Ustadzfaqih • Nov 10 2025 • 50 Dilihat

Hakikat Pahlawan Sejati Dunia dan Akhirat dalam Pandangan Islam.
Oleh: Dr. Nasrul Syarif, M.Si
Pendahuluan
Setiap bangsa memiliki kisah kepahlawanannya. Namun dalam pandangan Islam, pahlawan sejati bukan sekadar mereka yang menang dalam pertempuran, memiliki gelar, atau diabadikan dalam sejarah dunia. Pahlawan sejati adalah mereka yang mengorbankan dirinya demi kebenaran, menegakkan kalimat Allah, menjaga iman di tengah badai fitnah, serta berjuang bukan untuk pujian manusia, melainkan untuk ridha Allah SWT semata.
1. Makna Pahlawan dalam Perspektif Islam
Kata pahlawan dalam Islam bisa diidentikkan dengan istilah mujahid, shabirun (orang yang sabar), dan muhsin (orang yang berbuat baik). Mereka adalah orang-orang yang berjuang dengan seluruh daya upaya untuk menegakkan kebenaran (al-haqq) dan melawan kebatilan (al-bathil), baik dengan lisan, pena, harta, maupun jiwa.
Allah SWT berfirman:
> “Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki.”
(QS. Ali Imran [3]: 169)
Ayat ini menegaskan bahwa pahlawan sejati tidak pernah mati dalam arti hakiki. Mereka hidup dalam kemuliaan abadi, sementara nama-nama mereka harum bukan hanya di dunia, tapi di langit.
2. Pahlawan Dunia: Keberanian Fisik dan Kepentingan Duniawi
Dalam pandangan dunia modern, pahlawan sering diukur dengan keberhasilan material dan keberanian fisik di medan perang, kepemimpinan, atau penemuan besar. Namun, pahlawan seperti ini sering kali terikat oleh batas waktu dan ruang. Ketika motivasi berjuang karena kebangsaan, kekuasaan, atau kebanggaan pribadi—maka kemuliaannya hanya berhenti di dunia.
Sebaliknya, Islam menilai seseorang bukan dari hasil lahiriahnya semata, tetapi dari niat dan keikhlasan hatinya. Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, seseorang bisa menjadi pahlawan di sisi Allah meskipun ia tak diakui dunia, selama niatnya tulus untuk menegakkan agama dan kebaikan.
3. Pahlawan Akhirat: Keikhlasan dan Keteguhan Iman
Pahlawan sejati menurut Islam adalah mereka yang berjihad melawan hawa nafsu, menjaga iman di tengah godaan dunia, dan tetap istiqamah dalam ketaatan meski sendirian.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Mujahid sejati adalah orang yang berjihad melawan hawa nafsunya demi menaati Allah.”
(HR. Ahmad)
Inilah jihad yang paling besar (al-jihad al-akbar), sebagaimana disebut dalam banyak nasihat para ulama sufi. Mereka yang mampu menundukkan egonya, menahan amarah, mengalahkan cinta dunia, dan mengorbankan kepentingan pribadi demi kemaslahatan umat—itulah pahlawan sejati.
4. Ciri-ciri Pahlawan Sejati Dunia dan Akhirat
1. Ikhlas karena Allah – Tidak mencari popularitas, penghargaan, atau balasan duniawi.
> “Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya…” (QS. Al-Bayyinah: 5)
2. Berani menegakkan kebenaran meski pahit – Tidak takut pada celaan manusia.
> “Mereka tidak takut kepada celaan orang yang mencela.” (QS. Al-Maidah: 54)
3. Sabar dalam ujian – Kesabaran adalah senjata pahlawan sejati.
> “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
4. Berilmu dan bijaksana – Karena perjuangan tanpa ilmu akan menimbulkan kerusakan.
> “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9)
5. Memberi manfaat kepada umat – Pahlawan sejati bukan hanya penyelamat dirinya, tapi pembawa maslahat bagi sesama.
> “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR. Ahmad)
5. Teladan Para Pahlawan Sejati dalam Sejarah Islam
Rasulullah ﷺ – Pahlawan terbesar, pembawa cahaya kebenaran bagi seluruh alam.
Abu Bakar ash-Shiddiq – Pahlawan keimanan dan pengorbanan.
Umar bin Khattab – Pahlawan keadilan dan keberanian.
Utsman bin Affan – Pahlawan kesabaran dan kemurahan hati.
Ali bin Abi Thalib – Pahlawan ilmu dan keberanian spiritual.
Salahuddin Al-Ayyubi – Pahlawan pembebasan Baitul Maqdis yang penuh kasih kepada musuh sekalipun.
Imam Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyyah – Pahlawan ilmu dan akidah yang membangkitkan kesadaran umat.
Mereka semua menunjukkan bahwa kepahlawanan bukan hanya dalam bentuk pedang dan darah, tapi juga pena, kesabaran, dan doa.
6. Refleksi Ruhani: Menjadi Pahlawan dalam Kehidupan Sehari-hari
Menjadi pahlawan sejati tidak selalu berarti mati syahid di medan perang. Dalam konteks kehidupan modern, pahlawan adalah:
Guru yang ikhlas mendidik generasi tanpa pamrih.
Orang tua yang sabar membesarkan anak dalam nilai Islam.
Pengusaha yang jujur di tengah kecurangan.
Dai yang berdakwah tanpa lelah di jalan Allah.
Pemuda yang menjaga kehormatan diri dan imannya.
Mereka semua adalah pahlawan dunia dan akhirat karena perjuangannya tidak berhenti di dunia, tetapi diteruskan hingga ke negeri abadi.
7. Penutup: Pahlawan yang Abadi di Sisi Allah
Pahlawan sejati adalah orang yang hidup untuk Allah dan mati dalam ridha-Nya. Ia mungkin tidak dikenal manusia, tapi ia dikenal oleh penduduk langit. Ia mungkin tak punya monumen, tapi amalnya menjadi cahaya yang tak pernah padam di akhirat.
> “Siapa yang berjuang menegakkan agama Allah, niscaya Allah akan meneguhkannya.”
(QS. Muhammad [47]: 7)
Maka marilah kita bertanya kepada diri sendiri:
Apakah kita telah menjadi pahlawan untuk iman kita, untuk keluarga kita, untuk umat ini, dan untuk Allah SWT?
( Penulis 38 Judul Buku dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.