Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Kepribadian berdasarkan MBTI Carl Jung.

    Apr 05 2025192 Dilihat

    Kepribadian berdasarkan MBTI

     

    MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) adalah salah satu alat yang populer untuk memahami kepribadian. MBTI membagi kepribadian menjadi 16 tipe, berdasarkan kombinasi dari empat dimensi utama:

    1. Extraversion (E) vs. Introversion (I)
      • E: Fokus pada dunia luar, energi dari interaksi sosial.
      • I: Fokus ke dalam, energi dari refleksi dan waktu sendiri.
    2. Sensing (S) vs. Intuition (N)
      • S: Fokus pada fakta, detail, dan realita.
      • N: Fokus pada pola, ide, dan kemungkinan.
    3. Thinking (T) vs. Feeling (F)
      • T: Mengambil keputusan berdasarkan logika dan objektivitas.
      • F: Mengambil keputusan berdasarkan nilai dan perasaan pribadi.
    4. Judging (J) vs. Perceiving (P)
      • J: Terstruktur, suka rencana, suka keputusan yang pasti.
      • P: Fleksibel, spontan, terbuka pada kemungkinan.

    16 Tipe Kepribadian MBTI

    Berikut adalah daftar ke-16 tipe dan deskripsi singkatnya:

    Tipe Nama Ciri Umum
    ISTJ The Logistician Tanggung jawab, detail, tradisional
    ISFJ The Defender Setia, penuh perhatian, hangat
    INFJ The Advocate Visioner, idealis, penuh empati
    INTJ The Architect Strategis, mandiri, perfeksionis
    ISTP The Virtuoso Praktis, eksploratif, suka tantangan
    ISFP The Adventurer Artistik, sensitif, santai
    INFP The Mediator Imajinatif, penyayang, idealis
    INTP The Logician Analitis, penasaran, independen
    ESTP The Entrepreneur Enerjik, spontan, pragmatis
    ESFP The Entertainer Ceria, suka pesta, spontan
    ENFP The Campaigner Antusias, kreatif, inspiratif
    ENTP The Debater Inovatif, suka berargumen, cerdas
    ESTJ The Executive Tegas, pemimpin, realistis
    ESFJ The Consul Ramah, peduli, suportif
    ENFJ The Protagonist Karismatik, memimpin dengan hati
    ENTJ The Commander Dominan, visioner, perencana hebat

    Kalau kamu mau, aku bisa bantu kamu cari tahu tipe MBTI-mu dengan beberapa pertanyaan cepat. Mau coba?

    Cari tahu Tipe MBTI  Anda :

    Oke, yuk kita cari tahu tipe MBTI kamu!
    Aku akan tanya beberapa pertanyaan simpel untuk memahami preferensi kamu di tiap dimensi MBTI.

    Jawab sejujurnya ya, nggak ada jawaban benar atau salah.

    1. Extraversion (E) vs. Introversion (I)

    Saat kamu butuh mengisi energi, kamu lebih suka: a) Nongkrong sama teman, jalan-jalan, ngobrol
    b) Menyendiri, baca buku, nonton sendiri

    1. Sensing (S) vs. Intuition (N)

    Saat menghadapi masalah atau bikin keputusan, kamu lebih mengandalkan: a) Fakta, pengalaman nyata, detail
    b) Intuisi, firasat, gambaran besar atau pola

    1. Thinking (T) vs. Feeling (F)

    Kalau kamu harus mengambil keputusan sulit, kamu lebih condong ke: a) Logika, apa yang paling masuk akal
    b) Perasaan, empati, atau apa yang paling baik buat semua

    1. Judging (J) vs. Perceiving (P)

    Gaya hidup kamu lebih ke arah: a) Teratur, suka rencana, punya jadwal
    b) Fleksibel, spontan, suka kejutan dan improvisasi

    Boleh langsung jawab a/b untuk tiap nomor. Setelah itu aku bantu simpulkan tipe MBTI kamu ✨

    Misalnya jawaban anda :

    1. b 2. b 3. b 4. B

     

    Nice! Jawaban kamu:

    1. bIntroversion (I)
    2. bIntuition (N)
    3. bFeeling (F)
    4. bPerceiving (P)

    Jadi kemungkinan besar kamu adalah tipe INFP – The Mediator

    INFP (The Mediator)

    Ciri Umum:

    • Imajinatif dan idealis
    • Sangat peduli dengan nilai-nilai dan perasaan orang lain
    • Suka merenung dan berpikir dalam
    • Kreatif, kadang suka tenggelam dalam dunia fantasi atau ide
    • Lebih suka hubungan yang bermakna daripada yang dangkal
    • Punya hati yang besar, tapi kadang sulit mengungkapkannya

    Kekuatan:

    • Empati tinggi
    • Kreatif banget (sering jago nulis, seni, atau musik)
    • Setia dan tulus dalam hubungan
    • Punya nilai moral yang kuat

    Tantangan:

    • Bisa terlalu perfeksionis atau sensitif
    • Cenderung overthinking
    • Sulit ambil keputusan karena ingin semua orang senang

    Apakah ini terdengar seperti kamu? Atau ada bagian yang kamu rasa nggak cocok? Kita bisa eksplorasi lebih lanjut juga, kalau kamu mau!

     

    Apa itu overthinking?

    Overthinking itu adalah ketika kita terlalu banyak mikir, sampai-sampai pikiran itu bikin stres, bingung sendiri, atau malah gak ngelakuin apa-apa. Kadang mikir itu bagus, tapi kalau berlebihan, jadi nyusahin diri sendiri.

    Contoh Overthinking:

    • “Kalau aku ngomong kayak tadi, dia marah gak ya?”
    • “Udah bener belum ya email yang aku kirim? Kayaknya ada yang salah deh…”
    • “Gimana kalau besok gagal? Gimana kalau orang-orang gak suka aku?”

    Jadi kayak muter-muter di kepala, mikirin semua kemungkinan buruk, terus makin lama makin capek mental.

    Tanda-Tanda Kamu Lagi Overthinking:

    • Sulit tidur karena pikiran gak berhenti
    • Sering nyesel atau mikirin masa lalu berulang-ulang
    • Takut ambil keputusan karena takut salah
    • Terlalu mikirin apa kata orang
    • Nggak bisa fokus karena banyak skenario di kepala

    Cara Ngurangin Overthinking:

    • Tulis isi pikiranmu di jurnal
    • Tarik napas dalam-dalam dan grounding diri (misalnya: lihat sekitar, rasakan lantai, dsb)
    • Batasin waktu mikir, misalnya 10 menit aja buat mikirin 1 masalah
    • Tanya ke diri sendiri: “Apakah ini hal yang bisa aku kontrol?”
    • Alihkan energi ke aktivitas fisik/kreatif (olahraga, gambar, nulis, dsb)

     

    Introvert dan Extrovert Perbedaan cara mengisi tenaga atau energi dan arah energi kehidupan.

     

    Yes! Kamu benar banget. Perbedaan utama antara Introvert dan Extrovert memang terletak pada:

    Cara Mengisi Energi

    Dan
    Arah Energi Kehidupan

    Introvert

    Energi:

    • Mengisi ulang energi dengan menyendiri atau di lingkungan yang tenang.
    • Setelah bersosialisasi terlalu lama, merasa capek atau butuh waktu sendiri untuk “recharge.”

    Arah Energi Kehidupan:

    • Fokus ke dalam diri: pikiran, perasaan, refleksi pribadi.
    • Lebih suka merenung, berpikir dalam, atau ngobrol satu-satu daripada ramai-ramai.

    Contoh:

    • Nonton film sendirian = recharge
    • Nongkrong rame-rame = seru, tapi habis itu pengen ngilang dulu sejenak

    Extrovert

    Energi:

    • Mengisi energi dengan berinteraksi: ngobrol, jalan bareng, aktivitas sosial.
    • Kalau sendirian terlalu lama malah bisa merasa lelah atau bosan.

    Arah Energi Kehidupan:

    • Fokus ke dunia luar: orang lain, aktivitas sosial, lingkungan sekitar.
    • Dapat inspirasi dari ngobrol, diskusi, atau mencoba hal-hal baru secara langsung.

    Contoh:

    • Capek kerja? Nongkrong dulu yuk buat nyegerin pikiran
    • Weekend sepi malah bikin gak betah

    Penting:

    Introvert ≠ pemalu
    Extrovert ≠ cerewet

    Ini soal gimana mereka mengisi ulang energi dan apa yang bikin mereka “hidup.”

    Kalau kamu sendiri lebih nyaman recharge dengan apa? Sendiri atau bareng orang?

     

    Intuition dan Sensing : Perbedaan cara mencerna dan Menerima Informasi.

    Keren! Kamu makin dalam nih gali MBTI-nya
    Sekarang kita bahas perbedaan Intuition (N) dan Sensing (S) dari sisi:

    Cara Mencerna & Menerima Informasi

    Sensing (S) – Si Realistis & Detail-Oriented

    Cara menerima informasi:

    • Lewat indera (penglihatan, pendengaran, sentuhan, dll)
    • Fokus ke fakta nyata, data, dan detail konkret
    • Suka hal yang praktis dan pengalaman langsung

    Cara mencerna:

    • Berpikir berdasarkan apa yang bisa dilihat dan dibuktikan
    • Lebih suka informasi yang step-by-step, terstruktur
    • Punya memori kuat soal fakta dan pengalaman

    Contoh:

    “Kamu tahu nggak rumah dia yang catnya biru muda, di pojokan jalan itu?”
    “Gue sih mending pakai cara yang udah terbukti aja dulu.”

    Intuition (N) – Si Visioner & Pemikir Pola

    Cara menerima informasi:

    • Lewat gambaran besar, pola, dan hubungan antar ide
    • Fokus ke kemungkinan, makna tersembunyi, dan ide masa depan
    • Lebih tertarik sama teori, ide abstrak, atau hal yang belum terjadi

    Cara mencerna:

    • Cenderung melihat “apa yang bisa jadi” daripada “apa yang ada”
    • Suka bikin koneksi antara hal-hal yang kelihatannya gak nyambung
    • Kadang lompat-lompat mikirnya, tapi kreatif banget

    Contoh:

    “Aku ngerasa vibes tempat ini aneh ya… kayak ada sesuatu yang nggak kelihatan.”
    “Coba kita bikin metode baru aja, yang lebih fresh dan inovatif.”

    Singkatnya:

    Sensing (S) Intuition (N)
    Fokus Fakta nyata, pengalaman Pola, ide, makna tersembunyi
    Gaya belajar Langsung, praktis, langkah demi langkah Konsep besar, teori, imajinasi
    Gaya mikir Realistis, konkret Visioner, abstrak
    Tipe pertanyaan “Apa yang sebenarnya terjadi?” “Apa makna di balik ini?”

    Kamu lebih relate ke yang mana?
    Apakah kamu lebih suka fakta & pengalaman langsung (S), atau lebih ke ide dan kemungkinan (N)?

     

    Thinking dan Feeling : Perbedaan Fokus dalam mengambil keputusan.

    Mantap, lanjut ke dimensi ketiga MBTI:
    Thinking (T) vs. Feeling (F) – Ini soal gimana seseorang mengambil keputusan

    Thinking (T) – Si Logis & Objektif

    Fokus saat mengambil keputusan:

    • Logika, analisa, dan konsistensi
    • Bertanya: “Apa yang paling masuk akal? Apa yang benar menurut data?”
    • Cenderung objektif, menimbang pro-kontra, dan memisahkan emosi dari keputusan

    Ciri-ciri:

    • Tegas, kadang terkesan dingin
    • Nggak takut konflik kalau tujuannya demi efisiensi atau keadilan
    • Lebih mementingkan kebenaran daripada perasaan orang

    Contoh keputusan:

    “Aku pilih orang ini karena performanya paling kuat, walaupun mungkin orangnya kurang disukai tim.”

    Feeling (F) – Si Empatik & Personal

    Fokus saat mengambil keputusan:

    • Perasaan, nilai-nilai pribadi, dan dampaknya terhadap orang lain
    • Bertanya: “Bagaimana perasaan orang lain? Apa ini baik untuk semua?”
    • Cenderung subjektif, mempertimbangkan konteks emosional dan hubungan antar manusia

    Ciri-ciri:

    • Hangat, peduli, diplomatis
    • Menghindari konflik, lebih suka harmoni
    • Lebih mementingkan kebaikan hati daripada kebenaran mentah

    Contoh keputusan:

    “Aku ajak dia ikut proyek ini, walaupun belum terlalu ahli, tapi dia sangat butuh kesempatan.”

    Singkatnya:

    Thinking (T) Feeling (F)
    Fokus Logika & keadilan Perasaan & harmoni
    Gaya keputusan Objektif, berdasarkan data Subjektif, berdasarkan empati
    Motivasi utama Benar/salah, efisiensi Baik/tidak baik, dampak emosional
    Dalam konflik Siap berdebat demi kebenaran Menghindari konflik, cari damai

    Tapi ingat, ini bukan berarti T itu “gak punya perasaan” atau F itu “gak logis.”
    Mereka dua-duanya mikir, cuma fokusnya beda.

    Kamu sendiri lebih sering pakai logika atau hati waktu ambil keputusan?

    Judging dan Perceiving : Perbedaan Pola Hidup.

    Kita sampai di dimensi terakhir nih: Judging (J) vs. Perceiving (P) – ini soal gaya hidup dan cara menghadapi dunia luar

    Judging (J) – Si Terencana & Teratur

    Pola hidup:

    • Suka struktur, jadwal, dan rencana yang jelas
    • Merasa nyaman kalau semuanya terorganisir dan ada keputusan yang pasti
    • Suka menyelesaikan sesuatu, bukan membiarkannya menggantung

    Ciri-ciri umum:

    • Bikin to-do list dan actually ngikutin
    • Deadline = target
    • Stres kalau segalanya berantakan atau last minute

    Contoh perilaku:

    “Liburan kita mulai jam 8, ini itinerary-nya udah aku print.”
    “Aku udah ngerjain tugas dari kemarin, biar tenang.”

    Perceiving (P) – Si Fleksibel & Spontan

    Pola hidup:

    • Suka kebebasan dan spontanitas, gak suka diikat oleh jadwal kaku
    • Lebih suka menyesuaikan diri dengan keadaan daripada memaksakan rencana
    • Terbuka sama kemungkinan baru, bahkan di menit terakhir

    Ciri-ciri umum:

    • Deadline = awal dari ngerjain
    • Sering improvisasi, ide mengalir saat jalan
    • Bisa nyaman dalam “chaos” asal tetep bergerak

    Contoh perilaku:

    “Kita liat nanti aja mau ke mana, yang penting santai.”
    “Eh tiba-tiba dapet ide, kita ubah aja konsepnya.”

    Singkatnya:

    Judging (J) Perceiving (P)
    Gaya hidup Terencana, sistematis Fleksibel, spontan
    Pendekatan kerja Selesaikan secepat mungkin Keep options open, last minute sometimes
    Sikap pada keputusan Cepat ambil keputusan Menunda, mempertimbangkan terus
    Motto hidup “Rencana adalah segalanya” “Liat nanti aja gimana”

    Tapi bukan berarti J itu kaku, atau P itu berantakan.
    J suka kontrol, P suka kemungkinan.

    Kamu lebih nyaman punya rencana, atau lebih suka go with the flow?

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    • A. Ubaidillah A. berkata:

      Hal ini perlu untuk di evaluasi untuk berkelanjutan

    • azka chusnayaina berkata:

      MBTI adalah salah satu alat populer yang digunakan untuk memahami kepribadian seseorang dengan mengkategorikan preferensi dalam cara berpikir, merasakan, dan berinteraksi. Meski bukan alat diagnostik psikologi resmi, MBTI membantu banyak orang mengenali kekuatan, kelemahan, dan gaya komunikasi mereka serta orang lain. Namun, penting diingat bahwa MBTI bukanlah penentu mutlak kepribadian, melainkan alat bantu yang fleksibel untuk pengembangan diri dan hubungan sosial. Dalam perspektif Islam, mengenal diri sendiri juga sangat dianjurkan, tapi tetap harus diiringi dengan introspeksi spiritual dan kesadaran bahwa manusia diciptakan dengan potensi yang bisa terus berkembang.”

    • Tasya aida hafizah berkata:

      Berbeda bedanya karakter manusia yang diciptakan oleh sang maha kuasa menjadikan kita sadar akan pentingnya saling memahami antar sesama. Psikologi mengajarkan kita untuk melihat banyak sekali hal dari apa yg tidak tampak dan mendengarkan banyak sekali hal dari apa yg tidak berbunyi.

    • afifatul faiza berkata:

      mantab bermanfaat sekali ilmunya pak

    • Diana Alfa Zahra Rahma berkata:

      Dari artikel MBTI ini saya jadi memahami banyak pola hidup dan kepribadian yang berbeda

    • Qori’atul afifah berkata:

      sangat bermanfaat sekali pak dan sangat menatik untuk dipelajari

    • Fiftina berkata:

      kepribadian MBTI berdasarkan teori Carl Jung, dengan empat dimensi utama yang menggambarkan ciri dan kekuatan setiap tipe.

    • Izzatin Nisa berkata:

      Semoga bisa membantu mengetahui kepribadian seseorang

    • Fadillah nurul ikhsani berkata:

      Membantu sekali pak

    • Putri difa berkata:

      Sangat membantu sekali

    • Asmaul Lailatul berkata:

      Dari penjelasan diatas dapat mengetahui bahwa tiap orang memiliki berbagai perbedaan sikap orang dalam menanggapi suatu kejadian. Terimakasih sangat membantu

    • Asmaul Lailatul berkata:

      Dari penjelasan diatas dapat mengetahui bahwa tiap orang memiliki berbagai perbedaan sikap orang dalam menanggapi suatu kejadian. Sangat bermanfaat

    • Salma Zahriyah berkata:

      Artikel ini membahas tentang kepribadian manusia menurut beberapa tipe berdasarkan ciri-ciri yang ada pada pribadi itu sendiri

    • najma khusnul nur'aini berkata:

      dengan adanya artikel ini memberi ilmu bahwa kita tidak boleh dengan mudah menghakimi perilaku orang lain karena semua orang memiliki kepribadian yang berbeda beda. terimaksih bapak

    • Nilam Mabruroh berkata:

      Dari atrtikel diatas dapat disimpulkan bahwasanya manusia itu memiliki tipe masing² dan semuanya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dan setelah membaca artikel diatas menambah banyak wawasan mengenai karakteristik atau sifat² manusia.

    • Muhammad fahmi zakaria berkata:

      Alhamdulillah kita bisa membahagiakanmu wawasan pengetahuan

    • Muhammad fahmi zakaria berkata:

      Alhamdulillah dengan membaca artikel di atas kita dapat mengetahui kepribadian kita dan juga bisa menilai perilaku seseorang dengan mengetahui bahwa semua orang punya ciri khas masing”

    • Ahmad fathoni berkata:

      Dari pemaparan di atas, kita bisa mengetahui bahwa betapa banyaknya ciri-ciri dan sifat orang di luar sana dan dapat kita pelajari juga seperti keterangan di atas tadi.

      • Muhammad fahmi zakaria berkata:

        Alhamdulillah dengan membaca artikel di atas kita dapat mengetahui kepribadian kita dan juga bisa menilai perilaku seseorang dengan mengetahui bahwa semua orang punya ciri khas masing”

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top