Ustadzfaqih • Nov 01 2024 • 109 Dilihat

Hikmah dan Keistemewaan Umrah
Umrah adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Walaupun tidak wajib seperti haji, umrah memiliki banyak hikmah dan keistimewaan bagi seorang Muslim yang melaksanakannya. Ibadah ini memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan diri dari dosa, dan merasakan kedamaian spiritual di tanah suci. Berikut adalah beberapa hikmah dan keistimewaan umrah:
Salah satu hikmah utama dari umrah adalah sebagai sarana penghapusan dosa-dosa kecil yang telah dilakukan. Rasulullah SAW bersabda:
“Dari umrah ke umrah adalah penghapus dosa-dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Umrah memberikan kesempatan bagi seseorang untuk bertaubat dan memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu. Dengan melaksanakan umrah, seorang Muslim berupaya memulai lembaran baru dengan harapan dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT.
Umrah dilakukan di Makkah, tempat paling suci dalam Islam, sehingga pahala yang diperoleh dalam melaksanakan ibadah di tanah suci sangat besar. Setiap shalat yang dikerjakan di Masjidil Haram akan dilipatgandakan pahalanya hingga 100.000 kali dibandingkan shalat di tempat lain. Ini menjadi keistimewaan yang sangat besar bagi mereka yang datang ke Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah.
Umrah memberikan kesempatan bagi seorang Muslim untuk melepaskan diri dari kesibukan dunia dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tanah suci, seseorang bisa beribadah dengan khusyuk, memanjatkan doa, dan merasakan kedamaian spiritual. Suasana di Makkah memberikan ketenangan dan memperdalam keimanan, menjadikan jiwa lebih dekat kepada Allah dan lebih kuat dalam menghadapi kehidupan.
Melaksanakan umrah adalah salah satu bentuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW sendiri melaksanakan umrah beberapa kali sepanjang hidupnya dan mencontohkan cara melaksanakannya dengan benar. Dengan menjalankan ibadah umrah, seorang Muslim mengikuti jejak langkah Rasulullah, meningkatkan kecintaan dan komitmen pada ajaran-ajaran beliau.
Saat melaksanakan umrah, seorang Muslim akan bertemu dengan saudara-saudara seiman dari berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi pengalaman yang unik dan mempererat persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Bertemu, berdoa, dan beribadah bersama di tempat yang sama mengingatkan umat Islam akan persatuan dan kesetaraan di hadapan Allah SWT. Di hadapan Allah, semua umat Islam setara, baik dalam pakaian ihram maupun dalam ibadah yang dilakukan.
Umrah mengajarkan nilai kesabaran, ketekunan, dan kerendahan hati. Rangkaian ibadah umrah, seperti thawaf, sa’i, dan tahallul, membutuhkan kesabaran dan pengorbanan fisik. Selain itu, dalam keadaan ihram, jamaah juga dituntut untuk menjaga perilaku, tidak berdebat, tidak bertengkar, dan menghindari hal-hal yang dilarang. Ini melatih seseorang untuk bersikap sabar, rendah hati, dan menjaga akhlaknya.
Melaksanakan umrah adalah pengalaman yang mengingatkan seseorang akan nikmat-nikmat Allah SWT yang tak terhitung. Dengan menyaksikan keagungan Ka’bah, tempat yang menjadi kiblat seluruh umat Islam, seseorang akan merasa lebih bersyukur atas kesempatan yang diberikan Allah untuk beribadah di sana. Rasa syukur ini membawa ketenangan dalam hati dan mendorong seseorang untuk lebih menghargai dan memanfaatkan nikmat yang Allah berikan.
Umrah adalah kesempatan yang istimewa untuk memanjatkan doa dengan penuh keikhlasan. Tanah suci Makkah adalah tempat yang penuh berkah, dan Rasulullah SAW bersabda bahwa di sana adalah tempat yang mustajab untuk berdoa. Ini menjadikan umrah sebagai kesempatan yang istimewa bagi seorang Muslim untuk berdoa dengan sungguh-sungguh untuk kebutuhan dunia dan akhiratnya, serta memohon segala kebaikan.
Umrah yang dilakukan dengan niat yang ikhlas dan cara yang benar akan membawa berkah dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan ibadah yang khusyuk, hati yang bersih, dan jiwa yang lebih tenang setelah umrah, seseorang akan mendapatkan kebahagiaan dan keberkahan dalam kehidupannya. Ini termasuk rezeki yang lebih luas, keluarga yang harmonis, dan kedamaian jiwa yang meningkat.
Umrah menjadi kesempatan bagi seseorang untuk merenungkan hidupnya dan memperbaiki diri agar lebih taat kepada Allah. Melaksanakan ibadah di tanah suci memberikan kesadaran akan betapa fana dan sementaranya kehidupan dunia ini. Kesadaran ini memotivasi seseorang untuk lebih serius dalam beribadah, meninggalkan dosa-dosa, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat yang kekal.
Kesimpulan
Umrah adalah ibadah yang memiliki banyak keistimewaan dan manfaat bagi kehidupan seorang Muslim, baik di dunia maupun di akhirat. Ibadah ini tidak hanya menghapuskan dosa, tetapi juga memperkuat iman, meningkatkan rasa syukur, dan mengajarkan nilai-nilai kesabaran dan persaudaraan. Melalui umrah, seorang Muslim dapat memperbarui komitmennya kepada Allah, meraih kedekatan spiritual, dan mendapatkan keberkahan yang berlimpah.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.