Ustadzfaqih • Okt 12 2024 • 184 Dilihat

Amalan Menggedor Pintu Langit

Amalan Menggedor Pintu Langit adalah istilah yang sering digunakan dalam konteks spiritual Islam, yang merujuk kepada amalan-amalan atau doa-doa yang diyakini mampu “menggetarkan” langit atau menarik perhatian Allah secara khusus. Ini bukan berarti secara harfiah, tetapi menggambarkan keikhlasan, kekhusyukan, dan ketulusan dalam beribadah yang bisa membawa seseorang lebih dekat kepada rahmat dan pertolongan Allah. Berikut ini adalah beberapa amalan yang sering dianggap dapat menggedor pintu langit:
Shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan di sepertiga malam terakhir. Dalam Al-Quran (Surah Al-Isra: 79), Allah menyebutkan keutamaan shalat malam sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan mendapatkan tempat yang terpuji. Shalat Tahajud menjadi waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa.
Dzikir adalah cara mengingat Allah melalui kalimat-kalimat pujian seperti “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, “Allahu Akbar”, dan lainnya. Dzikir yang dilakukan dengan hati yang khusyuk bisa membawa seseorang pada kedekatan yang lebih dengan Allah. Selain itu, memperbanyak istighfar (memohon ampun) juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan, sebagaimana dalam Surah Nuh: 10-12, istighfar disebutkan sebagai jalan pembuka rahmat dan keberkahan.
Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa pada saat itu Allah turun ke langit dunia dan menawarkan hamba-Nya untuk berdoa dan memohon kepada-Nya.
Mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga dianggap sebagai amalan yang mampu membuka pintu langit. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan membalas dengan bershalawat kepadanya sepuluh kali lipat” (HR. Muslim).
Sedekah dengan hati yang tulus memiliki kekuatan untuk mendatangkan rezeki, menolak bala, dan membuka jalan kebaikan. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah: 261, bahwa sedekah diumpamakan seperti sebutir benih yang tumbuh menjadi tujuh bulir, dan setiap bulir mengandung seratus biji. Ini menunjukkan bahwa pahala sedekah dilipatgandakan.
Membaca Al-Quran dengan tadabbur (memahami dan merenungi isinya) dan mengamalkan ajaran-ajarannya juga merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Surah-surah tertentu seperti Al-Fatihah, Al-Baqarah, dan Yasin seringkali diyakini memiliki keutamaan yang besar dalam membuka keberkahan.
Menghormati dan berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai oleh Allah. Dalam Surah Al-Isra: 23, Allah memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada orang tua setelah beribadah kepada-Nya.
Selain puasa wajib di bulan Ramadan, puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah), dan puasa di hari Arafah juga diyakini membawa keberkahan dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Selain melakukan amalan ibadah, memiliki sikap tawakkal (berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha) adalah kunci penting dalam meraih keberkahan. Seperti yang disebutkan dalam Surah Al-Imran: 159, tawakkal kepada Allah akan membawa hasil yang terbaik setelah usaha yang dilakukan.
Ada doa-doa yang secara khusus disebut sebagai doa mustajab, seperti doa Nabi Yunus ketika berada di dalam perut ikan paus: “Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazhzhaalimin” (QS Al-Anbiya: 87). Doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang sangat ampuh ketika seseorang berada dalam kesulitan.
Amalan-amalan ini bukanlah amalan “ajaib” yang langsung memberikan hasil secara instan, melainkan cara untuk menunjukkan ketulusan, kesabaran, dan kerendahan hati kepada Allah. Kesungguhan dalam melaksanakan amalan-amalan ini dengan niat yang ikhlas adalah kunci agar doa-doa kita sampai ke langit.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Bottom of Form
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.