Ustadzfaqih • Apr 04 2025 • 58 Dilihat

Tiga Kunci Utama dalam Menghadapi Kesulitan.
Jadi kebutuhan apa pun yang anda tanggung dan masalah ataupun musibah apa pun yang membebani anda, maka semua itu dikirimkan oleh Allah. Sehingga tatkala anda ingin kebutuhan anda terpenuhi , masalah anda terurai, dan dibebaskan dari musibah, maka ke mana lagi jika tidak dikembalikan semuanya kepada Allah?
Benar sekali! Setiap kebutuhan, masalah, dan musibah yang kita alami datangnya dari Allah sebagai ujian dan bentuk kasih sayang-Nya. Karena itu, ketika kita menginginkan solusi, jalan keluar, dan ketenangan, tidak ada tempat terbaik untuk kembali selain kepada Allah.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah (2): 286:
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Ini mengajarkan bahwa setiap ujian yang kita hadapi sudah sesuai dengan kapasitas kita. Bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk menguatkan dan mendekatkan kita kepada-Nya.
Ketika kita menghadapi kesulitan, ada tiga hal yang perlu kita lakukan:
Seberapa sering kita mencari solusi ke sana-sini sebelum akhirnya sadar bahwa hanya dengan kembali kepada Allah hati menjadi tenang?
Ya, tiga hal ini adalah kunci utama dalam menghadapi kesulitan. Mari kita renungkan lebih dalam bagaimana setiap poin ini bekerja dalam kehidupan kita:
“Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupinya.”
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
Ketiga hal ini harus berjalan bersamaan. Jika hanya tawakal tanpa usaha, itu pasif. Jika hanya usaha tanpa doa, itu sombong. Jika hanya sabar tanpa ikhtiar, itu menyerah.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa !
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.