Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Meninggalkan Kemaksiatan Menuju Ketaatan.

    Mar 14 2025129 Dilihat

    Meninggalkan Kemaksiatan Menuju Ketaatan.

     

    Rasulullah SAW bersabda, ” Siapa yang meninggalkan hinanya kemaksiatan menuju mulianya ketaatan maka :

    1. Allah akan memberinya kecukupan tanpa harta.
    2. Allah akan memberinya kekuatan tanpa pasukan.
    3. Allah akan mengalahkan musuhnya tanpa bala bantuan

     

    Hadits tersebut merupakan sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa siapa yang meninggalkan kemaksiatan dan beralih kepada ketaatan, maka Allah SWT

    akan memberinya tiga keutamaan:

     

    1. Allah akan memberinya kecukupan tanpa harta

    Artinya, Allah SWT akan memberinya kecukupan dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya tanpa harus memiliki banyak harta. Ini karena orang yang taat kepada Allah SWT akan memiliki hati yang tenang dan damai, sehingga tidak akan terlalu memikirkan tentang harta dan kekayaan.

     

    1. Allah akan memberinya kekuatan tanpa pasukan.

    Artinya, Allah SWT akan memberinya kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi kesulitan dan tantangan tanpa harus memiliki pasukan atau kekuatan fisik. Ini karena orang yang taat kepada Allah SWT akan memiliki kekuatan spiritual yang kuat, sehingga dapat menghadapi kesulitan dengan lebih mudah.

     

    1. Allah akan mengalahkan musuhnya tanpa bala bantuan.

    Artinya, Allah SWT akan mengalahkan musuhnya, baik itu musuh dalam diri sendiri (seperti hawa nafsu) maupun musuh dari luar (seperti orang-orang yang tidak menyukainya), tanpa harus memiliki bala bantuan dari orang lain. Ini karena orang yang taat kepada Allah SWT akan memiliki perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT sendiri.

     

    Silahkan baca QS. An-Nisa ayat 69 yang menegaskan bahwa orang yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya akan memiliki keutamaan dan kemuliaan yang tinggi di sisi Allah SWT.

    Berikut adalah QS. An-Nisa ayat 69 beserta terjemahannya:

    QS. An-Nisa (4): 69

    وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَـٰٓئِكَ رَفِيقًۭا

    “Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

     

    Tafsir dan Makna QS. An-Nisa Ayat 69

    1. Keutamaan Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
      • Allah menjanjikan derajat yang tinggi bagi orang yang menaati-Nya dan mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ.
      • Ketaatan ini meliputi menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh keikhlasan.
    2. Dikumpulkan dengan Golongan Mulia di Akhirat
      • Orang yang taat akan mendapatkan kebersamaan dengan empat golongan istimewa:
        • Para Nabi: Hamba-hamba Allah yang mendapat wahyu.
        • As-Shiddiqin: Orang-orang yang memiliki keimanan dan kejujuran luar biasa, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq.
        • Asy-Syuhada: Orang-orang yang mati syahid dalam perjuangan di jalan Allah.
        • As-Shalihin: Orang-orang saleh yang istiqamah dalam kebaikan.
    1. Kemuliaan sebagai Teman yang Baik
      • Allah menyebutkan bahwa mereka adalah teman terbaik bagi orang yang beriman.
      • Ini menunjukkan bahwa manusia akan dikumpulkan bersama orang-orang yang sejalan dengan amal dan akidahnya.

    Pelajaran dari QS. An-Nisa: 69

    Menjadi manusia Qur’ani berarti harus menaati Allah dan Rasul-Nya.
    Orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapat kebersamaan dengan orang-orang terbaik di dunia dan akhirat.
    Pilihlah lingkungan dan pergaulan yang baik karena manusia akan dikumpulkan dengan orang yang dicintainya.

     

    Ayat ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus istiqamah dalam kebaikan dan menaati perintah Allah serta Rasul-Nya agar mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi-Nya.

    Sobat! Untuk menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari, berikut beberapa langkah praktis yang bisa kita lakukan:

    1. Menjadi Manusia Qurani dengan Menaati Allah dan Rasul-Nya

    Membiasakan membaca dan memahami Al-Qur’an setiap hari, tidak hanya membaca tetapi juga mengamalkan isinya.
    Menjaga ibadah wajib dan sunnah seperti shalat tepat waktu, puasa sunnah, dan memperbanyak doa serta dzikir.
    Meneladani akhlak Rasulullah ﷺ, seperti bersikap jujur, sabar, rendah hati, dan penuh kasih sayang terhadap sesama.

    1. Beriman dan Beramal Saleh untuk Bersama Orang-orang Terbaik

    Bersedekah dan membantu sesama, baik dalam bentuk harta, tenaga, atau ilmu.
    Menjaga lisan dan hati, menghindari ghibah, fitnah, dan perkataan yang menyakiti orang lain.
    Terus menuntut ilmu agar iman semakin kuat dan semakin paham bagaimana cara beramal dengan benar.

    1. Memilih Lingkungan dan Pergaulan yang Baik

    Berteman dengan orang-orang yang shalih dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
    Menghindari lingkungan yang menjauhkan dari Allah, seperti pergaulan yang penuh maksiat atau kebiasaan buruk.
    Menjadi contoh yang baik bagi sekitar, agar bisa menginspirasi orang lain untuk hidup sesuai ajaran Islam.

    Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kita bisa semakin dekat dengan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang dicintai oleh-Nya.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    • mareta sugih pratama putri berkata:

      menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat bisa membuat kita menimalisir maksiat dan hal yg lalai

    • azka chusnayaina berkata:

      Meninggalkan kemaksiatan adalah langkah awal yang sangat penting dalam perjalanan menuju ketaatan kepada Allah. Tidak cukup hanya memperbanyak amal ibadah jika hati dan perbuatan masih bergelimang dosa. Para ulama mengatakan, kemaksiatan itu seperti tirai yang menghalangi cahaya hidayah masuk ke dalam hati. Ketika seseorang mulai menjauhi maksiat dengan sungguh-sungguh—baik yang tampak maupun yang tersembunyi—maka hatinya akan lebih mudah menerima kebenaran, jiwanya akan terasa ringan untuk taat, dan hidupnya akan diliputi ketenangan. Inilah bentuk hijrah sejati: berpindah dari kegelapan maksiat menuju cahaya ketaatan, dari kerusakan jiwa menuju kemuliaan iman.”

    • afifatul faiza berkata:

      tapi pak dari kemaksiatan terkadang bljr bahwa org yg putih tidak lah bercahaya dan org yg hitam tidak lah berkabut

    • Qori’atul afifah berkata:

      ketika kita meninggalkan kemaksiatan maka hati, pikiran, jiwa serta apapun yang ada dalam diri kita dan sekitar kita akan menjadi lebih baik, kegundahan apapun itu akan sirna

    • Fiftina berkata:

      Meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan adalah perjuangan yang berat, tetapi sangat dihargai oleh Allah dan membawa balasan kebaikan.

    • Izzatin Nisa berkata:

      Semoga kita bisa meninggalkan kemaksiatan dan bisa menambah ketaatan kepada Allah

    • Izzatin Nisa berkata:

      Dengan kita mendekat kan diri kepada Allah, akan bisa menambahkan ketaatan,dan bisa menghindari kemaksiatan

    • najma khusnul nur'aini berkata:

      siapapun yang mengganti kemaksiatan dengan ketaatan maka akan mendapatkan kemuliaan dari allah

    • Nilam Mabruroh berkata:

      Dengan kita taat dan selalu beriman kepada Allah maka semua kebutuhan mu akan dicukupi oleh Allah SWT.

    • Ma'arif efendi berkata:

      Semoga kita senantiasa briman dan bertakwa kepada allah swt dengan mengerjakan perintah nya dan menjauhi larangngan nya dan mengikuti ajaran Rosulullah saw

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top