Ikhtiar Menjemput Rezeki
Â
Ikhtiar Menjemput Rezeki adalah bagian penting dari kehidupan seorang Muslim yang merupakan wujud usaha dan tawakal kepada Allah. Dalam Islam, bekerja dan berusaha secara halal untuk mencari nafkah adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Rasulullah ï·º menekankan pentingnya ikhtiar dan mengajarkan kepada umatnya untuk tidak bermalas-malasan, melainkan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidup, sambil tetap bergantung dan berserah diri kepada Allah.
Berikut adalah beberapa prinsip dan kiat ikhtiar dalam menjemput rezeki:
- Niat yang Ikhlas
Setiap usaha untuk mencari rezeki harus diawali dengan niat yang ikhlas karena Allah. Niat yang baik akan mengubah usaha yang kita lakukan menjadi ibadah yang bernilai di sisi Allah.
- Kiat: Ketika bekerja atau mencari nafkah, niatkan untuk memenuhi kewajiban sebagai kepala keluarga, membantu sesama, dan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah.
- Manfaat Islami: Dengan niat yang ikhlas, usaha kita tidak hanya sekadar untuk dunia, tetapi juga menjadi amal yang akan membawa kebaikan di akhirat.
- Berusaha dengan Cara yang Halal
Salah satu prinsip utama dalam menjemput rezeki adalah memastikan bahwa usaha yang kita lakukan dilakukan dengan cara yang halal. Rezeki yang diperoleh dari sumber yang haram tidak akan membawa keberkahan.
- Kiat: Hindari usaha yang melibatkan riba, penipuan, perjudian, atau hal-hal lain yang dilarang dalam Islam. Pilihlah pekerjaan atau usaha yang bersih dan halal.
- Manfaat Islami: Rezeki yang halal akan membawa ketenangan hati dan keberkahan dalam hidup. Rasulullah ï·º bersabda, “Barangsiapa mencari dunia dengan cara yang halal, untuk menjauhkan diri dari meminta-minta, untuk mencukupi keluarganya, dan untuk membantu tetangganya, dia akan bertemu Allah pada hari kiamat dengan wajah bercahaya seperti bulan purnama.” (HR. Al-Baihaqi).
- Berdoa dan Bertawakal kepada Allah
Setelah berusaha, seorang Muslim harus selalu berdoa dan bertawakal kepada Allah. Tawakal berarti berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha terbaik, menyadari bahwa hasil akhir sepenuhnya ada di tangan-Nya.
- Kiat: Sertakan doa dalam setiap langkah usaha yang diambil. Salah satu doa yang dianjurkan adalah doa Nabi Musa ketika memohon bantuan Allah: “Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir.” (Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku) (QS. Al-Qashash: 24).
- Manfaat Islami: Dengan tawakal, hati akan lebih tenang karena yakin bahwa apapun hasil dari usaha kita, itu adalah yang terbaik dari Allah. Kita pun terhindar dari kekecewaan berlebihan jika hasil tidak sesuai harapan.
- Disiplin dan Bekerja Keras
Bekerja keras dan disiplin dalam menjalankan pekerjaan atau usaha adalah bagian dari ikhtiar yang harus dilakukan oleh setiap Muslim. Rasulullah ï·º sangat menganjurkan umatnya untuk rajin dan tidak malas dalam mencari nafkah.
- Kiat: Tetapkan jadwal harian yang teratur, dan berkomitmen untuk menjalankan pekerjaan dengan tekun. Hindari sifat malas dan tunda-tunda, karena rezeki tidak datang tanpa usaha yang sungguh-sungguh.
- Manfaat Islami: Dalam sebuah hadits, Rasulullah ï·º bersabda: “Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik daripada makanan hasil jerih payahnya sendiri.” (HR. Bukhari). Usaha yang keras dan halal akan membawa ketenangan dan kebanggaan diri.
- Memperbanyak Sedekah
Sedekah adalah salah satu cara yang sangat dianjurkan untuk memperlancar rezeki. Dalam Islam, semakin banyak kita bersedekah, maka Allah akan melipatgandakan rezeki kita.
- Kiat: Sediakan sebagian rezeki yang didapat untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi bisa juga dalam bentuk makanan, bantuan tenaga, atau kebaikan lainnya.
- Manfaat Islami: Allah berjanji akan melipatgandakan pahala dan rezeki bagi orang yang bersedekah. Rasulullah ï·º bersabda: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim). Dengan bersedekah, kita juga membersihkan harta dari hal-hal yang tidak baik.
- Memohon Ampunan dan Istighfar
Memperbanyak istighfar adalah salah satu cara yang dianjurkan oleh Rasulullah ï·º untuk memperlancar datangnya rezeki. Istighfar tidak hanya membersihkan diri dari dosa, tetapi juga menjadi sarana untuk memohon rahmat dan karunia dari Allah.
- Kiat: Jadikan istighfar sebagai bagian dari rutinitas harian, terutama setelah sholat atau di waktu-waktu senggang. Rasulullah ï·º sendiri biasa membaca istighfar lebih dari 70 kali dalam sehari.
- Manfaat Islami: Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa istighfar akan membuka pintu rezeki: “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai untukmu.'” (QS. Nuh: 10-12).
- Menjaga Silaturahmi
Menjalin dan menjaga silaturahmi dengan keluarga, teman, dan tetangga juga merupakan salah satu cara untuk melancarkan rezeki. Silaturahmi membuka pintu-pintu rezeki yang tak terduga dan memperpanjang umur.
- Kiat: Luangkan waktu untuk mengunjungi atau setidaknya berkomunikasi dengan kerabat dan teman. Bantulah mereka dalam hal-hal kecil jika memungkinkan, karena kebaikan akan kembali kepada kita.
- Manfaat Islami: Rasulullah ï·º bersabda: “Barang siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Menjaga hubungan baik akan membawa keberkahan dalam hidup kita.
- Berpikir Positif dan Berdoa di Waktu Mustajab
Berpikir positif terhadap takdir Allah dan selalu berharap yang baik adalah bagian penting dari proses menjemput rezeki. Berdoa di waktu-waktu mustajab juga bisa mempercepat terkabulnya permohonan.
- Kiat: Berdoalah di waktu-waktu mustajab seperti setelah sholat, di sepertiga malam, antara adzan dan iqamah, serta pada hari Jumat. Berpikir positif dan yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik.
- Manfaat Islami: Dengan berpikir positif, kita akan lebih sabar dan tenang menghadapi ujian. Keyakinan bahwa Allah adalah pemberi rezeki yang Maha Baik akan mendorong kita untuk tetap semangat dan tidak mudah putus asa.
- Menerima dengan Qana’ah (Rasa Cukup)
Dalam menjemput rezeki, seorang Muslim juga harus memiliki sifat qana’ah, yaitu merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah. Tidak berarti pasrah tanpa usaha, tetapi tidak berlebihan dalam mengejar dunia hingga melupakan akhirat.
- Kiat: Bersyukurlah untuk setiap nikmat yang Allah berikan, sekecil apapun itu. Jangan bandingkan rezeki kita dengan orang lain, karena setiap orang punya takdir dan bagiannya masing-masing.
- Manfaat Islami: Rasulullah ï·º bersabda: “Lihatlah orang yang di bawahmu, dan jangan melihat orang yang di atasmu. Karena yang demikian itu akan lebih membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.” (HR. Muslim). Dengan qana’ah, kita akan hidup lebih tenang dan tidak terjebak dalam keserakahan.
- Menghormati Orang Tua dan Berbakti kepada Keluarga
Berbakti kepada orang tua adalah salah satu amal yang sangat dicintai Allah dan menjadi salah satu kunci terbukanya pintu rezeki.
- Kiat: Lakukan yang terbaik untuk orang tua, seperti membantu kebutuhan mereka, mendoakan kebaikan untuk mereka, dan berbicara dengan lemah lembut.
- Manfaat Islami: Rasulullah ï·º bersabda: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung tali silaturahmi.” (HR. Ahmad).
Ikhtiar menjemput rezeki bukan hanya tentang bekerja keras secara duniawi
Â
Kunci Keberkahan adalah Harta dan Rezeki yang Halal
Â
Kunci keberkahan dalam harta dan rezeki yang halal merupakan fondasi penting dalam ajaran Islam. Keberkahan adalah sesuatu yang tidak hanya diukur dari jumlah atau banyaknya rezeki yang diperoleh, tetapi lebih pada nilai, manfaat, dan ketenangan yang ada di dalamnya. Rezeki yang halal dan diberkahi akan mendatangkan ketenangan jiwa, kebahagiaan, serta membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.
Berikut adalah beberapa kunci keberkahan harta dan rezeki yang halal:
- Memperoleh Rezeki dari Sumber yang Halal
Mencari nafkah melalui cara yang halal adalah syarat utama agar rezeki yang diperoleh membawa keberkahan. Rezeki yang diperoleh dari jalan yang haram, seperti penipuan, riba, atau tindakan curang, tidak akan mendatangkan keberkahan meski jumlahnya besar.
- Dasar Islami: Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisa: 29).
- Manfaat: Harta yang diperoleh dengan cara halal akan membawa kedamaian dalam hidup, keberkahan dalam keluarga, dan ridha Allah. Harta yang haram, sebaliknya, akan menimbulkan masalah dan kerusakan, baik di dunia maupun di akhirat.
- Bersyukur atas Setiap Rezeki yang Diberikan
Rasa syukur adalah salah satu kunci utama keberkahan. Allah menjanjikan bahwa barang siapa yang bersyukur, maka nikmatnya akan ditambah. Bersyukur bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam tindakan, yaitu dengan menggunakan rezeki yang dimiliki untuk kebaikan dan membantu orang lain.
- Dasar Islami: Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'” (QS. Ibrahim: 7).
- Manfaat: Dengan bersyukur, hati menjadi lebih lapang, rezeki terasa cukup, dan Allah akan menambah keberkahan dalam harta. Ini juga membantu kita lebih menghargai apa yang telah Allah berikan, tanpa merasa kekurangan.
- Menghindari Riba dan Praktik yang Dilarang
Riba adalah salah satu bentuk transaksi yang dilarang dalam Islam karena tidak membawa keberkahan, melainkan keburukan. Islam menganjurkan umatnya untuk menghindari riba dan segala bentuk usaha yang mengandung unsur ketidakadilan atau penipuan.
- Dasar Islami: Allah berfirman, “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276).
- Manfaat: Dengan menjauhkan diri dari riba, kita menjaga harta kita tetap bersih dan halal. Allah akan mengganti riba dengan rezeki yang jauh lebih baik melalui cara-cara yang penuh keberkahan.
- Memperbanyak Sedekah dan Infak
Sedekah adalah salah satu amalan yang dapat melipatgandakan rezeki dan membawa keberkahan. Rasulullah ï·º mengajarkan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, justru sebaliknya, harta yang disedekahkan akan membawa keberkahan dan melipatgandakan pahala di sisi Allah.
- Dasar Islami: Rasulullah ï·º bersabda, “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim). Selain itu, dalam QS. Al-Baqarah: 261, Allah menjanjikan bahwa orang yang bersedekah akan diberi balasan yang berlipat ganda.
- Manfaat: Dengan bersedekah, harta kita menjadi lebih berkah, hati menjadi lapang, dan Allah akan mencukupi segala kebutuhan kita. Sedekah juga menjadi tabungan untuk akhirat, karena pahalanya terus mengalir.
- Menggunakan Harta dengan Bijak dan Tidak Boros
Bijak dalam mengelola harta merupakan bagian dari usaha menjaga keberkahan. Allah melarang perilaku boros dan pemborosan yang berlebihan, karena hal tersebut dapat menghilangkan keberkahan dan merusak kekayaan yang dimiliki.
- Dasar Islami: Allah berfirman, “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra: 26-27).
- Manfaat: Dengan bijak dalam mengelola keuangan, kita bisa menjaga harta tetap cukup dan tidak berkurang sia-sia. Ini juga membantu kita lebih disiplin dalam menyisihkan harta untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti sedekah dan investasi untuk masa depan.
- Selalu Jujur dalam Berdagang dan Bekerja
Kejujuran adalah prinsip dasar dalam Islam, terutama dalam usaha dan perdagangan. Rasulullah ï·º menekankan pentingnya kejujuran sebagai cara untuk menjaga keberkahan dalam rezeki.
- Dasar Islami: Rasulullah ï·º bersabda, “Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi).
- Manfaat: Dengan jujur dalam usaha dan pekerjaan, kita akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain dan membawa keberkahan dalam rezeki kita. Allah akan memberkahi rezeki yang diperoleh dengan cara yang benar dan tidak menzalimi orang lain.
- Meminta Rezeki dengan Doa dan Tawakal
Berdoa dan bertawakal kepada Allah adalah bentuk pengakuan bahwa segala rezeki datang dari-Nya. Setelah berusaha, seorang Muslim harus selalu meminta rezeki yang halal dan penuh keberkahan kepada Allah, sambil berserah diri sepenuhnya pada kehendak-Nya.
- Dasar Islami: Rasulullah ï·º mengajarkan doa untuk memohon rezeki yang berkah, seperti “Allahumma inni as’aluka ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.” (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima).
- Manfaat: Dengan berdoa dan bertawakal, kita menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah. Ini akan mendatangkan rezeki yang lebih baik dan membawa ketenangan hati karena yakin bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki.
- Mencari Rezeki dengan Sungguh-sungguh dan Tekun
Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja keras dan tekun dalam mencari nafkah. Rezeki yang diperoleh melalui usaha sungguh-sungguh dan tidak bergantung pada orang lain akan membawa keberkahan.
- Dasar Islami: Rasulullah ï·º bersabda, “Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada makanan hasil jerih payahnya sendiri.” (HR. Bukhari).
- Manfaat: Dengan bekerja keras, kita mendapatkan rezeki yang halal dan berkah. Usaha yang sungguh-sungguh juga mendidik kita untuk menghargai setiap pemberian Allah dan tidak bergantung pada orang lain.
- Memohon Ampunan dan Memperbanyak Istighfar
Memperbanyak istighfar adalah salah satu cara untuk memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang bisa menjadi penghalang datangnya rezeki. Istighfar juga menjadi pintu terbukanya keberkahan dan rahmat dari Allah.
- Dasar Islami: Allah berfirman, _”Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai untukmu.'” (QS. Nuh: 10-12).
- Manfaat: Dengan istighfar, Allah akan melimpahkan rahmat dan rezeki yang berkah kepada kita. Dosa-dosa yang menghalangi rezeki akan diampuni, dan kehidupan kita menjadi lebih tenang dan terarah.
- Berbuat Baik dan Menjalin Silaturahmi
Silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama, terutama keluarga dan orang-orang terdekat, adalah salah satu cara untuk menjemput keberkahan rezeki. Rasulullah ï·º menjanjikan bahwa silaturahmi akan melapangkan rezeki dan Memperpanjang usia.
Silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama, terutama keluarga dan orang-orang terdekat, adalah salah satu cara untuk menjemput keberkahan rezeki.
Silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama, terutama keluarga dan orang-orang terdekat, merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk mendapatkan keberkahan hidup, termasuk dalam hal rezeki. Keberkahan tidak hanya berarti bertambahnya harta, tetapi juga adanya kedamaian, kelapangan, dan kebaikan yang menyertai rezeki yang didapat.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama, terutama keluarga, bisa menjadi jalan untuk menjemput keberkahan rezeki:
- Silaturahmi Memperpanjang Umur dan Meluaskan Rezeki
Rasulullah ï·º dalam banyak hadits mengaitkan silaturahmi dengan bertambahnya umur dan dilapangkannya rezeki. Berbuat baik kepada keluarga dan menjaga hubungan dengan saudara, teman, dan tetangga dapat membuka pintu-pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
- Hadits Rasulullah ï·º: “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Manfaat: Orang yang menjaga hubungan baik dengan keluarga dan orang lain akan mendapatkan kemudahan dalam urusan rezeki, karena keberkahan hadir dalam bentuk dukungan, kerjasama, dan kepercayaan yang terbangun melalui hubungan baik.
- Silaturahmi Membangun Kekuatan Sosial
Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi bagian dari masyarakat yang aktif, saling membantu dan menolong satu sama lain. Dalam konteks mencari rezeki, silaturahmi membuka jalan bagi pertolongan Allah melalui tangan orang lain, baik dalam bentuk peluang usaha, pekerjaan, atau kemudahan lainnya.
- Dasar Islami: Allah berfirman, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2).
- Manfaat: Melalui silaturahmi, seorang Muslim bisa mendapatkan dukungan moral, informasi peluang usaha, atau bahkan bantuan finansial ketika dibutuhkan. Hal ini membawa keberkahan karena memperluas jejaring sosial dan membuka pintu rezeki melalui kerjasama yang baik.
- Silaturahmi Menumbuhkan Rasa Syukur dan Saling Peduli
Dengan menjalin hubungan baik dan berinteraksi dengan orang lain, terutama keluarga, kita menjadi lebih peka terhadap kebutuhan mereka dan dapat menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah kita miliki. Keterlibatan dalam membantu keluarga atau kerabat yang sedang membutuhkan bisa menjadi jalan bagi datangnya rezeki yang berkah.
- Dasar Islami: Rasulullah ï·º bersabda, “Bukanlah termasuk orang yang sempurna imannya jika ia tidur dalam keadaan kenyang, sedangkan tetangganya kelaparan di sampingnya.” (HR. Bukhari).
- Manfaat: Dengan membantu orang lain, terutama keluarga, kita juga membersihkan harta dari sifat kikir dan mementingkan diri sendiri. Bantuan yang kita berikan akan dibalas oleh Allah dengan melipatgandakan rezeki kita di masa depan.
- Silaturahmi Menghilangkan Permusuhan dan Membangun Kedamaian
Menjaga silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama membantu menghilangkan permusuhan, konflik, dan kebencian. Kedamaian yang terjalin antarindividu membawa ketenangan batin, yang pada akhirnya membuat seseorang lebih mudah merasakan keberkahan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk rezeki.
- Dasar Islami: Rasulullah ï·º bersabda, “Sesungguhnya perbuatan baik akan melindungi dari keburukan dan memelihara hubungan kekerabatan serta memperpanjang usia.” (HR. Tirmidzi).
- Manfaat: Ketika hubungan antar sesama harmonis, pekerjaan dan usaha menjadi lebih lancar karena tidak ada halangan emosional atau sosial. Kedamaian dalam hubungan sosial akan berdampak positif pada produktivitas dan motivasi bekerja, yang akhirnya mendatangkan rezeki yang lebih baik.
- Silaturahmi Mendapatkan Doa dan Restu dari Keluarga
Salah satu keberkahan terbesar yang bisa didapat dari menjaga hubungan baik dengan keluarga adalah doa dan restu mereka. Doa dari orang tua, saudara, atau keluarga terdekat bisa menjadi salah satu sebab terkabulnya permintaan kita kepada Allah, termasuk dalam hal rezeki.
- Dasar Islami: Rasulullah ï·º bersabda, “Doa orang tua kepada anaknya adalah seperti doa seorang nabi kepada umatnya.” (HR. Tirmidzi).
- Manfaat: Dengan menjaga hubungan baik dengan keluarga, terutama orang tua, kita bisa mendapatkan doa-doa yang tulus. Doa mereka sangat mustajab dan menjadi jalan pembuka keberkahan rezeki.
- Berbuat Baik Membuka Pintu Pertolongan Allah
Selain silaturahmi, berbuat baik kepada sesama manusia adalah perintah Allah yang mendatangkan keberkahan. Allah mencintai orang-orang yang melakukan kebaikan, dan kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada kita dalam berbagai bentuk, termasuk dalam rezeki.
- Dasar Islami: Allah berfirman, “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. Al-Qashash: 77).
- Manfaat: Kebaikan yang kita tanam kepada orang lain akan menuai balasan kebaikan dari Allah. Rezeki bisa datang dari arah yang tidak kita duga sebagai hasil dari kebaikan yang kita lakukan, bahkan dalam bentuk kesehatan, kebahagiaan, dan kemudahan hidup.
- Menjaga Silaturahmi Menjadi Sebab Dihindarkan dari Kesulitan
Menjalin silaturahmi tidak hanya memperlancar rezeki, tetapi juga dapat menjadi sebab dihindarkannya kita dari berbagai kesulitan. Ketika kita menjaga hubungan dengan orang lain, terutama keluarga, Allah akan membantu kita dalam berbagai kesulitan yang kita hadapi.
- Dasar Islami: Rasulullah ï·º bersabda, “Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat.” (HR. Muslim).
- Manfaat: Dengan membantu orang lain, kita akan mendapatkan pertolongan Allah dalam bentuk rezeki yang tak disangka-sangka. Allah menjamin bahwa siapa yang berbuat baik, akan dibalas dengan kebaikan yang lebih besar.
Kesimpulan
Silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama, terutama keluarga dan orang-orang terdekat, merupakan salah satu jalan yang sangat efektif untuk menjemput keberkahan rezeki. Islam menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama karena hal tersebut membawa berbagai keberkahan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Dengan silaturahmi, kita tidak hanya mendapatkan dukungan sosial dan kemudahan rezeki, tetapi juga meraih pahala dan ridha Allah.
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
No comments yet.