Ustadzfaqih • Okt 22 2024 • 306 Dilihat

Keistemewaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Â
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dua masjid paling suci dalam Islam, yang memiliki keistimewaan dan keutamaan luar biasa. Keduanya menjadi tujuan utama bagi umat Muslim yang menunaikan ibadah haji dan umrah, serta menjadi tempat yang sangat istimewa untuk beribadah sepanjang tahun. Berikut adalah beberapa keistimewaan dari masing-masing masjid:
Keistimewaan Masjidil Haram (Makkah)
Masjidil Haram terletak di kota Makkah, dan di dalamnya terdapat Ka’bah, yang merupakan kiblat bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Masjid ini memiliki status sebagai masjid paling mulia di muka bumi.
Ka’bah adalah Baitullah (Rumah Allah) yang pertama kali dibangun untuk manusia sebagai tempat ibadah, dan seluruh umat Islam menghadap ke arahnya saat shalat.
Beribadah di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang sangat besar, khususnya dalam hal pahala. Rasulullah SAW bersabda:
“Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di tempat lain.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Ini berarti setiap shalat yang dilakukan di Masjidil Haram memiliki pahala setara dengan 100.000 shalat yang dilakukan di masjid lain. Keutamaan ini tidak hanya berlaku untuk shalat, tetapi juga untuk semua bentuk ibadah yang dilakukan di Masjidil Haram.
Masjidil Haram, terutama di sekitar Ka’bah, merupakan tempat yang sangat mustajab untuk berdoa. Tempat-tempat khusus seperti Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah) dan Hijr Ismail adalah area yang diyakini memiliki keutamaan khusus untuk berdoa. Doa yang dipanjatkan di tempat-tempat ini seringkali diyakini lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Salah satu keistimewaan yang unik dari Masjidil Haram adalah thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah. Thawaf hanya bisa dilakukan di Masjidil Haram, dan ini merupakan bagian penting dari ibadah haji dan umrah. Thawaf mencerminkan penyatuan umat Islam dalam penghambaan kepada Allah, berputar mengelilingi Ka’bah sebagai pusat ibadah mereka.
Berada di Masjidil Haram menghadirkan suasana spiritual yang sangat mendalam, karena tempat ini menjadi simbol ketaatan umat Islam dari berbagai belahan dunia. Masjid ini selalu dipenuhi oleh jamaah dari berbagai bangsa dan suku yang datang untuk mempersembahkan ibadah mereka kepada Allah SWT, mencerminkan kesatuan umat Islam global.
Masjidil Haram memiliki aturan yang sangat khusus. Orang yang tidak beragama Islam tidak diizinkan untuk memasukinya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.”
(QS. At-Taubah: 28)
Keistimewaan Masjid Nabawi (Madinah)
Masjid Nabawi berada di kota Madinah dan merupakan masjid kedua paling suci dalam Islam. Masjid ini memiliki keistimewaan karena merupakan tempat di mana Rasulullah SAW membangun pusat dakwah Islam dan tempat beliau dimakamkan.
Shalat di Masjid Nabawi memiliki pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Shalat di masjidku ini lebih utama daripada 1.000 shalat di masjid lainnya, kecuali di Masjidil Haram.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Pahala berlipat ganda ini menunjukkan betapa mulianya ibadah yang dilakukan di Masjid Nabawi. Umat Muslim yang berkesempatan shalat di sini mendapatkan keistimewaan besar dari Allah SWT.
Di dalam Masjid Nabawi terdapat area yang sangat istimewa yang disebut Raudhah (taman surga). Rasulullah SAW bersabda:
“Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Raudhah adalah tempat yang sangat dianjurkan untuk berdoa, karena area ini diyakini sebagai salah satu tempat paling mustajab. Banyak jamaah yang datang untuk berdoa di sini dengan harapan doa mereka dikabulkan oleh Allah SWT.
Salah satu keistimewaan terbesar dari Masjid Nabawi adalah keberadaan makam Rasulullah SAW. Beliau dimakamkan di dalam masjid, di sebelah Raudhah. Banyak jamaah yang datang untuk mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW sebagai bentuk penghormatan, meskipun dalam Islam tidak diperbolehkan untuk berdoa kepada makam. Ucapan salam ini adalah bagian dari kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Masjid Nabawi memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, karena masjid ini dibangun langsung oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya setelah hijrah ke Madinah. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pemerintahan selama masa awal Islam.
Dari Masjid Nabawi, ajaran Islam tersebar ke seluruh dunia. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah yang memainkan peran penting dalam menyebarkan ajaran Islam. Masjid Nabawi juga menjadi pusat pembelajaran Islam, di mana para sahabat belajar langsung dari Nabi Muhammad SAW.
Kesimpulan
Kedua masjid, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, memiliki keistimewaan yang luar biasa dan kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Beribadah di kedua masjid ini tidak hanya membawa pahala yang besar, tetapi juga mendatangkan ketenangan jiwa dan perasaan dekat dengan Allah SWT. Tempat-tempat ini adalah pusat spiritual bagi umat Islam di seluruh dunia, di mana setiap doa yang dipanjatkan dengan tulus memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.