Ustadzfaqih • Feb 28 2025 • 77 Dilihat

Sibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat dan berada di Jalan Allah.
Sobat. Ibnu Mas’ud berkata, ” Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka dia memperbaikinya, menjadikannya bertanya tentang sesuatu yang penting baginya dan mengajarkan apa yang bermanfaat baginya.”
Perkataan Ibnu Mas’ud ini mengandung makna yang sangat dalam tentang tanda-tanda kebaikan dari Allah bagi seorang hamba. Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, maka Dia akan:
Hadis Rasulullah ï·º yang memiliki makna serupa adalah:
“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari & Muslim)
Dari sini kita bisa belajar bahwa salah satu tanda kebaikan dari Allah adalah diberikan pemahaman agama dan keinginan untuk selalu belajar serta bertanya tentang hal-hal yang bermanfaat. Semoga kita semua termasuk dalam hamba-hamba yang Allah kehendaki kebaikan. Aamiin.
Â
Sibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat dan di jalan kebaikan.
Betul sekali! Menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat dan berada di jalan kebaikan adalah salah satu cara terbaik untuk menjalani hidup dengan penuh makna. Dalam Islam, waktu adalah amanah yang harus dijaga dengan baik. Rasulullah ï·º bersabda:
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi)
Cara Menyibukkan Diri dengan Hal yang Bermanfaat
“ Waktu adalah salah satu nikmat yang sering dilalaikan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Jadi, mari kita manfaatkan waktu dengan baik dan selalu berada dalam jalan kebaikan. Semoga Allah selalu membimbing kita ke arah yang lebih baik. Aamiin.
Hasan al- Bashri berkata, ” Di antara tanda keberpalingan Allah dari seorang hamba adalah menjadikan seorang hamba sibuk dengan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.”
Perkataan Hasan al-Bashri ini adalah nasihat yang sangat berharga. Jika seseorang disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, itu bisa menjadi tanda bahwa Allah sedang berpaling darinya. Ini adalah peringatan agar kita selalu introspeksi dan memastikan waktu kita dihabiskan untuk hal-hal yang bernilai, baik di dunia maupun akhirat.
Makna dari Perkataan Hasan al-Bashri
Cara Menghindari Kesibukan yang Tidak Bermanfaat
✅ Prioritaskan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah
✅ Gunakan waktu untuk menuntut ilmu dan beramal shalih
✅ Hindari terlalu banyak hiburan yang melalaikan
✅ Berkumpul dengan orang-orang yang mengingatkan kita pada kebaikan
✅ Berpikir sebelum bertindak: “Apakah ini bermanfaat bagi dunia dan akhiratku?”
Kesimpulan:
Jika kita mendapati diri kita sibuk dengan hal yang tidak bermanfaat, itu bisa menjadi peringatan bahwa kita perlu memperbaiki diri. Semoga Allah selalu membimbing kita untuk mengisi waktu dengan hal-hal yang membawa berkah dan manfaat. Aamiin.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.