Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Jalan Menggapai Keridhaan Allah.

    Feb 05 2025110 Dilihat

    Jalan Menggapai Keridhaan Allah.

     

    Jalan Menggapai Keridhaan Allah adalah kemampuan mengendalikan hawa nafsu dan tidak memperturutkannya.

    Sobat , menggapai keridhaan Allah SWT salah satunya adalah dengan mengendalikan hawa nafsu dan tidak memperturutkannya. Hawa nafsu sering kali menjadi penghalang utama dalam perjalanan spiritual seorang Muslim. Berikut adalah beberapa cara untuk mengendalikannya:

    1. Memperkuat Keimanan dan Takwa
    • Meningkatkan ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir agar hati semakin dekat dengan Allah.
    • Mengingat tujuan hidup bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat: 56).
    • Menanamkan rasa takut kepada Allah (khauf) dan berharap rahmat-Nya (raja’), agar tidak mudah tergoda oleh hawa nafsu.
    1. Meningkatkan Kesabaran dan Pengendalian Diri
    • Latihan puasa secara rutin (misalnya puasa sunnah) untuk melatih diri menahan godaan nafsu makan, amarah, dan keinginan duniawi.
    • Menjauh dari lingkungan negatif yang dapat memancing hawa nafsu dan menjerumuskan ke dalam kemaksiatan.
    • Mengendalikan emosi dan amarah, karena amarah adalah bagian dari dorongan nafsu yang sering kali membawa seseorang ke dalam dosa.
    1. Memperbanyak Taubat dan Istighfar
    • Bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha) ketika tergelincir dalam dosa.
    • Memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan dan hawa nafsu yang menyesatkan.
    1. Menghindari Syahwat dan Godaan Duniawi Berlebihan
    • Menjaga pandangan (ghaddul bashar) dari hal-hal yang dapat menimbulkan godaan dan maksiat.
    • Tidak berlebihan dalam urusan dunia seperti harta, makanan, atau hiburan yang dapat melalaikan dari mengingat Allah.
    • Memilih pergaulan yang baik agar selalu mendapat pengaruh positif dalam menjalankan ketaatan.
    1. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Teladan
    • Rasulullah SAW adalah manusia terbaik dalam mengendalikan hawa nafsu. Beliau bersabda:
      “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Dengan mengendalikan hawa nafsu dan tidak memperturutkannya, insyaAllah kita dapat meraih keridhaan Allah dan menjalani kehidupan yang lebih tenang serta penuh keberkahan.

    “ Pangkal segala ketaatan, kesadaran dan keterjagaan dari keharaman adalah pengekangan terhadap hawa nafsu.” Nasehat Ibnu Athaillah.

    Benar, pangkal segala ketaatan, kesadaran, dan keterjagaan dari keharaman adalah pengekangan terhadap hawa nafsu. Hawa nafsu adalah salah satu ujian terbesar bagi manusia, dan keberhasilan seseorang dalam mengendalikannya menentukan kualitas keimanannya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pengendalian hawa nafsu menjadi kunci utama dalam ketaatan kepada Allah:

    1. Menghindarkan Diri dari Dosa dan Maksiat
    • Hawa nafsu sering kali mendorong manusia kepada keburukan (QS. Yusuf: 53), sehingga mengendalikannya adalah bentuk perlindungan dari perbuatan haram.
    • Kehati-hatian dalam bertindak dan berpikir sebelum melakukan sesuatu dapat mencegah kita dari terjerumus ke dalam dosa.
    1. Meningkatkan Ketaatan kepada Allah
    • Orang yang mampu mengekang hawa nafsunya lebih mudah menjalankan ibadah dengan ikhlas dan konsisten.
    • Menghindari kemalasan dan ketidakpedulian terhadap perintah Allah, seperti dalam shalat, puasa, dan sedekah.
    1. Menanamkan Kesadaran Diri (Muraqabah)
    • Seseorang yang selalu merasa diawasi oleh Allah akan lebih mudah menahan hawa nafsu dan menghindari perbuatan maksiat.
    • Muraqabah melahirkan ketakwaan, yang merupakan kunci untuk tetap berada di jalan yang benar.
    1. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri
    • Kesabaran dalam menahan diri dari hal-hal yang diharamkan membawa keberkahan dalam hidup.
    • Kesabaran dalam ketaatan menjaga kita tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah.
    1. Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat
    • Allah menjanjikan surga bagi mereka yang mampu menahan hawa nafsunya:
      “Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 40-41)
    • Dengan mengekang hawa nafsu, seseorang akan hidup lebih tenang, damai, dan mendapatkan ridha Allah.

    Mengendalikan hawa nafsu adalah pintu utama menuju ketaatan dan keselamatan dari dosa. Dengan terus berusaha mengontrolnya melalui ibadah, kesabaran, dan ketakwaan, kita akan lebih mudah menjaga diri dari keharaman dan meraih kebahagiaan sejati.

    Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk menahan hawa nafsu dan selalu istiqamah di jalan-Nya.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top