Ustadzfaqih • Feb 21 2025 • 201 Dilihat

Makna Ramadhan
Sobat.Penjelasan mengenai kata Ramadhan (رمضان) yang terdiri dari lima huruf dan memiliki makna spiritual yang dalam sangat menarik. Berikut adalah makna dari setiap huruf dalam kata Ramadhan sesuai dengan pemaknaan yang telah disebutkan:
Ramadhan bukan hanya sekadar bulan puasa, tetapi juga bulan penuh keridhaan, cinta, jaminan, keramahan, dan cahaya Allah SWT. Inilah bulan di mana umat Islam diberikan kesempatan untuk mendapatkan keberkahan, ampunan, dan peningkatan spiritualitas.
Makna ini semakin memperdalam kesadaran kita tentang pentingnya Ramadhan sebagai momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita semua bisa meraih keberkahan dari setiap huruf dalam Ramadhan. Aamiin.
Maka Bulan Suci Ramadhan adalah bulan Keridhaan, kecintaan, jaminan, keramahan, cahaya, keutamaan, dan bulan kemuliaan bagi para wali dan orang-orang yang berbuat kebaikan.
Benar sekali! Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keridhaan, kecintaan, jaminan, keramahan, cahaya, keutamaan, dan kemuliaan bagi para wali Allah serta orang-orang yang senantiasa berbuat kebaikan.
Ramadhan sebagai Bulan Keridhaan (رِضْوَانُ اللَّهِ)
Allah SWT memberikan keridhaan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang berpuasa dengan keikhlasan dan memperbanyak ibadah.
❤️ Ramadhan sebagai Bulan Kecintaan (مَحَبَّةُ اللَّهِ)
Bulan di mana Allah menunjukkan cinta-Nya kepada orang-orang yang bertakwa dan berusaha mendekatkan diri kepada-Nya.
Ramadhan sebagai Bulan Jaminan (ضَمَانُ اللَّهِ)
Allah menjamin ampunan dosa bagi mereka yang berpuasa dan melakukan ibadah dengan penuh kesungguhan.
Ramadhan sebagai Bulan Keramahan (أُلْفَةُ اللَّهِ)
Allah SWT melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya, serta membuka pintu surga dan menutup pintu neraka bagi umat-Nya.
Ramadhan sebagai Bulan Cahaya (نُورُ اللَّهِ)
Cahaya petunjuk dan hidayah Allah semakin terang bagi mereka yang mencari ilmu dan memperdalam keimanan.
Ramadhan sebagai Bulan Keutamaan (فَضْلُ اللَّهِ)
Di bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, bahkan lebih baik dari seribu bulan (Lailatul Qadar).
Ramadhan sebagai Bulan Kemuliaan (شَرَفُ اللَّهِ)
Para wali dan orang-orang saleh menjadikan Ramadhan sebagai puncak spiritualitas, meraih kemuliaan di dunia dan akhirat.
Bulan Ramadhan bukan hanya sekadar waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen untuk meraih ridha Allah, mendapatkan cinta-Nya, memperoleh jaminan ampunan, merasakan keramahan-Nya, memperoleh cahaya petunjuk, menikmati keutamaan, serta meraih kemuliaan di sisi-Nya.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan berkah dan kemuliaan Ramadhan. Aamiin.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda, ” Sesungguhnya umatku tidak akan terhina selama dia menghidupkan bulan suci Ramadhan.”
Hadis yang Anda sebutkan menunjukkan betapa mulianya bulan Ramadhan dan bagaimana umat Rasulullah tidak akan terhina selama mereka menghidupkannya dengan ibadah dan kebaikan.
Makna Hadis Ini:
Bagaimana Menghidupkan Bulan Ramadhan?
✅ Menjalankan puasa dengan ikhlas dan penuh keimanan
✅ Memperbanyak ibadah malam, terutama shalat Tarawih dan Tahajud
✅ Membaca dan mentadaburi Al-Qur’an
✅ Bersedekah dan membantu sesama
✅ Menjaga lisan dan hati dari perbuatan buruk
✅ Memperbanyak doa dan istighfar, terutama di 10 malam terakhir
Kesimpulan:
Hadis ini menjadi motivasi agar kita tidak menyia-nyiakan bulan Ramadhan. Sebab, selama kita menghidupkannya dengan ibadah dan amal kebaikan, Allah SWT akan menjaga kita dari kehinaan dan mengangkat derajat kita di sisi-Nya.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)
Semoga kita termasuk umat yang selalu memuliakan dan menghidupkan bulan Ramadhan dengan penuh keimanan. Aamiin.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.