Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Jangan Mengeluh Agar Bahagiamu Penuh.

    Mar 16 2025194 Dilihat

    “Jangan Mengeluh Agar Bahagiamu Penuh” – Nasehat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

     

    Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang ulama sufi besar, memberikan banyak nasihat berharga dalam kehidupan. Salah satu ajarannya adalah pentingnya bersabar dan tidak mengeluh, karena mengeluh justru bisa menghalangi kebahagiaan sejati.

    Mengapa Kita Tidak Boleh Sering Mengeluh?

    1. Mengeluh Menjadikan Hati Gelisah
      • Ketika kita terus-menerus mengeluh, kita justru memperbesar masalah di dalam pikiran kita sendiri.
      • Hati menjadi gelisah dan sulit menemukan ketenangan.
    2. Mengeluh Tidak Mengubah Keadaan
      • Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah, justru hanya menambah kesedihan dan kegelisahan.
      • Sebaliknya, bersabar dan mencari solusi adalah kunci menghadapi ujian hidup.
    3. Mengeluh Bisa Mengurangi Rasa Syukur
      • Orang yang sering mengeluh cenderung lupa akan nikmat yang sudah Allah berikan.
      • Jika kita lebih fokus pada mensyukuri nikmat, maka kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.

    Bagaimana Cara Menghindari Kebiasaan Mengeluh?

    1. Perbanyak Dzikir dan Doa
      • Ingatlah bahwa setiap ujian datang dari Allah dan pasti ada hikmahnya.
      • Doa yang diajarkan Rasulullah:
        “Ya Allah, jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu dan berkahilah aku dalam segala keadaan.”
    2. Latih Diri untuk Bersabar
      • Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berkata:
        “Jika kamu bersabar atas ujian, maka Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik.”
    3. Fokus pada Solusi, Bukan Masalah
      • Daripada mengeluh, lebih baik mencari cara untuk memperbaiki keadaan.
      • Hadapi hidup dengan pola pikir positif dan tawakal kepada Allah.
    4. Selalu Bersyukur dalam Setiap Keadaan
      • Rasulullah ﷺ bersabda:
        “Sungguh menakjubkan keadaan orang beriman! Jika ia mendapat nikmat, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa musibah, ia bersabar, maka itu juga baik baginya.” ( Muslim)

    Kesimpulan

    • Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi hanya menambah beban hati.
    • Bersabar dan bersyukur adalah kunci mendapatkan kebahagiaan sejati.
    • Allah selalu bersama orang-orang yang sabar dan ridha terhadap takdir-Nya.

    Mari kita kurangi keluhan dan perbanyak syukur, sabar, dan ikhtiar agar hidup lebih tenang dan bahagia.

    Betapa banyak nikmat yang telah kau terima dan tak kausadari!

    Benar sekali! Betapa banyak nikmat yang telah kita terima, tetapi sering kali kita tidak menyadarinya.

    Nikmat Allah yang Sering Terlupakan

    1. Nikmat Sehat
      • Baru terasa berharganya ketika sakit.
      • Bisa bernapas, berjalan, makan, dan tidur dengan nyaman adalah nikmat besar.
    2. Nikmat Waktu
      • Setiap detik yang kita miliki adalah kesempatan untuk berbuat baik.
      • Rasulullah ﷺ bersabda:
        “Ada dua nikmat yang banyak dilalaikan oleh manusia: kesehatan dan waktu luang.” ( Bukhari)
    3. Nikmat Iman dan Islam
      • Tidak semua orang diberi petunjuk untuk mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya.
      • Ini adalah nikmat terbesar yang harus selalu kita syukuri.
    4. Nikmat Keluarga dan Orang-orang yang Peduli
      • Kadang kita lupa bahwa memiliki keluarga, teman, dan orang-orang yang menyayangi kita adalah karunia besar.
    5. Nikmat Rezeki
      • Berapa banyak orang yang masih kesulitan makan?
      • Apa yang kita miliki hari ini adalah nikmat yang patut kita syukuri, sekecil apa pun itu.

    Bagaimana Cara Menyadari dan Mensyukuri Nikmat?

    1. Selalu Mengingat Allah dalam Segala Hal
      • Ucapkan Alhamdulillah atas setiap kebaikan yang kita terima.
    2. Melihat ke Bawah, Bukan ke Atas
      • Rasulullah ﷺ bersabda:
        “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia) dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” ( Muslim)
    3. Gunakan Nikmat untuk Kebaikan
      • Jika sehat, gunakan untuk ibadah.
      • Jika punya harta, gunakan untuk berbagi.
      • Jika punya ilmu, gunakan untuk mengajarkan.

    Kesimpulan

    Nikmat Allah begitu banyak, bahkan lebih dari yang bisa kita hitung! Jangan sampai kita baru menyadarinya ketika nikmat itu hilang.

    Mari perbanyak syukur, karena syukur akan mendatangkan lebih banyak keberkahan.

     “Dan jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7)

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    • mareta sugih pratama putri berkata:

      mengeluh hnya menunjukkan bahwa dirimu tdk ikhlas dalam menjalani suatu hal

    • azka chusnayaina berkata:

      Artikel ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Menanamkan sikap syukur dan menjauhi keluhan bukan hanya memperkuat keimanan, tetapi juga membentuk mental yang tangguh dan positif. Syukur menunjukkan penerimaan terhadap takdir Allah dan keyakinan bahwa segala sesuatu memiliki hikmah, sedangkan mengeluh terus-menerus justru membuka pintu ketidakpuasan dan melemahkan semangat hidup. Penulis berhasil mengingatkan pembaca bahwa dengan memperbanyak syukur, hati menjadi lapang, dan kehidupan terasa lebih ringan, bahkan di tengah ujian. Artikel ini dapat menjadi pengingat yang menyentuh, terutama di masa-masa sulit.

    • afifatul faiza berkata:

      setuju pak terkadang kita kalau di kasih cobaan suka mengeluh padahal kalau bersyukur insyallah dapat ganjaran dru allah

    • Qori’atul afifah berkata:

      manusia itu tidak jauh dari yang namanya kesalahan tetapi menyalahkan diri sendiri dan mengeluh atas apa yg menimpa kita juga bukan solsusi yang baik, maka dari itu bersyukur dan ikhlas dengan apa yang terjadi pada diri itu bentuk dari keimanan kita atas semua yang di berikan Allah kepada kita

    • Fiftina berkata:

      kurangi bahkan jika bisa hilangkan sifat mengeluh, karena kebahagiaan sejati datang dari hati yang ikhlas, bersyukur, dan dekat dengan Allah dalam segala keadaan

    • Izzatin Nisa berkata:

      Nikmat yg harus kita lakukan adalah mensyukuri atas segala yang telah Allah berikan

    • najma khusnul nur'aini berkata:

      nikmat allah itu sangat banyak jadi ganti mengeluhmu dengan banyak bersyukur, untuk memperoleh kebahagiaan hidup

    • Nilam Mabruroh berkata:

      Banyak nikmat yang telah allah berikan kepada hambanya maka tidak pantas jika kita terus terusan mengeluh. Seharusnya kita bisa mengurangi untuk mengeluh sesuai dengan cara yang telah dijelaskan diatas.

    • Nilam Mabruroh berkata:

      Banyak nikmat yang telah diberikan oleh allah kepada hambanya, maka kita tidak pantas untuk terus menerus mengeluh, maka kita harus mengurangi mengeluh dengan cara yang telah disebutkan diatas.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top