Ustadzfaqih • Apr 06 2025 • 96 Dilihat

Enam Penyebab rusaknya Hati dalam kitab Nashoihul Ibad.
Dalam kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani, terdapat pembahasan mengenai enam perkara yang menjadi penyebab rusaknya hati. Keenam hal ini merupakan bagian dari nasihat agar manusia menjaga hatinya, karena hati adalah pusat dari amal dan niat.
Berikut adalah enam penyebab rusaknya hati menurut Nashoihul ‘Ibad:
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata ” Sesungguhnya rusaknya hati disebabkan enam hal yaitu : 1. Sengaja berbuat dosa dengan harapan kelak taubatnya diterima. 2. Mempunyai Ilmu, namun enggan mengamalkannya. 3. Beramal, namun tidak ikhlas.
Betul, ucapan Hasan al-Bashri rahimahullah yang disebutkan itu adalah salah satu nasihat emas tentang penyebab kerusakan hati, dan isinya sangat mendalam. Berikut adalah enam sebab rusaknya hati menurut Hasan al-Bashri, yang sering dikutip oleh para ulama dalam kitab-kitab tarbiyah dan tasawuf:
Enam Penyebab Rusaknya Hati menurut Hasan al-Bashri:
Kalimat-kalimat ini menunjukkan kedalaman hati dan pengamatan spiritual Hasan al-Bashri, yang sangat tajam terhadap penyakit batin.
Adapun Syukur yang dimaksud poin empat di atas adalah mensyukuri nikmat-nikmat Allah SWT dengan mempergunakan semua anggota badan dan untuk melakukan hal-hal yang diridhoi-Nya.
Memang benar, syukur dalam pandangan ulama salaf, termasuk Hasan al-Bashri, bukan sekadar ucapan “Alhamdulillah” di lisan saja. Tapi syukur sejati adalah:
“Menggunakan semua nikmat Allah dengan cara yang diridhai-Nya.”
Rinciannya seperti ini:
Imam Al-Junaid berkata:
“Bersyukur adalah tidak menggunakan satu pun nikmat dari Allah untuk bermaksiat kepada-Nya.”
Jadi, dalam konteks ucapan Hasan al-Bashri tadi, rusaknya hati karena tidak mensyukuri nikmat Allah, maksudnya adalah:
Tubuh diberi sehat, tapi digunakan untuk maksiat. Waktu luang tidak digunakan untuk taat. Harta tidak digunakan untuk menolong sesama.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.