Ustadzfaqih • Jan 05 2025 • 227 Dilihat

Agar Doa Terkabul dan Mustajabah.
Sobat. Agar doa menjadi terkabul dan mustajabah (dikabulkan oleh Allah SWT), terdapat beberapa syarat, adab, dan amalan yang dapat dilakukan oleh seorang hamba. Doa adalah ibadah yang sangat mulia, dan Allah SWT memerintahkan kita untuk memohon kepada-Nya dengan keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Berikut adalah langkah-langkah dan hal-hal yang perlu diperhatikan agar doa terkabul:
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”
(QS Al-Fatihah: 5)
“Setiap doa tertahan hingga dibacakan shalawat kepada Nabi.”
(HR. Thabrani)
“Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan bahwa doa itu akan dikabulkan.”
(HR. Tirmidzi)
“Seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, tubuhnya berdebu, ia menengadahkan tangannya ke langit sambil berdoa: ‘Ya Rabb, Ya Rabb’, tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?”
(HR. Muslim)
“Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan: ‘Aku telah berdoa, tetapi belum dikabulkan.'”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Berdoalah pada waktu-waktu yang diyakini mustajab, seperti:
“Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya; siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.'”
(HR. Bukhari dan Muslim)
“Doa yang dipanjatkan di antara azan dan iqamah tidak akan ditolak.”
(HR. Abu Dawud)
“Tiga orang yang doanya tidak akan ditolak: … orang yang berpuasa ketika ia berbuka.”
(HR. Tirmidzi)
“Rabbanaa aatina fid-dunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar.”
(QS Al-Baqarah: 201)
Kesimpulan:
Agar doa menjadi mustajabah, perhatikan adab berdoa, gunakan waktu-waktu mustajab, jauhi hal-hal yang haram, dan perbanyak amal shalih. Tetaplah sabar, khusyuk, dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa sesuai dengan hikmah dan rencana-Nya yang terbaik untuk kita. Doa adalah ibadah, maka teruslah berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.