Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Keutamaan Manusia adalah Aqalnya.

    Apr 10 202572 Dilihat

    Keutamaan Manusia adalah Aqalnya.

    Benar sekali. Ungkapan “Keutamaan manusia adalah akalnya” menggambarkan bahwa yang membedakan manusia dari makhluk lainnya adalah akal atau kemampuan berpikirnya. Dengan akal, manusia bisa:

    • Membedakan antara baik dan buruk
    • Membuat keputusan yang bijak
    • Mengembangkan ilmu pengetahuan
    • Mengelola emosi dan nafsu
    • Menjalin hubungan sosial yang harmonis

    Dalam banyak tradisi filsafat dan agama, akal dianggap sebagai anugerah tertinggi yang diberikan kepada manusia. Bahkan dalam Islam misalnya, banyak ayat Al-Qur’an yang menyeru manusia untuk “berpikir”, “merenung”, dan “menggunakan akal”.

    Manusia yang Paling Utama adalah Manusia yang berakal dalam Al-Quran

    Ya, dalam Al-Qur’an, akal memiliki posisi yang sangat tinggi. Meskipun kata “akal” (عقل) sendiri dalam bentuk kata benda tidak sering muncul secara langsung, Al-Qur’an sangat sering menggunakan bentuk-bentuk kata kerja yang mengacu pada berpikir, memahami, dan merenung, seperti:

    • يَعْقِلُونَ (ya‘qilūn) – mereka yang menggunakan akal
    • يَتَفَكَّرُونَ (yatafakkarūn) – mereka yang berpikir
    • أُولِي الْأَلْبَابِ (ulū al-albāb) – orang-orang yang memiliki inti akal (orang cerdas)

    Berikut beberapa ayat yang menunjukkan keutamaan orang yang berakal:

     

    1. Surah Az-Zumar (39:9)

    قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

    “Katakanlah: ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya hanya orang yang berakal (Ulul Albab) yang dapat menerima pelajaran.”

    Makna: Orang yang berilmu dan berakal memiliki kedudukan yang lebih tinggi karena merekalah yang dapat mengambil pelajaran dan hikmah.

     

    1. Surah Al-Baqarah (2:269)

    يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

    “Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki, dan barang siapa diberi hikmah, sungguh, dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.”

    Makna: Hikmah (kebijaksanaan) adalah anugerah besar, dan hanya orang berakal yang bisa memanfaatkannya.

     

    1. Surah Ali Imran (3:190-191)

    إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

    “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”

    Makna: Alam semesta menjadi bahan renungan bagi mereka yang berpikir—bukti bahwa akal adalah alat utama memahami tanda-tanda kebesaran Tuhan.

     

    Kesimpulan:

    Manusia paling utama dalam pandangan Al-Qur’an adalah yang menggunakan akalnya untuk mencari kebenaran, mengenal Tuhan, dan berbuat kebajikan. Akal bukan sekadar alat berpikir, tapi juga tanggung jawab.

    Ciri-ciri manusia yang disebut dalam AL-Quran Ulul Albab.

    Pertanyaan yang bagus banget! Dalam Al-Qur’an, “Ulul Albab” (أُولُو الْأَلْبَابِ) adalah sebutan istimewa bagi orang-orang yang memiliki akal yang jernih, tajam, dan dipakai untuk merenung serta mendekat kepada Allah. Mereka ini bukan cuma cerdas intelektual, tapi juga cerdas spiritual dan moral.

    Berikut ini adalah ciri-ciri Ulul Albab berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an:

     

    1. Selalu Mengingat Allah dalam Segala Keadaan

    Surah Ali Imran (3:191):

    “Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi…”

    Ciri: Hati mereka selalu terhubung dengan Allah, zikir dalam semua kondisi.

     

    1. Merenungi dan Memikirkan Tanda-Tanda Kebesaran Allah (Tadabbur)

    Masih di Ali Imran (3:191):

    “…seraya berkata: ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.'”

    Ciri: Mereka suka berpikir dalam-dalam tentang alam, kehidupan, dan makna di balik ciptaan Allah.

     

    1. Mau Belajar dan Mengambil Pelajaran

    Surah Az-Zumar (39:9):

    “…Sesungguhnya hanya orang yang berakal (Ulul Albab) yang dapat menerima pelajaran.”

    Ciri: Terbuka terhadap ilmu dan nasehat, bukan keras kepala atau sombong.

     

    1. Meminta Perlindungan dari Neraka dan Mengharapkan Surga

    Ali Imran (3:191-194) menggambarkan doa mereka:

    “…Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar orang yang menyeru kepada iman… maka ampunilah dosa-dosa kami…”

    Ciri: Hatinya lembut, sadar akan akhirat, dan selalu memohon ampun.

     

    5. Berusaha Menjadi Orang Baik dalam Amal Perbuatan

    Surah Az-Zumar (39:18):

    “Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, dan mereka itulah Ulul Albab.”

    Ciri: Selektif dalam menerima informasi dan selalu memilih jalan terbaik, bukan ikut-ikutan.

     

    1. Menepati Janji dan Sabar dalam Ujian

    Surah Ar-Ra’d (13:19-22):

    “Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan rezeki…”

    Ciri: Konsisten, sabar, amanah, dan dermawan.

     

    Kesimpulan:

    Ulul Albab adalah pribadi yang seimbang: akalnya tajam, hatinya bersih, dan amalnya nyata. Mereka bukan hanya pintar, tapi bijak. Bukan hanya tahu, tapi paham. Dan bukan hanya paham, tapi bertindak.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top