Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Tradisi Halal bi Halal dan Silaturahmi di Indonesia

    Mar 28 202584 Dilihat

    Tradisi Halal bi Halal dan Silaturahmi di Indonesia

    Indonesia memiliki berbagai tradisi yang kaya dan unik, salah satunya adalah Halal bi Halal. Tradisi ini erat kaitannya dengan momen Hari Raya Idulfitri dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Muslim di Indonesia.

    Apa Itu Halal bi Halal?

    Halal bi Halal adalah tradisi khas Indonesia yang dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, tetapi penggunaannya lebih dikenal di Indonesia. Secara makna, halal berarti diperbolehkan atau suci, sedangkan dalam konteks ini, Halal bi Halal bermakna saling memaafkan satu sama lain setelah bulan Ramadan.

    Tradisi ini umumnya dilakukan dalam bentuk pertemuan keluarga besar, komunitas, instansi pemerintahan, hingga perusahaan untuk mempererat hubungan setelah Ramadan dan Idulfitri.

    Asal-Usul Halal bi Halal

    Halal bi Halal dipercaya mulai dikenal luas sejak zaman Presiden Soekarno. Konon, istilah ini dicetuskan oleh KH. Wahab Hasbullah, seorang ulama Nahdlatul Ulama (NU), yang mengusulkan kepada Soekarno agar mengadakan pertemuan pasca-Lebaran guna meredakan ketegangan politik saat itu. Sejak saat itu, Halal bi Halal berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

    Silaturahmi dalam Islam dan Budaya Indonesia

    Silaturahmi adalah konsep yang lebih luas dari Halal bi Halal. Dalam Islam, silaturahmi berarti menjaga dan mempererat hubungan baik antar sesama, baik dengan keluarga, sahabat, maupun masyarakat secara umum.

    Tradisi silaturahmi di Indonesia dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti:

    1. Mudik – Pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga besar.
    2. Open House – Mengadakan jamuan makanan bagi sanak saudara dan tetangga.
    3. Kunjungan ke Rumah Kerabat – Mempererat hubungan dengan mendatangi rumah saudara atau tetangga setelah Idulfitri.
    4. Acara Resmi Halal bi Halal – Perusahaan, lembaga pemerintahan, atau komunitas sering mengadakan acara formal untuk saling memaafkan.

    Makna dan Manfaat Halal bi Halal & Silaturahmi

    1. Menjalin dan Mempererat Hubungan – Memperbaiki hubungan yang mungkin renggang selama setahun terakhir.
    2. Menghilangkan Dosa Sosial – Islam mengajarkan bahwa dosa kepada sesama manusia harus diselesaikan dengan meminta maaf secara langsung.
    3. Meningkatkan Solidaritas – Memperkuat hubungan sosial dalam keluarga, komunitas, hingga lingkungan kerja.
    4. Meningkatkan Keberkahan – Dalam Islam, silaturahmi diyakini dapat memperpanjang umur dan melancarkan rezeki.

    Halal bi Halal dan silaturahmi adalah tradisi khas Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai Islam dan budaya gotong royong masyarakat. Dengan melaksanakan tradisi ini, umat Muslim tidak hanya menjaga hubungan baik, tetapi juga memperoleh keberkahan dalam kehidupan.

     

    Keutamaan Silaturahmi dalam Hadits dan Al-Quran.

    Silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Dalam Al-Qur’an dan hadis, banyak disebutkan keutamaan menjaga silaturahmi, di antaranya memperpanjang umur, melapangkan rezeki, dan menjadi jalan menuju rahmat Allah.

     

    Keutamaan Silaturahmi dalam Al-Qur’an

    1. Silaturahmi sebagai Perintah Allah

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا

    “ Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” ( QS. An- Nisa: 1)

    Penjelasan: Ayat ini menegaskan bahwa menjaga hubungan silaturahmi adalah perintah Allah yang harus dipelihara oleh setiap Muslim.

    1. Silaturahmi sebagai Ciri Orang Bertakwa

    “…Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan agar dihubungkan (silaturahmi), mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.”
    (QS. Ar-Ra’d: 21)

    Penjelasan: Salah satu ciri orang yang bertakwa adalah mereka yang senantiasa menjaga tali silaturahmi.

    1. Silaturahmi Mendatangkan Rahmat Allah

    “Orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah perjanjian itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (untuk disambungkan) serta berbuat kerusakan di bumi, mereka itu mendapatkan laknat dan tempat tinggal yang buruk.”
    (QS. Ar-Ra’d: 25)

    Penjelasan: Allah melaknat orang-orang yang memutus silaturahmi dan mereka akan mendapatkan balasan yang buruk.

     

    Keutamaan Silaturahmi dalam Hadis

    1. Silaturahmi Memperpanjang Umur dan Melapangkan Rezeki

    “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
    (HR. Bukhari No. 5985, Muslim No. 2557)

    Penjelasan: Hadis ini menunjukkan bahwa dengan menjaga silaturahmi, Allah akan memberikan keberkahan dalam hidup, baik berupa umur yang panjang maupun rezeki yang melimpah.

    1. Silaturahmi Sebagai Penyebab Masuk Surga

    “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi).”
    (HR. Bukhari No. 5984, Muslim No. 2556)

    Penjelasan: Hadis ini menjadi peringatan bagi umat Islam agar tidak memutus hubungan dengan saudara, teman, atau keluarga, karena hal itu bisa menjadi penghalang masuk surga.

    1. Silaturahmi Sebagai Tanda Keimanan kepada Allah dan Hari Akhir

    “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
    (HR. Bukhari No. 6138, Muslim No. 47)

    Penjelasan: Menjaga silaturahmi merupakan salah satu tanda keimanan kepada Allah dan hari akhir.

     

    Kesimpulan

    Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari ajaran Islam yang memiliki banyak keutamaan, seperti:
    ✅ Memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.
    ✅ Mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah.
    ✅ Menjadi jalan menuju surga.
    ✅ Menghindarkan dari laknat Allah.

    Dengan menjaga silaturahmi, kita tidak hanya mempererat hubungan sosial tetapi juga memperoleh keberkahan dunia dan akhirat.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top