Ustadzfaqih • Mar 05 2025 • 74 Dilihat

Enam Sikap Orang yang Mengenal Allah SWT dalam Kitab Tanbihul Ghafilin.
Dalam kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu Laits As-Samarqandi, disebutkan bahwa ada enam sikap yang dimiliki oleh orang-orang yang benar-benar mengenal Allah SWT (‘arif billah). Enam sikap tersebut adalah:
Sikap-sikap ini mencerminkan kedalaman iman dan ketakwaan seseorang yang benar-benar mengenal Allah SWT. Semoga kita bisa meneladani sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Empat tanda bahwa Taubat seseorang itu diterima.
Dalam Islam, ada empat tanda yang menunjukkan bahwa taubat seseorang diterima oleh Allah SWT. Tanda-tanda ini dijelaskan dalam berbagai kitab, termasuk Tanbihul Ghafilin dan karya ulama lainnya. Berikut adalah tanda-tandanya:
Jika keempat tanda ini ada dalam diri seseorang, maka itu adalah indikasi kuat bahwa taubatnya telah diterima oleh Allah SWT. Semoga kita semua diberikan keikhlasan dalam bertaubat dan diterima oleh-Nya.
Apabila dia teringat pada dosa-dosanya, maka dia memohon Ampun.
Betul sekali! Salah satu tanda bahwa taubat seseorang benar-benar tulus dan diterima oleh Allah SWT adalah ketika ia teringat dosa-dosanya, ia segera memohon ampun kepada Allah dengan penuh penyesalan.
Ini menunjukkan bahwa hatinya masih hidup dan dipenuhi rasa takut kepada Allah, bukan hati yang keras atau lalai. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.”
(QS. Ali Imran: 135)
Jadi, jika seseorang masih teringat dosa-dosanya dan langsung beristighfar serta menyesali perbuatannya, itu pertanda bahwa Allah masih memberi hidayah kepadanya. Yang penting adalah tidak kembali mengulangi dosa tersebut dan terus berusaha menjadi lebih baik.
Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni dosa-dosa kita dan menerima taubat kita.
Allah SWT mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang yang menyucikan diri.
Betul sekali! Allah SWT sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang selalu bertaubat dan menjaga kesucian diri, baik secara lahir maupun batin. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:
“إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ”
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)
Makna Ayat Ini:
Pelajaran Penting:
Doa Taubat yang Bisa Diamalkan:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka ampunilah aku)
Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang yang dicintai oleh Allah SWT.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.