Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Ilmu : Warisan Langit dan Cahaya Kehidupan.

    Mei 07 2025135 Dilihat

    Ilmu: Warisan Langit dan Cahaya Kehidupan

    Meneladani Rasulullah SAW sebagai Guru Umat dan Menjaga Warisan Para Nabi

    Oleh: Dr. Nasrul Syarif, M.Si.

    “Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang besar.”
    — (HR. Abu Dawud)

     

    Pendahuluan: Ilmu Sebagai Warisan Kenabian

    Sejarah manusia adalah sejarah ilmu. Di setiap zaman, Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk membawa petunjuk, bukan dengan pedang atau harta, tetapi dengan ilmu—warisan langit yang membebaskan manusia dari gelapnya kejahilan dan menuntunnya menuju cahaya iman.

    Ilmu adalah pusaka agung para nabi. Tidak ada peninggalan yang lebih mulia daripada ilmu yang mereka bawa. Bukan kekuasaan, bukan kejayaan duniawi, tapi ilmu yang menjadi jembatan antara bumi dan langit, antara hamba dan Rabb-nya.

    Dalam konteks Islam, Rasulullah Muhammad SAW adalah guru terbesar umat manusia. Ia menyampaikan wahyu, mengajarkan Al-Qur’an, menyucikan jiwa, dan membimbing umat dengan ilmu yang mencerahkan. Maka, untuk memahami hakikat Islam, kita harus memuliakan ilmu sebagaimana Rasulullah memuliakannya.

     

    1. Ilmu adalah Jalan Menuju Pengenalan terhadap Allah SWT

    Allah SWT tidak disembah kecuali dengan ilmu. Segala bentuk ibadah, dari salat hingga zakat, dari puasa hingga haji, membutuhkan pengetahuan yang benar agar diterima. Tanpa ilmu, ibadah bisa menjadi kesesatan yang tidak disadari.

    Allah SWT berfirman:

    “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah”
    (QS. Muhammad: 19)

    Perintah pertama bukanlah “sembahlah”, melainkan “ketahuilah”. Inilah bukti bahwa ilmu adalah fondasi ibadah, dan bukan sekadar pelengkap. Seseorang yang mengenal Allah melalui ilmu akan menyembah-Nya dengan penuh cinta dan keyakinan, bukan dengan rasa takut semata atau sekadar rutinitas.

     

    1. Ilmu adalah Timbangan Keadilan dan Pilar Peradaban

    Dengan ilmu, hukum ditegakkan, keadilan ditimbang, dan syariat dijalankan. Ilmu mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, serta hubungan antar sesama. Dalam setiap detil kehidupan, dari ekonomi hingga keluarga, dari akhlak pribadi hingga tata negara, Islam menawarkan sistem yang bersumber dari wahyu—dan dipahami melalui ilmu.

    Tanpa ilmu, kekacauan merajalela. Kebodohan menjadi sebab utama kerusakan di muka bumi. Oleh karena itu, Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu:

    “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
    (QS. Al-Mujadilah: 11)

     

    1. Jibril Turun dengan Ilmu, Bukan Harta atau Kekuasaan

    Ketika wahyu pertama turun, tidak ada perintah untuk menguasai atau mengumpulkan harta. Yang datang adalah kata “Iqra’”, bacalah! Sebuah panggilan langit yang menandai revolusi peradaban dengan pena, ilmu, dan akal.

    Jibril turun dari langit membawa wahyu kepada Rasulullah SAW sebagai bentuk komunikasi ilahiah yang membangunkan hati manusia dari tidur panjang kejahilan. Sejak itulah umat ini dibangkitkan dari kegelapan—melalui ilmu.

    Maka siapa pun yang ingin menjadi dekat dengan para nabi, hendaknya menekuni ilmu. Karena sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Tirmidzi)

     

    1. Ilmu Menjadi Penentu Halal dan Haram

    Tanpa ilmu, seseorang mudah terjerumus pada yang haram karena tidak memahami batas syariat. Ilmu adalah neraca halal dan haram, cahaya yang membimbing seseorang agar tidak terjatuh dalam jebakan syahwat dan tipu daya dunia.

    Para sahabat dahulu tidak akan melangkah kepada satu amal kecuali setelah mereka memahami ilmunya. Mereka belajar sebelum beramal. Hari ini, kita menyaksikan banyak kesalahan karena ilmu diabaikan, fatwa digantikan opini, dan akidah dikalahkan tren.

    Maka, kembalilah kepada ilmu. Jadikan ia kompas dalam kehidupan, bukan sekadar alat untuk mendapat gelar, tapi untuk membangun jiwa, akhlak, dan peradaban.

     

    1. Ilmu Menghidupkan Hati dan Menyucikan Jiwa

    Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menulis: “Ilmu adalah kehidupan hati dari kebutaan, cahaya penglihatan dari kegelapan, dan kekuatan tubuh dari kelemahan.” Ilmu adalah ruh bagi akal dan pelita bagi hati. Ia menyinari perjalanan ruhani seseorang menuju Allah.

    Orang yang berilmu, ketika membaca ayat-ayat Allah, hatinya bergetar. Ketika mendengar hadis Rasulullah, jiwanya tunduk. Inilah tanda ilmu yang hidup, bukan yang kering dari makna.

     

    Penutup: Menjadi Penjaga Warisan Langit

    Kini, tugas besar ada di pundak kita: menjaga warisan para nabi. Ilmu yang mereka tinggalkan harus kita pelajari, amalkan, dan wariskan kembali. Dunia boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi hakikat ilmu sebagai cahaya kehidupan tidak pernah usang.

    Wahai pencari ilmu, engkau sedang berjalan di jalan para nabi. Tetaplah istiqamah. Karena jalan ini akan membawamu, dengan izin Allah, kepada puncak kebahagiaan: Ridha Allah SWT dan syafaat Rasulullah SAW.

    “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
    (HR. Muslim)

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT  Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    • azka chusnayaina berkata:

      Artikel ini dengan indah mengangkat pentingnya ilmu sebagai warisan dari para nabi yang menjadi cahaya penerang kehidupan. Meneladani Rasulullah SAW sebagai guru umat menegaskan bahwa mencari dan mengamalkan ilmu adalah kewajiban setiap Muslim. Rasulullah bukan hanya penyampai wahyu, tetapi juga contoh nyata dalam menuntut ilmu dengan penuh kesabaran dan rendah hati. Artikel ini mengingatkan kita bahwa menjaga dan meneruskan warisan para nabi melalui ilmu adalah kunci untuk membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan membawa kemaslahatan umat.”

    • Tika Dayanti berkata:

      Sejarah manusia adalah sejarah ilmu,kita sebagai umatnya nabi Muhammad apalagi dizaman era sekarang pastilah sangatlah mencari ilmu yg tak terbatas

    • A. Ubaidillah A. berkata:

      Hidup yang teebatas akan lengkap dengan ilmu yang tak terbatas
      Teeima kasih pak

    • Tasya aida hafizah berkata:

      Artikel yg bagus lahir dari jiwa yang bagus pula,,
      Artikelnya sangat yang mengguncangkan jiwa,.

    • afifatul faiza berkata:

      sangat lah menarik sekali astikel ini

    • Diana Alfa Zahra Rahma berkata:

      Tulisan ini berhasil menunjukkan posisi ilmu sebagai anugerah ilahiah yang membimbing akal dan hati manusia dilengkapi dengan dalil-dalil eksplisit dari Al-Qur’an dan Hadis.

    • Fiftina berkata:

      Ilmu adalah warisan para nabi yang menjadi cahaya kehidupan, membimbing manusia menuju iman, ibadah, dan peradaban yang mulia.

    • Rindang Rinjani berkata:

      Masyaallah kerenn

    • Rindang Rinjani berkata:

      Masyaallah artikel yang kerennn

    • Rindang Rinjani berkata:

      Masyaallah artikel yang sangat bermanfaat

    • Asma'ul lailatul berkata:

      Sangat berharga nya ilmuu

    • Fadillah nurul ikhsani berkata:

      Artikel nya sangat menarik dan bermanfaat pak

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top