Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Harmonisasi Keluarga, Dakwah, dan Bisnis – Meraih Keberkahan dan Kemuliaan

    Mar 11 202576 Dilihat

    HARMONISASI KELUARGA, DAKWAH, DAN BISNIS: MERAIH KEBERKAHAN DAN KEMULIAAN

    Dalam kehidupan seorang Muslim, ada tiga aspek utama yang harus dijaga keseimbangannya: keluarga, dakwah, dan bisnis. Ketiga aspek ini bukanlah hal yang harus dipilih salah satu, tetapi dapat saling melengkapi sehingga menciptakan kehidupan yang penuh keberkahan dan kemuliaan.

    Allah SWT berfirman:

    “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia…”
    (QS. Al-Qashash [28]: 77)

    Ayat ini menunjukkan bahwa seorang Muslim harus mampu mengelola urusan dunia (termasuk keluarga dan bisnis) tanpa melupakan tugas dakwah dan tanggung jawabnya terhadap akhirat.

     

    1. Keluarga sebagai Pondasi Keberkahan

    Keluarga adalah pilar utama dalam kehidupan seorang Muslim. Rumah tangga yang harmonis akan menjadi sumber kekuatan bagi suami, istri, dan anak-anak untuk menjalankan peran mereka dengan baik.

    1. Membentuk Keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah

    Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

    “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang…”
    (QS. Ar-Rum [30]: 21)

    Keluarga yang harmonis dapat diwujudkan dengan:

    • Komunikasi yang baik antara suami, istri, dan anak-anak.
    • Menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
    • Menjadikan rumah sebagai tempat ibadah dan ilmu, seperti rutin membaca Al-Qur’an bersama dan berdiskusi tentang agama.
    1. Peran Keluarga dalam Dakwah

    Dakwah tidak harus selalu di mimbar atau majelis besar. Keluarga adalah madrasah pertama yang bisa menjadi tempat dakwah terbaik.

    • Orang tua sebagai teladan dalam ibadah dan akhlak.
    • Membiasakan anak-anak dengan lingkungan Islami sejak dini.
    • Menjadikan rumah sebagai pusat dakwah, seperti menerima tamu yang ingin belajar agama.

     

    1. Dakwah sebagai Jalan Kehidupan

    Dakwah adalah tugas setiap Muslim, baik dalam lingkup keluarga, lingkungan, maupun bisnis. Rasulullah ï·º bersabda:

    “Sampaikan dariku walau hanya satu ayat.”
    (HR. Bukhari)

    Dakwah tidak harus dilakukan oleh ustaz atau ulama saja, tetapi setiap Muslim dapat berdakwah sesuai kemampuannya.

    1. Dakwah dalam Keluarga
    • Mengajak anggota keluarga untuk rajin beribadah.
    • Memberikan nasihat dengan hikmah dan kasih sayang.
    • Membiasakan budaya tolong-menolong dan kejujuran.
    1. Dakwah di Tempat Kerja dan Bisnis
    • Menjalankan bisnis dengan prinsip syariah.
    • Memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada rekan kerja.
    • Menghindari praktik riba, penipuan, dan ketidakadilan.

     

    1. Bisnis sebagai Sarana Keberkahan

    Islam tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga mendorong umatnya untuk memiliki ekonomi yang kuat. Rasulullah ï·º bersabda:

    “Sesungguhnya sebaik-baik rezeki adalah hasil usaha tangan sendiri.”
    (HR. Ahmad)

    Bisnis yang dijalankan dengan cara yang benar akan mendatangkan keberkahan dan kemuliaan.

    1. Prinsip Islam dalam Berbisnis
    2. Kejujuran – Rasulullah ï·º bersabda: “Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)
    3. Hindari Riba – Allah berfirman: “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah [2]: 275)
    4. Berbisnis dengan Niat Ibadah – Bisnis bukan hanya mencari keuntungan dunia, tetapi juga sebagai sarana menolong sesama dan beramal.
    5. Bisnis yang Mendukung Dakwah dan Keluarga
    • Menggunakan sebagian keuntungan bisnis untuk membantu dakwah dan amal sosial.
    • Memberi teladan kepada karyawan dengan menerapkan prinsip bisnis yang Islami.
    • Menyediakan waktu khusus untuk keluarga, agar bisnis tidak melalaikan tanggung jawab utama.

     

    Kesimpulan

    Keluarga, dakwah, dan bisnis bukanlah hal yang harus dipisahkan, tetapi harus diharmonisasikan agar kehidupan lebih seimbang dan penuh berkah. Dengan menjalankan bisnis secara jujur, berdakwah dalam keseharian, serta menjaga keharmonisan keluarga, seorang Muslim dapat meraih keberkahan dunia dan akhirat.

    Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang seimbang dalam keluarga, berdakwah dengan hikmah, dan sukses dalam bisnis dengan keberkahan. Aamiin.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top