Ustadzfaqih • Des 05 2024 • 104 Dilihat

Bahagia adalah Fitrah
“Bahagia adalah fitrah” berarti bahwa kebahagiaan merupakan sifat dasar atau bawaan manusia sejak lahir. Dalam konteks ini, kebahagiaan dipandang sebagai sesuatu yang alami dan fundamental dalam diri manusia, seperti kebutuhan untuk dicintai, dihormati, dan merasa damai.
Pandangan ini sering dikaitkan dengan pemahaman bahwa manusia pada dasarnya diciptakan dengan potensi untuk merasakan kebahagiaan, baik melalui hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, maupun lingkungan sekitarnya. Kebahagiaan juga dianggap sebagai tujuan yang mendasari banyak tindakan manusia, meskipun cara mencapainya bisa berbeda-beda sesuai dengan nilai, keyakinan, dan pengalaman hidup masing-masing.
Ungkapan ini bisa menjadi pengingat bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang harus dicari terlalu jauh, melainkan dapat ditemukan dalam hal-hal sederhana dan dalam keseimbangan hidup yang sesuai dengan nilai-nilai luhur.
Fitrah Sempurna di zona Ikhlas.
“Fitrah sempurna di zona ikhlas” menggambarkan keadaan ideal di mana seseorang menjalani hidup sesuai dengan fitrahnya—sifat alami yang telah diberikan oleh Tuhan—dengan sepenuh hati dan penuh keikhlasan. Ikhlas berarti melakukan segala sesuatu tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balasan dari manusia, melainkan hanya untuk meraih keridhaan Allah.
Makna mendalamnya:
Relevansi:
Hidup dalam “fitrah sempurna di zona ikhlas” memberikan kedamaian batin, karena seseorang tidak lagi terganggu oleh kekhawatiran akan penilaian orang lain atau hasil duniawi yang seringkali tidak pasti. Segala usaha dan keputusan diarahkan pada nilai-nilai kebaikan dan keikhlasan, sehingga kebahagiaan dan ketenangan pun menjadi lebih mudah dirasakan.
Refleksi:
Untuk mencapai fitrah sempurna ini, diperlukan proses:
“Fitrah sempurna di zona ikhlas” bukan hanya konsep, melainkan perjalanan hidup menuju harmoni spiritual dan keseimbangan diri.
Satu tombol Ikhlas untuk semua keperluan.
Gagasan tentang “Satu tombol ikhlas untuk semua keperluan” adalah sebuah metafora yang menarik dan penuh makna. Ini mencerminkan kemudahan dan kesederhanaan dalam mengaplikasikan keikhlasan di setiap aspek kehidupan, seperti menekan sebuah tombol yang langsung mengatur hati untuk tulus, tenang, dan berserah.
Makna di Baliknya:
Tantangan untuk Menghidupkan Tombol Ikhlas:
Meskipun metafora ini indah, menghidupkan “tombol ikhlas” dalam praktik sehari-hari membutuhkan:
Inspirasi:
Metafora ini juga mengajarkan bahwa hidup bisa lebih ringan dan bermakna jika setiap tindakan dimulai dengan keikhlasan. “Satu tombol ikhlas untuk semua keperluan” menjadi simbol universal untuk menjalani hidup dengan hati yang lebih lapang dan damai.
Mungkin tidak ada tombol fisik untuk ini, tetapi kita semua memiliki “tombol ikhlas” dalam hati, yang siap ditekan kapan saja jika kita melatihnya dengan sabar.
Hidup itu Indah serta menyenangkan dan karenanya hanya pantas disyukuri.
Pernyataan “Hidup itu indah serta menyenangkan dan karenanya hanya pantas disyukuri” adalah pengingat positif tentang bagaimana seharusnya kita memandang kehidupan dengan rasa syukur yang mendalam. Pandangan ini menekankan pentingnya menghargai anugerah kehidupan, terlepas dari berbagai tantangan dan dinamika yang mungkin kita hadapi.
Makna yang Terkandung:
Bagaimana Menyikapi Hidup dengan Syukur:
Inspirasi:
Syukur menjadikan hidup yang indah dan menyenangkan terasa lebih nyata. Dalam rasa syukur, kita melihat sisi terang kehidupan, menerima ketidaksempurnaan, dan mencintai apa yang kita miliki. Dengan begitu, perasaan syukur tidak hanya memperkaya jiwa, tetapi juga membawa kedamaian dan kebahagiaan sejati.
Seperti yang sering dikatakan, “Hidup bukan tentang memiliki semua yang diinginkan, tetapi mensyukuri apa yang telah diberikan.”
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.