Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Halal bi Halal dan Silaturahim

    Apr 04 202569 Dilihat

    Halal bi Halal dan Silaturahim

     

    Halal bi Halal dan Silaturahim adalah dua istilah yang sering digunakan dalam budaya Islam di Indonesia, terutama saat perayaan Idul Fitri. Meskipun memiliki kesamaan dalam makna, keduanya memiliki sedikit perbedaan dalam konsep dan pelaksanaannya.

    1. Halal bi Halal
    • Merupakan tradisi khas Indonesia yang dilakukan setelah Idul Fitri.
    • Biasanya berupa acara formal atau semi-formal yang melibatkan instansi, organisasi, komunitas, atau keluarga besar.
    • Intinya adalah saling memaafkan, mempererat hubungan, dan menjalin kebersamaan.
    • Sering kali disertai dengan ceramah agama, makan bersama, atau kegiatan sosial lainnya.
    1. Silaturahim
    • Merupakan ajaran Islam yang lebih luas dan tidak terbatas pada waktu tertentu.
    • Bisa dilakukan kapan saja, baik saat Idul Fitri maupun di luar momen lebaran.
    • Bertujuan untuk menjaga hubungan baik, mempererat persaudaraan, dan memperpanjang umur serta keberkahan hidup sesuai ajaran Islam.
    • Dapat dilakukan dengan mengunjungi kerabat, sahabat, atau kolega, maupun melalui komunikasi jarak jauh.

     

    • Halal bi Halal lebih spesifik sebagai acara yang biasa dilakukan setelah Idul Fitri.
    • Silaturahim adalah konsep yang lebih luas dalam Islam dan tidak terikat pada momen tertentu.
    • Keduanya sama-sama bertujuan untuk mempererat hubungan dan membangun keharmonisan sosial.

    Keutamaan Silaturahim.

    Silaturahim memiliki banyak keutamaan dalam Islam, baik dari segi spiritual maupun sosial. Berikut beberapa keutamaannya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis:

    1. Memperpanjang Umur dan Meluaskan Rezeki

    Rasulullah ï·º bersabda:
    “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Silaturahim membawa keberkahan dalam hidup, baik dalam bentuk umur yang bermanfaat maupun rezeki yang berkah dan melimpah.

    1. Salah Satu Penyebab Masuk Surga

    Rasulullah ï·º bersabda:
    “Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahim.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Menjalin silaturahim adalah tanda keimanan dan kebaikan hati yang akan menjadi jalan menuju surga.

    1. Dicintai Allah dan Sesama Manusia

    Allah berfirman:
    “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim.”
    (QS. An-Nisa: 1)

    Menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, dan tetangga akan membuat seseorang dicintai oleh Allah dan manusia.

    1. Menghapus Dosa dan Mendatangkan Rahmat Allah

    Rasulullah ï·º bersabda:
    “Sesungguhnya perbuatan baik yang paling utama adalah menyambung silaturahim dengan orang yang telah memutuskan hubungan denganmu.”
    (HR. Ahmad)

    Silaturahim dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa kecil dan mendatangkan kasih sayang Allah.

    1. Menjauhkan dari Kesulitan Hidup dan Azab Allah

    Rasulullah ï·º bersabda:
    “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukumannya di dunia, selain dari menyakiti orang tua dan memutuskan silaturahim. Tetapi Allah akan menyimpan azab bagi orang yang memutuskan silaturahim di akhirat nanti.”
    (HR. Tirmidzi)

    Memutus silaturahim dapat membawa kesulitan dalam hidup dan azab di akhirat. Oleh karena itu, menjaganya adalah bentuk ketakwaan kepada Allah.

    Kesimpulan

    Silaturahim memiliki banyak keutamaan, seperti memperpanjang umur, melapangkan rezeki, menghapus dosa, dan menjadi sebab masuk surga. Oleh karena itu, menjaga silaturahim adalah salah satu amalan penting dalam Islam yang mendatangkan banyak keberkahan.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Siritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top