Ustadzfaqih • Mar 24 2025 • 80 Dilihat

Hikmah Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW, yang dimulai pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Berikut beberapa hikmahnya:
Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan. Hikmah dari Lailatul Qadar antara lain:
Mengingat keutamaan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak doa, zikir, dan ibadah lainnya.
Semoga kita semua dapat meraih keberkahan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar.
Al-Quran: Kitab Suci yang Mubarak dan Pedoman Hidup Umat Islam
Al-Quran adalah kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia. Dalam Al-Quran, Allah menyebutnya sebagai kitab yang mubarak (penuh berkah) dan sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang beriman.
Allah SWT menyebut Al-Quran sebagai kitab yang diberkahi dalam beberapa ayat, di antaranya:
QS. Sad: 29
كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapatkan pelajaran.”
Sobat. Allah menjelaskan bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah saw dan para pengikutnya. Al-Qur’an itu adalah kitab yang sempurna mengandung bimbingan yang sangat bermanfaat kepada umat manusia. Bimbingan itu menuntun manusia agar hidup sejahtera di dunia dan berbahagia di akhirat. Dengan merenungkan isinya, manusia akan menemukan cara-cara mengatur kemaslahatan hidup di dunia.
Tamsil ibarat dan kisah dari umat terdahulu menjadi pelajaran dalam menempuh tujuan hidup mereka dan menjauhi rintangan dan hambatan yang menghalangi pencapaian tujuan hidup. Al-Qur’an itu diturunkan dengan maksud agar direnungkan kandungan isinya, kemudian dipahami dengan pengertian yang benar, lalu diamalkan sebagaimana mestinya.
Pengertian yang benar diperoleh dengan jalan mengikuti petunjuk-petunjuk rasul, dengan dibantu ilmu pengetahuan yang dimiliki, baik yang berhubungan dengan bahasa ataupun perkembangan masyarakat. Begitu pula dalam mendalami petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam kitab itu, hendaknya dilandasi tuntunan rasul serta berusaha untuk menyemarakkan pengalamannya dengan ilmu pengetahuan hasil pengalaman dan pemikiran mereka.
Al-hasan al-Bashri menjelaskan pengertian ayat ini dengan mengatakan, “Banyak hamba Allah dan anak-anak yang tidak mengerti makna Al-Qur’an, walaupun telah membacanya di luar kepala. Mereka ini hafal betul hingga tak satu pun huruf yang ketinggalan. Namun mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Al-Qur’an itu hingga salah seorang di antara mereka mengatakan, “Demi Allah saya telah membaca Al-Qur’an, hingga tak satu huruf pun yang kulewatkan.” Sebenarnya orang yang seperti itu telah melewatkan Al-Qur’an seluruhnya, karena pengaruh Al-Qur’an tidak tampak pada dirinya, baik pada budi pekerti maupun pada perbuatannya.
Demi Allah, apa gunanya ia menghafal setiap hurufnya, selama mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Allah. Mereka itu bukan ahli hikmat dan ahli pemberi pengajaran. Semoga Allah tidak memperbanyak jumlah orang yang seperti itu.”
Ibnu Mas’ud mengatakan:Orang-orang di antara kami apabila belajar sepuluh ayat Al-Qur’an, mereka tidak pindah ke ayat lain, sampai memahami kandungan sepuluh ayat tersebut dan mengamalkan isinya.(Riwayat A.hmad)
Keberkahan Al-Quran bisa dilihat dari beberapa aspek:
✅ Memberikan ketenangan hati
Orang yang membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Quran akan merasakan ketenangan batin dan kedamaian. (QS. Ar-Ra’d: 28)
✅ Sumber ilmu dan hikmah
Al-Quran mengandung berbagai ilmu, dari tauhid, akhlak, hingga ilmu pengetahuan modern.
✅ Mendapat syafaat di akhirat
Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
✅ Mengundang keberkahan dalam hidup
Rumah yang sering dibacakan Al-Quran akan dipenuhi keberkahan dan dijauhi dari gangguan setan.
Al-Quran diturunkan sebagai hudan linnas (petunjuk bagi manusia) sebagaimana disebutkan dalam:
QS. Al-Baqarah: 185
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelas petunjuk tersebut, serta pembeda antara yang benar dan yang salah.”
Sebagai pedoman hidup, Al-Quran mengatur berbagai aspek kehidupan, di antaranya:
Pedoman dalam Ibadah
Al-Quran menjelaskan tata cara ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.
Pedoman dalam Akhlak
Al-Quran mengajarkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang.
Pedoman dalam Hukum dan Kehidupan Sosial
Al-Quran mengatur hukum pernikahan, warisan, ekonomi, dan muamalah.
Pedoman dalam Ilmu Pengetahuan
Banyak ayat Al-Quran yang berbicara tentang ilmu pengetahuan, yang kemudian dibuktikan oleh sains modern.
Kesimpulan
Sebagai kitab suci yang mubarak dan pedoman hidup, Al-Quran bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berpegang teguh pada Al-Quran, umat Islam akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berpegang teguh pada Al-Quran.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.