Ustadzfaqih • Mar 01 2025 • 77 Dilihat

Datangilah Allah SWT.
Jika seorang hamba mendatangi Allah, maka Allah mendatanginya melalui hati orang mukmin.” Kata Mujahid.
Kata-kata Mujahid tersebut sangat bijak dan mengandung makna yang sangat mendalam. Berikut beberapa refleksi dari kata-kata tersebut:
Makna Mendatangi Allah
1. Menghampiri Allah SWT: Mendatangi Allah SWT adalah menghampiri Allah SWT dengan hati yang tulus dan ikhlas.
2. Menghubungkan Diri dengan Allah SWT: Mendatangi Allah SWT adalah menghubungkan diri dengan Allah SWT dan memperkuat hubungan dengan-Nya.
Peran Hati Orang Mukmin.
1. Hati sebagai Media Komunikasi : Hati orang mukmin adalah media komunikasi antara hamba dan Allah SWT.
2. Hati sebagai Tempat Bersemayamnya Allah SWT: Hati orang mukmin adalah tempat bersemayamnya Allah SWT, sehingga Allah SWT dapat mendatangi hamba melalui hati orang mukmin.
Manfaat Mendatangi Allah SWT.
1. Meningkatkan Kedekatan dengan Allah SWT: Mendatangi Allah SWT dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT dan memperkuat hubungan dengan-Nya.
2. Mengurangi Stres dan Kecemasan : Mendatangi Allah SWT dapat mengurangi stres dan kecemasan yang terkait dengan kesulitan dan cobaan.
3. Meningkatkan Kualitas Hidup: Mendatangi Allah SWT dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperbaiki akhlak dan perilaku.
Cara Mendatangi Allah SWT.
1. Menghampiri Allah SWT dengan Hati yang Tulus: Menghampiri Allah SWT dengan hati yang tulus dan ikhlas.
2. Menghubungkan Diri dengan Allah SWT: Menghubungkan diri dengan Allah SWT dan memperkuat hubungan dengan-Nya melalui doa, dzikir, dan ibadah lainnya.
3. Membina Kualitas Hati: Membina kualitas hati dengan meningkatkan keimanan, memperkuat akhlak, dan memperbaiki perilaku.
Membina kualitas hati adalah proses yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Hati yang bersih dan terjaga akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, mulai dari hubungan dengan Allah, diri sendiri, hingga dengan orang lain. Untuk membina kualitas hati, ada tiga hal utama yang perlu kita perhatikan: meningkatkan keimanan, memperkuat akhlak, dan memperbaiki perilaku.
1. Meningkatkan Keimanan
• Keimanan adalah fondasi dari segala kebaikan. Hati yang penuh dengan iman akan merasakan kedamaian dan ketenangan, serta menjadi lebih peka terhadap kebenaran dan petunjuk Allah.
• Untuk meningkatkan keimanan, kita perlu terus memperdalam pemahaman tentang agama melalui membaca Al-Qur’an, mendengarkan ilmu agama, dan berusaha untuk memahami ayat-ayat-Nya. Dzikir dan doa juga merupakan cara yang sangat efektif untuk menjaga hati tetap terhubung dengan Allah.
• Salah satu cara meningkatkan keimanan adalah dengan memperbanyak amalan sunnah, seperti shalat malam, puasa sunnah, atau bersedekah, yang dapat mendekatkan kita kepada Allah dan membersihkan hati dari noda-noda dunia.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Allah akan memberikan ketenangan pada hati mereka.” (At-Tawbah: 28)
2. Memperkuat Akhlak
• Akhlak atau moral yang baik merupakan cerminan kualitas hati yang sesungguhnya. Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak, dan beliau adalah teladan terbaik bagi kita.
• Memperkuat akhlak berarti berusaha untuk memiliki sifat-sifat terpuji seperti kesabaran, kerendahan hati, kejujuran, pengampunan, toleransi, dan berbuat baik kepada orang lain. Dengan memperbaiki akhlak, kita bisa menghindari sifat-sifat buruk seperti angkuh, keserakahan, pendendam, dan hasad yang dapat mengerasakan hati.
• Akhlak yang baik juga akan memperkuat hubungan kita dengan sesama, menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, dan menjadi contoh bagi orang lain dalam mengamalkan agama.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
3. Memperbaiki Perilaku
• Perilaku atau tindakan kita adalah gambaran nyata dari kondisi hati. Seperti yang disebutkan dalam hadits, “Di dalam tubuh ada segumpal darah, apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, perilaku kita sangat bergantung pada kualitas hati.
• Memperbaiki perilaku dimulai dengan menghindari perbuatan dosa, menjaga lisan agar tidak berbicara buruk atau mengumpat, berbuat baik kepada orang lain, dan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat.
• Selain itu, kita juga perlu menjaga kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi ujian hidup, serta terus memperbaiki diri dengan mendengarkan kritik yang membangun dan belajar dari kesalahan.
Allah berfirman:
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik.” (Al-Isra: 53)
Cara-Cara Praktis Membina Kualitas Hati
1. Dzikir dan Doa: Membiasakan diri berdzikir dan berdoa adalah cara yang paling ampuh untuk menenangkan hati dan menjaga hubungan kita dengan Allah. Dzikir mengingatkan kita tentang tujuan hidup yang sebenarnya dan menjaga hati agar tetap bersih dari kesombongan dan kebencian.
2. Membaca Al-Qur’an dengan Tafsir: Membaca Al-Qur’an dengan pemahaman akan mendalamkan iman dan mengarahkan hati kita pada petunjuk hidup yang benar. Setiap ayat yang kita baca bisa menjadi pencerahan dan penuntun dalam kehidupan sehari-hari.
3. Bersedekah: Salah satu cara terbaik untuk membersihkan hati adalah dengan bersedekah. Tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga mengikis sifat kikir dan egois, serta memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama.
4. Bergaul dengan Orang-orang Shalih: Lingkungan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hati kita. Bergaul dengan orang-orang yang memiliki iman yang kuat dan akhlak yang baik dapat membantu kita untuk terus memperbaiki diri.
5. Merenung dan Berintrospeksi: Luangkan waktu untuk merenung tentang diri kita, amal kita, dan hubungan kita dengan Allah. Apa yang telah kita lakukan hari ini? Apakah tindakan kita sudah sesuai dengan tuntunan agama? Apa yang bisa kita perbaiki besok?
6. Menghindari Hal-hal yang Dapat Mengotori Hati: Seperti kebohongan, iri hati, dendam, atau perbuatan yang merusak moral kita. Hindari juga melihat hal-hal yang tidak baik, seperti konten negatif yang dapat mempengaruhi hati dan pikiran.
Membina kualitas hati adalah perjalanan yang tiada henti. Hati yang bersih dan suci adalah kunci utama untuk meraih kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan terus meningkatkan keimanan, memperkuat akhlak, dan memperbaiki perilaku, kita akan semakin dekat dengan Allah dan mencapai ketenangan dalam hidup.
Kata-kata Mujahid tersebut sangat bijak dan mengandung makna yang sangat mendalam. Mendatangi Allah SWT adalah menghampiri Allah SWT dengan hati yang tulus dan ikhlas, dan memperkuat hubungan dengan-Nya melalui hati orang mukmin. Dengan mendatangi Allah SWT, kita dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT, mengurangi stres dan kecemasan, dan meningkatkan kualitas hidup.
( Dr. Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.