Ustadzfaqih • Mar 05 2025 • 112 Dilihat

Al-Quran berbicara tentang hukum-hukum Allah SWT terhadap nafs dan masyarakat.
Dalam buku Psikologi Islam karya Dr. Muhammad Izzuddin Taufiq, dijelaskan bahwa Al-Qur’an berbicara tentang hukum-hukum Allah SWT terhadap nafs (jiwa) dan masyarakat. Konsep ini menegaskan bahwa hukum Allah tidak hanya berlaku dalam ranah syariat (hukum Islam), tetapi juga dalam hukum psikologis manusia (jiwa) dan hukum sosial masyarakat.
Al-Qur’an memberikan banyak petunjuk tentang bagaimana jiwa manusia bekerja dan bagaimana manusia seharusnya mengendalikan hawa nafsu agar tidak tersesat. Beberapa konsep penting yang dibahas adalah:
Menurut Al-Qur’an, jiwa manusia memiliki tiga tingkatan utama:
Manusia harus menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs) agar bisa mencapai tingkatan nafs al-muthmainnah dan mendapatkan ketenangan sejati dalam hidup.
Selain hukum yang mengatur jiwa, Al-Qur’an juga menjelaskan hukum-hukum yang berlaku dalam kehidupan sosial. Dr. Muhammad Izzuddin Taufiq menekankan bahwa dalam masyarakat, ada hukum sebab-akibat yang ditetapkan oleh Allah SWT.
Masyarakat yang ingin maju harus menjalankan keadilan, menjauhi kemungkaran, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran sesuai ajaran Islam.
Kesimpulan Besar dari Buku Ini:
Konsep ini menegaskan bahwa Islam tidak hanya berbicara tentang hukum syariah, tetapi juga memberikan panduan psikologis dan sosial bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat.
Hukum Allah SWT dalam Mengendalikan Hubungan antara Tanggung Jawab dan Ganjaran
Dalam Islam, setiap manusia memiliki tanggung jawab atas perbuatannya, dan Allah SWT menetapkan ganjaran (pahala atau hukuman) sesuai dengan apa yang dilakukan. Hubungan antara tanggung jawab dan ganjaran ini merupakan bagian dari sunnatullah (hukum Allah yang berlaku di alam semesta).
Islam mengajarkan bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:
“Dan setiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.”
(QS. Al-Isra: 13)
Maknanya:
Selain itu, Islam juga mengajarkan konsep taklif (pembebanan hukum), yang berarti bahwa setiap manusia dibebani tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Allah SWT menetapkan hukum sebab-akibat dalam kehidupan manusia: Setiap perbuatan akan mendapatkan balasannya, baik di dunia maupun di akhirat.
Kebaikan Mendapat Pahala
“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7)
Keburukan Mendapat Balasan
“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 8)
Kesimpulan:
Allah SWT bersifat Maha Adil, sehingga ganjaran diberikan dengan perhitungan yang tepat:
Pahala Berlipat Ganda untuk Kebaikan
Dosa Dibalas Sesuai Perbuatannya
Pelajaran:
Kesimpulan Besar
Dengan memahami hukum ini, manusia diharapkan selalu berbuat baik, menghindari keburukan, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
karena artikel ini saya jadi paham bahwa al quran sangat penting bagi kita dalam kehidupan sehari hari
Hukum-hukum Allah dirancang tidak hanya untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga untuk membimbing jiwa (nafs) individu dan membentuk tatanan sosial yang adil dan harmonis. Dalam konteks nafs, syariat membantu manusia menundukkan hawa nafsu yang cenderung kepada kesenangan duniawi agar tidak melenceng dari jalan yang lurus. Sedangkan dalam masyarakat, hukum Allah menjadi rambu agar keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial terjaga. Keseimbangan antara pengendalian diri dan tanggung jawab sosial ini menjadikan hukum Ilahi sebagai fondasi utama peradaban yang bermartabat dan seimbang.”
masyaallah sangat bermanfaat sekali pak artikel nya dari ini saya bljr bngt bahwa Al-Qur’an sangat lah penting untuk di oelajri
Krn artikel ini,saya jd tau Ternyata hukum didalam alquran bukan hanya untuk islam saja.
Al-Qur’an mengajarkan hukum Allah untuk membersihkan jiwa dari dorongan negatif dan menegakkan keadilan sosial di masyarakat, dengan menekankan nilai-nilai moral, persaudaraan, dan tanggung jawab kolektif.
perubahan besar dimulai dari perubahan perubahan kecil diri sendiri yang bisa menyesuaikan dengan hukum hukum al Qur’an dan hadist
terimakasih atas ilmunnya, ini sngat bermanfaat
terimaksih atas ilmunya bapak, alhamdulillah sangat bermanfaat
Al-qur an adalah kitab suci umat islam dimana didalamnya memuat semua ilmu dan hukum2 yang bisa kita terapkan dalam kehidupan
Di dalam alquran terkandung banyak hukum-hukum kehidupan, yang belum banyak diketahui manusia
Alhamdulillah sangat bermanfaat menambah pengetahuan bahwa Allah itu adil dengan apa yang manusia perbuatan dan apa yang akan manusia dapatkan
Alhamdulillah sangat bermanfaat menambah pengetahuan bahwa Allah itu adil dengan apa yang manusia perbuatan dan apa yang akan manusia dapat