Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Hiduplah Bersama Al-Qur’an, Beramallah dengan Ikhlas: Pesan Abadi dari Sayyid Abdul Qadir al-Jailani

    Jul 01 202582 Dilihat

    Hiduplah Bersama Al-Qur’an, Beramallah dengan Ikhlas: Pesan Abadi dari Sayyid Abdul Qadir al-Jailani

     

    “Imanilah Al-Qur’an, amalkanlah Al-Qur’an, dan ikhlaslah dalam amal-amal kalian. Janganlah kalian mencari pujian dan mengharap ganti dari makhluk atas amal-amal kalian.”
    Sayyid Abdul Qadir al-Jailani, Fathur Rabbani

     

    Dalam zaman yang semakin riuh oleh pencitraan, kompetisi sosial, dan haus pengakuan, nasehat ini terdengar seperti panggilan lembut dari langit. Ia menembus kebisingan, menyentuh dasar hati, dan mengajak kita kembali kepada kemurnian iman. Nasehat ini menuntun kita menuju jalan yang lurus: mengimani Al-Qur’an, mengamalkannya, dan menjernihkan hati dalam keikhlasan.

     

    1. Imanilah Al-Qur’an: Cahaya Keyakinan yang Tak Pernah Padam

    Al-Qur’an bukan sekadar bacaan indah. Ia adalah petunjuk hidup yang agung, kalamullah yang diturunkan bukan hanya untuk dilantunkan, tetapi untuk diyakini sepenuhnya. Iman kepada Al-Qur’an berarti:

    • Mempercayai seluruh isinya, walau belum kita pahami.
    • Meyakini hukum-hukumnya lebih tinggi dari logika manusia.
    • Menjadikannya standar dalam menilai kebenaran, bukan media sosial atau pendapat manusia.

    “Tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)

    Iman kepada Al-Qur’an adalah fondasi. Tanpa iman, bacaan hanyalah suara. Tapi dengan iman, setiap ayat menjadi cahaya.

    Refleksi: Apakah aku membaca Al-Qur’an hanya sebagai rutinitas, atau aku benar-benar mengimaninya sebagai panduan hidup?

     

    1. Amalkanlah Al-Qur’an: Jadikan Ayat-Ayat itu Jalan Hidupmu

    Berapa banyak orang hafal Al-Qur’an namun tidak mencerminkan akhlaknya?
    Berapa banyak yang mampu melantunkan surah panjang, tapi belum mampu menegakkan satu ayat dalam kehidupannya?

    “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari)

    Mengamalkan Al-Qur’an adalah:

    • Menundukkan diri kepada perintah dan larangannya.
    • Menghidupkan nilai-nilai kasih sayang, kejujuran, dan keadilan dalam kehidupan nyata.
    • Menjadikan Al-Qur’an sebagai cermin amal dan kompas langkah.

    Rasulullah SAW adalah manusia yang paling mencintai dan menghidupkan Al-Qur’an. Bahkan ketika ditanya Aisyah RA tentang akhlak beliau, jawabannya adalah:

    “Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.”

    Refleksi: Sudahkah aku menjadikan Al-Qur’an sebagai perilaku? Atau sekadar ritual bacaan?

     

    1. Ikhlaslah dalam Amal: Jangan Cari Pujian, Jangan Harap Ganti dari Makhluk

    Inilah inti dari semua ibadah: ikhlas lillahi ta’ala.
    Sayyid al-Jailani mengingatkan kita untuk tidak menjadikan amal sebagai alat meraih pujian atau imbalan dunia.

    “Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

    Orang yang ikhlas:

    • Tidak berubah karena pujian atau celaan.
    • Tidak goyah meski amalnya tidak dilihat manusia.
    • Tidak tersinggung ketika jasanya tidak disebut, karena ia tahu Allah Maha Melihat.

    Imam al-Ghazali berkata, “Ikhlas adalah ketika engkau lupa amalmu, karena engkau tahu bahwa semuanya dari Allah dan untuk Allah.”

    Refleksi: Apakah aku beramal untuk dilihat dan diapresiasi? Atau karena cinta dan takutku kepada Allah?

     

    Penutup: Jadilah Hamba Al-Qur’an yang Ikhlas

    Wahai jiwa-jiwa yang mencari makna…

    Dunia ini fana, dan segala pujian manusia akan sirna.
    Namun, amal yang dilakukan dengan iman, berdasarkan Al-Qur’an, dan penuh keikhlasan, akan kekal dalam catatan langit.

    • Imanilah Al-Qur’an, maka Allah akan jaga hatimu dari kegelisahan.
    • Amalkanlah Al-Qur’an, maka hidupmu akan dipenuhi cahaya dan keberkahan.
    • Ikhlaslah dalam semua amal, maka engkau akan merasakan manisnya dekat dengan Allah, bahkan di tengah kesunyian dunia.

    “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.”
    (HR. Muslim)

    Maka, mari kita memperbaiki iman, memperkuat amal, dan memurnikan niat.
    Karena amal tanpa ikhlas adalah debu,
    dan amal yang berlandaskan iman dan ikhlas adalah mahkota abadi di sisi Allah.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top