Ustadzfaqih • Des 25 2024 • 160 Dilihat

Jangan Pernah berharap penuh, sedikit atau banyak kecuali kepada Allah.
Pernyataan “Jangan pernah berharap penuh, sedikit atau banyak kecuali kepada Allah” adalah ajakan untuk meletakkan tawakal (kebergantungan) sepenuhnya kepada Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. Konsep ini sangat penting dalam Islam, karena mengajarkan manusia untuk tidak menggantungkan harapan kepada makhluk, tetapi hanya kepada Sang Pencipta yang Maha Kuasa.
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang makna dan implikasi dari pernyataan tersebut:
“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”
(QS. Al-Maidah: 23)
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung: mereka pergi pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore dalam keadaan kenyang.”
(HR. Tirmidzi)
Dengan menggantungkan harapan kepada Allah, kita menunjukkan keimanan dan keyakinan yang kuat bahwa hanya Allah yang mampu mengatur takdir.
“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan keperluannya.”
(QS. At-Thalaq: 3)
Kesimpulan
Berharap penuh, sedikit, atau banyak hanya kepada Allah adalah bentuk tawakal yang sejati. Harapan kepada Allah tidak pernah sia-sia, karena Dia adalah Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Kuasa. Dengan menggantungkan semua harapan kepada Allah, seorang Muslim akan mendapatkan ketenangan, kekuatan, dan keberkahan dalam hidup.
Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk bertawakal hanya kepada Allah dalam setiap keadaan.
Sesungguhnya Allah senantiasa bersama kita.
Pernyataan “Sesungguhnya Allah senantiasa bersama kita” adalah pengingat yang penuh makna tentang kehadiran Allah SWT yang selalu dekat dengan hamba-Nya. Konsep ini memberikan ketenangan, kekuatan, dan keyakinan bahwa dalam setiap langkah, Allah selalu mengawasi, menolong, dan membimbing kita, baik dalam suka maupun duka.
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang makna mendalam dari pernyataan tersebut:
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
(QS. Qaf: 16)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah jauh dari hamba-Nya. Kehadiran-Nya mencakup pengawasan, pengetahuan, dan kasih sayang-Nya terhadap setiap makhluk.
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. An-Nahl: 128)
“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
(QS. At-Taubah: 40)
“Maka ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.”
(QS. Al-Baqarah: 152)
Keyakinan bahwa “Allah senantiasa bersama kita” adalah landasan keimanan yang memberikan kekuatan dan arah dalam hidup. Kehadiran Allah yang terus-menerus menjadi sumber ketenangan, pertolongan, dan bimbingan. Dengan hidup dalam kesadaran akan kebersamaan ini, kita akan lebih mudah menjalani kehidupan dengan penuh keikhlasan, tawakal, dan optimisme.
Semoga Allah senantiasa menjaga kita dalam rahmat-Nya dan memberikan keyakinan yang kuat bahwa Dia selalu ada bersama kita.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.