Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Enam Sikap Orang yang Mengenal Allah SWT.

    Mar 05 202574 Dilihat

    Enam Sikap Orang yang Mengenal Allah SWT dalam Kitab Tanbihul Ghafilin.

     

    Dalam kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu Laits As-Samarqandi, disebutkan bahwa ada enam sikap yang dimiliki oleh orang-orang yang benar-benar mengenal Allah SWT (‘arif billah). Enam sikap tersebut adalah:

    1. Merasa hina di hadapan Allah SWT
      Orang yang mengenal Allah SWT akan menyadari kelemahan dan kehinaan dirinya di hadapan-Nya. Ia tidak akan sombong, karena tahu bahwa semua yang dimilikinya hanyalah titipan dari Allah.
    2. Menjaga lisan dari perkataan sia-sia
      Mereka akan berhati-hati dalam berbicara, menghindari perkataan yang tidak bermanfaat, dusta, ghibah, atau menyakiti orang lain. Mereka lebih memilih diam atau berbicara yang baik.
    3. Memiliki hati yang selalu bersedih (takut kepada Allah)
      Kesedihan ini bukan dalam arti putus asa, tetapi kesedihan yang muncul dari rasa takut kepada Allah SWT dan kekhawatiran terhadap amal yang tidak diterima.
    4. Menjauhi makanan haram dan syubhat
      Mereka sangat selektif dalam mencari rezeki dan makanan, memastikan bahwa yang dikonsumsi adalah halal dan baik, karena makanan yang haram dapat mengeraskan hati dan menghalangi keberkahan ibadah.
    5. Selalu beribadah dengan khusyuk dan tawadhu’
      Mereka melaksanakan ibadah dengan penuh kekhusyukan, merasa bahwa dirinya selalu dalam pengawasan Allah, sehingga ibadah mereka dilakukan dengan hati yang ikhlas dan penuh ketundukan.
    6. Mengutamakan kehidupan akhirat dibanding dunia
      Mereka tidak tergiur dengan kesenangan dunia yang sementara, tetapi lebih fokus mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat yang kekal dengan memperbanyak amal ibadah dan kebaikan.

    Sikap-sikap ini mencerminkan kedalaman iman dan ketakwaan seseorang yang benar-benar mengenal Allah SWT. Semoga kita bisa meneladani sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Empat tanda bahwa Taubat seseorang itu diterima.

     

    Dalam Islam, ada empat tanda yang menunjukkan bahwa taubat seseorang diterima oleh Allah SWT. Tanda-tanda ini dijelaskan dalam berbagai kitab, termasuk Tanbihul Ghafilin dan karya ulama lainnya. Berikut adalah tanda-tandanya:

    1. Meninggalkan Dosa yang Pernah Dilakukan
    • Orang yang taubatnya diterima akan benar-benar berhenti dari perbuatan dosa tersebut.
    • Ia tidak kembali melakukannya dan berusaha menjauhi segala hal yang bisa menjerumuskannya kembali.
    1. Merasa Menyesal yang Mendalam
    • Hatinya dipenuhi rasa penyesalan atas dosa yang telah dilakukan.
    • Ia tidak bangga dengan dosa-dosa masa lalunya, tetapi merasa malu dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
    1. Semakin Rajin Beribadah dan Berbuat Kebaikan
    • Taubat yang diterima akan membuat seseorang lebih dekat kepada Allah SWT.
    • Ia lebih giat dalam shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amal shaleh lainnya sebagai bentuk kompensasi atas dosa-dosanya.
    1. Hatinya Menjadi Takut kepada Allah dan Membenci Maksiat
    • Setelah bertaubat, seseorang akan memiliki rasa takut kepada Allah yang lebih besar.
    • Ia tidak lagi merasa nyaman dengan kemaksiatan dan menjauhi lingkungan yang dapat menggoda dirinya untuk kembali berbuat dosa.

    Jika keempat tanda ini ada dalam diri seseorang, maka itu adalah indikasi kuat bahwa taubatnya telah diterima oleh Allah SWT. Semoga kita semua diberikan keikhlasan dalam bertaubat dan diterima oleh-Nya.

    Apabila dia teringat pada dosa-dosanya, maka dia memohon Ampun.

    Betul sekali! Salah satu tanda bahwa taubat seseorang benar-benar tulus dan diterima oleh Allah SWT adalah ketika ia teringat dosa-dosanya, ia segera memohon ampun kepada Allah dengan penuh penyesalan.

    Ini menunjukkan bahwa hatinya masih hidup dan dipenuhi rasa takut kepada Allah, bukan hati yang keras atau lalai. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

    “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.”
    (QS. Ali Imran: 135)

    Jadi, jika seseorang masih teringat dosa-dosanya dan langsung beristighfar serta menyesali perbuatannya, itu pertanda bahwa Allah masih memberi hidayah kepadanya. Yang penting adalah tidak kembali mengulangi dosa tersebut dan terus berusaha menjadi lebih baik.

    Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni dosa-dosa kita dan menerima taubat kita.

    Allah SWT mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang yang menyucikan diri.

    Betul sekali! Allah SWT sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang selalu bertaubat dan menjaga kesucian diri, baik secara lahir maupun batin. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:

    “إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ”

    “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.”
    (QS. Al-Baqarah: 222)

    Makna Ayat Ini:

    1. Allah Mencintai Orang yang Bertaubat (At-Tawwabin)
      Orang yang bertaubat adalah mereka yang sadar atas kesalahan, menyesalinya, dan bertekad tidak mengulanginya. Bahkan, meskipun ia pernah jatuh dalam dosa berulang kali, selama ia terus kembali kepada Allah, Allah tetap mencintainya.
    2. Allah Mencintai Orang yang Menyucikan Diri (Al-Mutathahhirin)
      Menyucikan diri di sini bukan hanya dalam hal kebersihan fisik (seperti wudhu atau mandi junub), tetapi juga kesucian hati dari sifat-sifat buruk seperti iri hati, sombong, dan dengki.

     

    Pelajaran Penting:

    • Jangan pernah merasa malu untuk bertaubat, meskipun sudah berbuat dosa berkali-kali.
    • Allah selalu membuka pintu taubat selama kita ikhlas.
    • Sucikan hati, pikiran, dan tubuh agar selalu dekat dengan Allah.

     

    Doa Taubat yang Bisa Diamalkan:

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
    Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
    (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka ampunilah aku)

    Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang yang dicintai oleh Allah SWT.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top