Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Jangan Pernah berharap penuh, sedikit atau banyak kecuali kepada Allah.

    Des 25 2024160 Dilihat

    Jangan Pernah berharap penuh, sedikit atau banyak kecuali kepada Allah.

     

    Pernyataan “Jangan pernah berharap penuh, sedikit atau banyak kecuali kepada Allah” adalah ajakan untuk meletakkan tawakal (kebergantungan) sepenuhnya kepada Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. Konsep ini sangat penting dalam Islam, karena mengajarkan manusia untuk tidak menggantungkan harapan kepada makhluk, tetapi hanya kepada Sang Pencipta yang Maha Kuasa.

    Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang makna dan implikasi dari pernyataan tersebut:

     

    1. Hanya Allah yang Maha Kuasa Mengabulkan Harapan
    • Sumber Segala Kebaikan
      Allah SWT adalah pemilik segala sesuatu dan pengatur segala urusan. Berharap kepada selain-Nya berarti menggantungkan diri pada sesuatu yang lemah dan tidak memiliki kuasa apa-apa. Allah berfirman:

    “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”
    (QS. Al-Maidah: 23)

    • Makhluk adalah Perantara, Bukan Sumber
      Segala bantuan atau rezeki yang kita terima dari manusia hanyalah perantara dari Allah. Jika kita berharap kepada manusia, maka kita mudah kecewa, tetapi jika berharap kepada Allah, kita akan selalu merasa cukup.

     

    1. Mencegah Kecewa dan Putus Asa
    • Manusia Penuh Keterbatasan
      Jika kita bergantung kepada manusia, kita rentan terhadap kekecewaan, karena manusia memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan atau harapan kita. Sebaliknya, berharap kepada Allah memberi kekuatan, karena Allah tidak pernah mengecewakan hamba-Nya yang bergantung kepada-Nya.
    • Menghindari Ketergantungan
      Harapan kepada selain Allah dapat menimbulkan ketergantungan yang melemahkan jiwa. Hal ini bertentangan dengan prinsip ‘izzah (kemuliaan diri) seorang Muslim yang hanya tunduk kepada Allah.

     

    1. Tawakal adalah Bukti Keimanan
    • Menguatkan Hubungan dengan Allah
      Rasulullah SAW bersabda:

    “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung: mereka pergi pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore dalam keadaan kenyang.”
    (HR. Tirmidzi)

    Dengan menggantungkan harapan kepada Allah, kita menunjukkan keimanan dan keyakinan yang kuat bahwa hanya Allah yang mampu mengatur takdir.

    • Berharap dengan Amal dan Doa
      Tawakal tidak berarti pasrah tanpa usaha. Seorang Muslim harus tetap berikhtiar dan berdoa, sambil menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.

     

    1. Dampak Berharap Hanya kepada Allah
    • Ketenangan Jiwa
      Seseorang yang berharap hanya kepada Allah akan merasa tenang, karena ia tahu bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.
    • Kemandirian dan Kekokohan Hati
      Dengan tidak menggantungkan harapan kepada manusia, seorang Muslim menjadi mandiri secara mental dan kokoh dalam menghadapi cobaan hidup.
    • Keberkahan dalam Kehidupan
      Allah akan menolong siapa saja yang sepenuhnya bergantung kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:

    “Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan keperluannya.”
    (QS. At-Thalaq: 3)

     

    1. Nasihat Praktis untuk Berharap Hanya kepada Allah
    • Perbanyak Zikir dan Doa: Menguatkan hubungan dengan Allah melalui ibadah akan membantu hati lebih mudah bergantung kepada-Nya.
    • Hindari Menggantungkan Diri pada Makhluk: Berusaha untuk mandiri secara mental dan emosional, serta memohon pertolongan Allah dalam setiap kebutuhan.
    • Ingat Keterbatasan Manusia: Sadar bahwa makhluk hanyalah alat yang digunakan Allah untuk menyampaikan rezeki dan bantuan.

     

    Kesimpulan

    Berharap penuh, sedikit, atau banyak hanya kepada Allah adalah bentuk tawakal yang sejati. Harapan kepada Allah tidak pernah sia-sia, karena Dia adalah Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Kuasa. Dengan menggantungkan semua harapan kepada Allah, seorang Muslim akan mendapatkan ketenangan, kekuatan, dan keberkahan dalam hidup.

    Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk bertawakal hanya kepada Allah dalam setiap keadaan.

     

    Sesungguhnya Allah senantiasa bersama kita.

    Pernyataan “Sesungguhnya Allah senantiasa bersama kita” adalah pengingat yang penuh makna tentang kehadiran Allah SWT yang selalu dekat dengan hamba-Nya. Konsep ini memberikan ketenangan, kekuatan, dan keyakinan bahwa dalam setiap langkah, Allah selalu mengawasi, menolong, dan membimbing kita, baik dalam suka maupun duka.

    Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang makna mendalam dari pernyataan tersebut:

     

    1. Kedekatan Allah dengan Hamba-Nya
    • Kehadiran Allah dalam Segala Keadaan
      Allah SWT berfirman:

    “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
    (QS. Qaf: 16)

    Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah jauh dari hamba-Nya. Kehadiran-Nya mencakup pengawasan, pengetahuan, dan kasih sayang-Nya terhadap setiap makhluk.

    • Allah Bersama Orang yang Bertakwa
      Allah juga menyatakan bahwa Dia bersama orang-orang yang bertakwa dan berbuat kebaikan:

    “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”
    (QS. An-Nahl: 128)

     

    1. Makna “Bersama Allah”
    • Pengawasan dan Pengetahuan-Nya
      Allah mengetahui segala sesuatu yang terjadi, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tidak ada satu pun dari perbuatan atau pikiran manusia yang luput dari pengetahuan Allah.
    • Pertolongan dan Perlindungan-Nya
      Ketika seseorang berada dalam kesulitan atau merasa sendirian, ingatlah bahwa Allah senantiasa hadir untuk memberikan pertolongan. Hal ini sebagaimana diyakini Nabi Muhammad SAW saat hijrah, ketika beliau menenangkan Abu Bakar ra. di gua Tsur:

    “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
    (QS. At-Taubah: 40)

    • Bimbingan dan Petunjuk-Nya
      Allah membimbing hamba-hamba-Nya melalui wahyu, hati nurani, dan hikmah yang diberikan kepada mereka yang berserah diri kepada-Nya.

     

    1. Dampak Keyakinan bahwa Allah Senantiasa Bersama Kita
    • Ketenangan Hati
      Menyadari kehadiran Allah membantu hati merasa tenang, meskipun menghadapi berbagai ujian dan tantangan dalam hidup.
    • Menghindari Perbuatan Dosa
      Dengan memahami bahwa Allah selalu melihat dan mengetahui, seorang Muslim akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjauhi hal-hal yang dilarang.
    • Motivasi untuk Beramal Baik
      Keyakinan bahwa Allah senantiasa bersama kita mendorong untuk selalu berbuat kebaikan, karena merasa selalu berada dalam pengawasan dan rahmat-Nya.
    • Kekuatan dalam Ujian
      Dalam menghadapi cobaan hidup, keyakinan ini memberikan kekuatan luar biasa. Sebab, seseorang yang merasa Allah bersamanya tidak akan mudah putus asa.

     

    1. Cara Merasakan Kebersamaan dengan Allah
    • Bertakwa kepada Allah: Melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya adalah cara untuk merasakan kedekatan dengan Allah.
    • Memperbanyak Zikir: Zikir adalah cara untuk mengingat Allah dalam setiap situasi, sebagaimana Allah berfirman:

    “Maka ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.”
    (QS. Al-Baqarah: 152)

    • Berdoa dan Berserah Diri: Memohon kepada Allah dalam doa menunjukkan kebergantungan kita kepada-Nya dan pengakuan bahwa Dia selalu ada untuk kita.

     

    1. Kesimpulan

    Keyakinan bahwa “Allah senantiasa bersama kita” adalah landasan keimanan yang memberikan kekuatan dan arah dalam hidup. Kehadiran Allah yang terus-menerus menjadi sumber ketenangan, pertolongan, dan bimbingan. Dengan hidup dalam kesadaran akan kebersamaan ini, kita akan lebih mudah menjalani kehidupan dengan penuh keikhlasan, tawakal, dan optimisme.

    Semoga Allah senantiasa menjaga kita dalam rahmat-Nya dan memberikan keyakinan yang kuat bahwa Dia selalu ada bersama kita.

    ( DR Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )

     

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top