Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Al-Quran berbicara tentang hukum-hukum Allah SWT terhadap nafs dan masyarakat.

    Mar 05 2025112 Dilihat

    Al-Quran berbicara tentang hukum-hukum Allah SWT terhadap nafs dan masyarakat.

     

    Dalam buku Psikologi Islam karya Dr. Muhammad Izzuddin Taufiq, dijelaskan bahwa Al-Qur’an berbicara tentang hukum-hukum Allah SWT terhadap nafs (jiwa) dan masyarakat. Konsep ini menegaskan bahwa hukum Allah tidak hanya berlaku dalam ranah syariat (hukum Islam), tetapi juga dalam hukum psikologis manusia (jiwa) dan hukum sosial masyarakat.

     

    1. Hukum Allah terhadap Nafs (Jiwa) dalam Al-Qur’an

    Al-Qur’an memberikan banyak petunjuk tentang bagaimana jiwa manusia bekerja dan bagaimana manusia seharusnya mengendalikan hawa nafsu agar tidak tersesat. Beberapa konsep penting yang dibahas adalah:

    1. Tiga Tingkatan Jiwa dalam Al-Qur’an

    Menurut Al-Qur’an, jiwa manusia memiliki tiga tingkatan utama:

    1. An-Nafs al-Ammarah (Jiwa yang Mendorong ke Kejahatan)
      • Jiwa yang dikuasai oleh hawa nafsu dan cenderung mengikuti keinginan duniawi serta dorongan negatif.
      • Disebut dalam Yusuf: 53, “Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.”
    2. An-Nafs al-Lawwamah (Jiwa yang Selalu Mencela Diri)
      • Jiwa yang sadar akan kesalahan dan memiliki kesadaran moral, tetapi masih berjuang melawan hawa nafsu.
      • Disebut dalam Al-Qiyamah: 2, “Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang selalu mencela (dirinya sendiri).”
    3. An-Nafs al-Muthmainnah (Jiwa yang Tenang dan Damai)
      • Jiwa yang telah mencapai ketenangan karena tunduk sepenuhnya kepada Allah.
      • Disebut dalam Al-Fajr: 27-30, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan ridha dan diridhai-Nya.”

    Manusia harus menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs) agar bisa mencapai tingkatan nafs al-muthmainnah dan mendapatkan ketenangan sejati dalam hidup.

     

    1. Hukum Allah terhadap Masyarakat dalam Al-Qur’an

    Selain hukum yang mengatur jiwa, Al-Qur’an juga menjelaskan hukum-hukum yang berlaku dalam kehidupan sosial. Dr. Muhammad Izzuddin Taufiq menekankan bahwa dalam masyarakat, ada hukum sebab-akibat yang ditetapkan oleh Allah SWT.

    1. Hukum Perubahan Sosial (Sunnatullah dalam Masyarakat)
    • Allah SWT menetapkan bahwa suatu kaum atau bangsa tidak akan berubah kecuali mereka sendiri yang mengusahakannya.
    • Hal ini ditegaskan dalam QS. Ar-Ra’d: 11, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
    • Artinya, perubahan dalam masyarakat harus dimulai dari perubahan individu dan moralitas mereka.
    1. Hukum Kebangkitan dan Kejatuhan Peradaban
    • Al-Qur’an menjelaskan bahwa kemakmuran dan kehancuran suatu bangsa bergantung pada ketaatan mereka kepada Allah.
    • QS. Al-Anfal: 53, “Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.”
    • Bangsa yang berbuat zalim dan meninggalkan nilai-nilai keadilan akan mengalami kehancuran, seperti yang terjadi pada kaum ‘Ad, Tsamud, dan Fir’aun.

    Masyarakat yang ingin maju harus menjalankan keadilan, menjauhi kemungkaran, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran sesuai ajaran Islam.

    Kesimpulan Besar dari Buku Ini:

    1. Hukum Allah terhadap Jiwa: Manusia harus mengendalikan nafsunya dan berusaha mencapai jiwa yang tenang (nafs al-muthmainnah).
    2. Hukum Allah terhadap Masyarakat: Perubahan sosial bergantung pada perubahan individu, dan peradaban bisa hancur jika meninggalkan keadilan dan kebenaran.

    Konsep ini menegaskan bahwa Islam tidak hanya berbicara tentang hukum syariah, tetapi juga memberikan panduan psikologis dan sosial bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat.

     

    Hukum Allah SWT dalam Mengendalikan Hubungan antara Tanggung Jawab dan Ganjaran

    Dalam Islam, setiap manusia memiliki tanggung jawab atas perbuatannya, dan Allah SWT menetapkan ganjaran (pahala atau hukuman) sesuai dengan apa yang dilakukan. Hubungan antara tanggung jawab dan ganjaran ini merupakan bagian dari sunnatullah (hukum Allah yang berlaku di alam semesta).

     

    1. Prinsip Tanggung Jawab dalam Islam

    Islam mengajarkan bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:

    “Dan setiap manusia telah Kami tetapkan amal perbuatannya pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.”
    (QS. Al-Isra: 13)

    Maknanya:

    • Setiap orang bertanggung jawab atas amalnya sendiri.
    • Tidak ada dosa atau pahala yang bisa ditanggung oleh orang lain kecuali dengan izin Allah.

    Selain itu, Islam juga mengajarkan konsep taklif (pembebanan hukum), yang berarti bahwa setiap manusia dibebani tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya.

    “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

     

    1. Hubungan antara Tanggung Jawab dan Ganjaran

    Allah SWT menetapkan hukum sebab-akibat dalam kehidupan manusia: Setiap perbuatan akan mendapatkan balasannya, baik di dunia maupun di akhirat.

    Kebaikan Mendapat Pahala

    “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7)

    Keburukan Mendapat Balasan

    “Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 8)

    Kesimpulan:

    • Setiap manusia akan memanen apa yang telah ditanamnya.
    • Tidak ada amal yang sia-sia, semua akan diperhitungkan di hadapan Allah.

     

    1. Keadilan dalam Pemberian Ganjaran

    Allah SWT bersifat Maha Adil, sehingga ganjaran diberikan dengan perhitungan yang tepat:

    Pahala Berlipat Ganda untuk Kebaikan

    • Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat atau lebih.
    • QS. Al-An’am: 160, “Barang siapa berbuat kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.”

    Dosa Dibalas Sesuai Perbuatannya

    • Allah tidak menzalimi hamba-Nya, dan dosa dihitung sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.
    • QS. An-Nisa: 40, “Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar dzarrah (atom), dan jika ada kebajikan, Allah akan melipatgandakannya.”

    Pelajaran:

    • Allah lebih cenderung memberikan rahmat dan ampunan dibandingkan hukuman.
    • Kesempatan untuk bertaubat selalu terbuka sebelum ajal menjemput.

    Kesimpulan Besar

    1. Setiap manusia bertanggung jawab atas amalnya sendiri.
    2. Tidak ada amal yang sia-sia; semua akan mendapatkan balasannya.
    3. Allah Maha Adil dalam memberikan ganjaran, bahkan kebaikan dilipatgandakan.
    4. Ampunan Allah selalu terbuka bagi mereka yang ingin bertaubat.

    Dengan memahami hukum ini, manusia diharapkan selalu berbuat baik, menghindari keburukan, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    • mareta sugih pratama putri berkata:

      karena artikel ini saya jadi paham bahwa al quran sangat penting bagi kita dalam kehidupan sehari hari

    • azka chusnayaina berkata:

      Hukum-hukum Allah dirancang tidak hanya untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga untuk membimbing jiwa (nafs) individu dan membentuk tatanan sosial yang adil dan harmonis. Dalam konteks nafs, syariat membantu manusia menundukkan hawa nafsu yang cenderung kepada kesenangan duniawi agar tidak melenceng dari jalan yang lurus. Sedangkan dalam masyarakat, hukum Allah menjadi rambu agar keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial terjaga. Keseimbangan antara pengendalian diri dan tanggung jawab sosial ini menjadikan hukum Ilahi sebagai fondasi utama peradaban yang bermartabat dan seimbang.”

    • afifatul faiza berkata:

      masyaallah sangat bermanfaat sekali pak artikel nya dari ini saya bljr bngt bahwa Al-Qur’an sangat lah penting untuk di oelajri

    • Fiftina berkata:

      Al-Qur’an mengajarkan hukum Allah untuk membersihkan jiwa dari dorongan negatif dan menegakkan keadilan sosial di masyarakat, dengan menekankan nilai-nilai moral, persaudaraan, dan tanggung jawab kolektif.

    • Qori’atul afifah berkata:

      perubahan besar dimulai dari perubahan perubahan kecil diri sendiri yang bisa menyesuaikan dengan hukum hukum al Qur’an dan hadist

    • najma khusnul nur'aini berkata:

      terimakasih atas ilmunnya, ini sngat bermanfaat

    • najma khusnul nur'aini berkata:

      terimaksih atas ilmunya bapak, alhamdulillah sangat bermanfaat

      • Arlina Pebriyanti berkata:

        Al-qur an adalah kitab suci umat islam dimana didalamnya memuat semua ilmu dan hukum2 yang bisa kita terapkan dalam kehidupan

      • Fasihatul amaliya berkata:

        Di dalam alquran terkandung banyak hukum-hukum kehidupan, yang belum banyak diketahui manusia

    • Asma'ul lailatul berkata:

      Alhamdulillah sangat bermanfaat menambah pengetahuan bahwa Allah itu adil dengan apa yang manusia perbuatan dan apa yang akan manusia dapatkan

    • Asma'ul lailatul berkata:

      Alhamdulillah sangat bermanfaat menambah pengetahuan bahwa Allah itu adil dengan apa yang manusia perbuatan dan apa yang akan manusia dapat

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top