasa…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang selalu menjaga sholat berjamaah akan diberikan kemudahan melewati Shirath dengan sangat cepat dan selamat.
Ini adalah anugerah terbesar bagi seorang hamba. Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentang 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan azab, di antaranya adalah mereka yang penuh tawakkal kepada Allah (HR. Bukhari dan Muslim).
Orang yang menjaga sholat berjamaah adalah mereka yang memiliki ketundukan sempurna kepada Allah, sehingga layak mendapatkan kemuliaan ini.
Hadis ini mengajarkan bahwa sholat berjamaah bukan hanya ibadah, tetapi juga kunci keselamatan di dunia dan akhirat. Dengan melaksanakannya, seorang Muslim akan mendapatkan keberkahan rezeki, keselamatan di alam kubur, kemudahan di hari kiamat, dan kebahagiaan abadi di surga.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang yang istiqamah dalam sholat berjamaah. Aamiin.
Sholat berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam, baik dari segi spiritual, sosial, maupun disiplin dalam beribadah. Dalam tinjauan Al-Quran dan As-Sunnah, berikut adalah beberapa keutamaannya:
Meskipun Al-Quran tidak secara langsung menyebutkan kewajiban sholat berjamaah dalam setiap waktu, namun ada ayat yang menunjukkan pentingnya melaksanakan sholat secara bersama-sama, terutama dalam kondisi tertentu.
“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata mereka…”
(QS. An-Nisa’ [4]: 102)
Ayat ini menunjukkan bahwa dalam kondisi perang pun, sholat berjamaah tetap diutamakan, apalagi dalam kondisi aman dan tenang.
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 43)
Para ulama menafsirkan bahwa perintah ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’ menunjukkan anjuran untuk sholat secara berjamaah.
Dalam hadis-hadis Rasulullah ﷺ, banyak disebutkan keutamaan sholat berjamaah dibandingkan sholat sendirian. Beberapa di antaranya:
“Sholat berjamaah lebih utama dibandingkan sholat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa sholat berjamaah memiliki pahala yang jauh lebih besar dibandingkan sholat sendiri.
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan agar kayu bakar dikumpulkan, lalu aku perintahkan sholat, lalu aku tunjuk seseorang untuk mengimami sholat, kemudian aku pergi kepada orang-orang yang tidak menghadiri sholat berjamaah, lalu aku bakar rumah mereka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar perhatian Rasulullah terhadap sholat berjamaah, bahkan beliau mengancam orang-orang yang sengaja meninggalkannya tanpa uzur.
“Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang munafik selain sholat Isya dan sholat Subuh. Seandainya mereka tahu keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa sholat berjamaah, terutama sholat Subuh dan Isya, adalah tanda keimanan yang kuat dan menjadi pembeda antara orang yang beriman dengan orang munafik.
Selain keutamaan dari sisi pahala, sholat berjamaah juga memiliki manfaat lainnya, di antaranya:
Kesimpulan
Sholat berjamaah adalah ibadah yang sangat ditekankan dalam Islam dengan banyak keutamaan, baik dalam Al-Quran maupun As-Sunnah. Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, sholat berjamaah juga membangun kebersamaan dalam masyarakat serta menjadi tanda keimanan seseorang. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya berusaha untuk selalu melaksanakan sholat berjamaah, khususnya di masjid bagi laki-laki, dan tidak meremehkan keutamaannya.
Wallahu a’lam.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.