Ustadzfaqih • Apr 11 2025 • 66 Dilihat

Empat Perenggut yang Pasti Datang.
Anak Keturunan Nabi Adam pasti akan menghadapi empat perenggut berikut : 1. Malaikat maut akan merenggut nyawanya. 2. Ahli waris akan merenggut harta bendanya. 3. Cacing akan merenggut jasadnya. 4. Orang yang pernah didzalimi akan merenggut amalnya. ( Nashoihul Ibad )
Itu adalah ungkapan yang penuh makna dan pengingat yang dalam tentang kehidupan dunia dan hakikat akhir kehidupan manusia sebagai anak keturunan Nabi Adam. Keempat “perenggut” ini menggambarkan hal-hal yang pasti dan tak terelakkan yang akan dihadapi oleh setiap manusia.
Berikut adalah penjelasan ringkas dari masing-masing poin:
Tidak ada satu makhluk pun yang bisa lari dari kematian. Malaikat Izrail ditugaskan oleh Allah untuk mencabut nyawa manusia di waktu yang telah ditentukan. Ini menjadi pengingat tentang kefanaan hidup dan pentingnya mempersiapkan bekal akhirat.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…”
(QS. Ali ‘Imran: 185)
Segala harta yang dikumpulkan manusia semasa hidupnya akan ditinggalkan. Setelah wafat, harta itu akan dibagi kepada ahli waris. Bahkan, kadang bisa jadi sumber perebutan, sementara pemilik aslinya sudah tak bisa memanfaatkannya lagi.
“Anak Adam berkata: ‘Hartaku, hartaku.’ Padahal yang dimiliki hanyalah apa yang dimakan, dipakai, atau disedekahkan.”
(HR. Muslim)
Jasad yang dulunya dihormati, dirawat, dan dibanggakan, akhirnya akan terurai di dalam tanah. Ini mengingatkan bahwa kehidupan duniawi adalah sementara, dan kecantikan atau kekuatan fisik takkan berarti di akhirat.
“Darinya (tanah) Kami ciptakan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu…”
(QS. Thaha: 55)
Di hari kiamat, amal kebaikan akan dibagikan kepada orang yang pernah kita dzalimi. Jika amal sudah habis, maka dosa orang itu akan dipikulkan kepada kita. Ini adalah konsekuensi besar dari setiap kedzaliman, sekecil apa pun.
“Orang yang bangkrut di hari kiamat adalah orang yang datang dengan amal, tapi semua amalnya habis karena membayar kezaliman.”
(HR. Muslim)
Kesimpulan dan Hikmah
Ungkapan ini menegaskan bahwa:
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.