Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Megengan Tradisi Jawa Menyambut Bulan Ramadhan.

    Feb 21 202570 Dilihat

    Megengan: Tradisi Jawa Menyambut Bulan Ramadhan

    Megengan adalah tradisi masyarakat Jawa dalam menyongsong datangnya bulan Ramadhan. Kata “megengan” berasal dari bahasa Jawa “megeng” yang berarti menahan, yang melambangkan awal dari ibadah puasa di bulan Ramadhan di mana umat Islam menahan lapar, haus, dan hawa nafsu.

     

    1. Makna dan Tujuan Megengan

    Megengan memiliki makna silaturahmi, doa bersama, dan persiapan batin untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi ini bertujuan untuk:
    ✅ Mengingatkan pentingnya menahan diri (puasa) di bulan Ramadhan.
    ✅ Mempererat silaturahmi dengan keluarga dan tetangga.
    ✅ Mengirim doa dan sedekah untuk leluhur dan orang yang telah meninggal.
    ✅ Menyucikan hati dan memohon ampunan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

     

    1. Rangkaian Tradisi Megengan

    Tradisi Megengan biasanya dilakukan beberapa hari sebelum bulan Ramadhan dan melibatkan berbagai kegiatan, seperti:

    Kenduri atau Selamatan

    • Masyarakat mengadakan kenduri atau selamatan di rumah, masjid, atau mushola.
    • Acara ini dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh desa yang memimpin doa bersama.

    Membagikan Apem

    • Apem adalah kue khas yang selalu ada dalam tradisi Megengan.
    • Kata “apem” berasal dari bahasa Arab “afwun” yang berarti ampunan.
    • Kue ini menjadi simbol permohonan maaf dan ampunan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

    Ziarah Kubur

    • Sebelum Ramadhan, masyarakat Jawa juga melakukan ziarah kubur untuk mendoakan keluarga yang telah wafat.
    • Tradisi ini melambangkan penghormatan kepada leluhur dan mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat.

     

    1. Nilai-Nilai dalam Tradisi Megengan

    ✨ Spiritualitas → Mengingatkan pentingnya taubat dan persiapan mental untuk menjalankan ibadah puasa.
    ✨ Silaturahmi → Mempererat hubungan dengan keluarga dan masyarakat sebelum Ramadhan tiba.
    ✨ Gotong Royong → Mengajarkan kebersamaan dengan berbagi makanan dan doa bersama.
    ✨ Pendidikan Islam → Mewariskan ajaran Islam melalui budaya lokal yang tetap berlandaskan syariat.

     

    1. Kesimpulan

    Megengan bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga refleksi spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Melalui doa, kenduri, sedekah, dan ziarah kubur, masyarakat Jawa menjaga nilai-nilai Islam dan budaya leluhur secara harmonis.

    Dengan Megengan, masyarakat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh keberkahan.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu â...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top