Ustadzfaqih • Apr 04 2025 • 69 Dilihat

Halal bi Halal dan Silaturahim
Â
Halal bi Halal dan Silaturahim adalah dua istilah yang sering digunakan dalam budaya Islam di Indonesia, terutama saat perayaan Idul Fitri. Meskipun memiliki kesamaan dalam makna, keduanya memiliki sedikit perbedaan dalam konsep dan pelaksanaannya.
Â
Keutamaan Silaturahim.
Silaturahim memiliki banyak keutamaan dalam Islam, baik dari segi spiritual maupun sosial. Berikut beberapa keutamaannya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis:
Rasulullah ï·º bersabda:
“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Silaturahim membawa keberkahan dalam hidup, baik dalam bentuk umur yang bermanfaat maupun rezeki yang berkah dan melimpah.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahim.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menjalin silaturahim adalah tanda keimanan dan kebaikan hati yang akan menjadi jalan menuju surga.
Allah berfirman:
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim.”
(QS. An-Nisa: 1)
Menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, dan tetangga akan membuat seseorang dicintai oleh Allah dan manusia.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Sesungguhnya perbuatan baik yang paling utama adalah menyambung silaturahim dengan orang yang telah memutuskan hubungan denganmu.”
(HR. Ahmad)
Silaturahim dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa kecil dan mendatangkan kasih sayang Allah.
Rasulullah ï·º bersabda:
“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukumannya di dunia, selain dari menyakiti orang tua dan memutuskan silaturahim. Tetapi Allah akan menyimpan azab bagi orang yang memutuskan silaturahim di akhirat nanti.”
(HR. Tirmidzi)
Memutus silaturahim dapat membawa kesulitan dalam hidup dan azab di akhirat. Oleh karena itu, menjaganya adalah bentuk ketakwaan kepada Allah.
Kesimpulan
Silaturahim memiliki banyak keutamaan, seperti memperpanjang umur, melapangkan rezeki, menghapus dosa, dan menjadi sebab masuk surga. Oleh karena itu, menjaga silaturahim adalah salah satu amalan penting dalam Islam yang mendatangkan banyak keberkahan.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Siritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.