Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Terapi Spiritual Islam dalam Mengatasi Kecemasan

    Feb 06 2025215 Dilihat

    Terapi Spiritual Islam dalam Mengatasi Kecemasan.

    Kecemasan adalah bagian dari ujian hidup, tetapi Islam memberikan terapi spiritual yang bisa menenangkan hati dan pikiran. Dengan mendekatkan diri kepada Allah, seorang mukmin dapat menemukan ketenangan dan solusi atas kegelisahan yang dialaminya.

     

    1. Tawakal (Berserah Diri kepada Allah)

    Konsep: Setelah berusaha, serahkan hasilnya kepada Allah.
    Dalil:

    “Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.” (QS. At-Talaq: 3)
    Praktik:

    • Yakin bahwa setiap masalah sudah ada jalan keluarnya.
    • Jangan terlalu khawatir dengan hal yang di luar kendali kita.

     

    1. Shalat & Sujud sebagai Sumber Ketenangan

    Konsep: Shalat adalah sarana komunikasi langsung dengan Allah yang dapat menenangkan jiwa.
    Dalil:

    “Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
    Praktik:

    • Laksanakan shalat dengan khusyuk.
    • Perbanyak sujud, karena saat sujud kita berada dalam posisi paling dekat dengan Allah.

     

    1. Dzikir dan Istighfar untuk Menenangkan Hati

    Konsep: Mengingat Allah menghilangkan kegelisahan.
    Dalil:

    “Maka ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al-Baqarah: 152)
    Praktik:

    • Rutin membaca dzikir pagi dan petang.
    • Perbanyak istighfar (memohon ampunan) agar hati lebih tenang.

     

    1. Membaca Al-Qur’an sebagai Obat Hati

    Konsep: Al-Qur’an adalah penyembuh bagi hati yang gelisah.
    Dalil:

    “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra: 82)
    Praktik:

    • Membaca dan mentadabburi ayat-ayat yang menenangkan, seperti QS. Al-Insyirah (94:1-8).
    • Murottal (mendengarkan bacaan Al-Qur’an) untuk menenangkan hati.

     

    1. Berdoa Memohon Ketenangan Hati

    Konsep: Doa adalah senjata orang beriman dalam menghadapi kecemasan.
    Doa yang Diajarkan Rasulullah:
    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah…” (HR. Bukhari)
    Praktik:

    • Rutin membaca doa perlindungan dari kecemasan.
    • Yakin bahwa Allah pasti akan membantu kita.

     

    1. Husnudzon (Berbaik Sangka kepada Allah)

    Konsep: Kecemasan sering muncul karena prasangka buruk terhadap masa depan.
    Dalil:

    “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Bukhari & Muslim)
    Praktik:

    • Percaya bahwa Allah memberikan yang terbaik, bahkan dalam ujian.
    • Jangan berpikir negatif terhadap rencana Allah.

     

    1. Sedekah & Membantu Orang Lain

    Konsep: Sedekah bisa mengangkat kesulitan dan mendatangkan kebahagiaan.
    Dalil:

    “Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi)
    Praktik:

    • Bersedekah kepada orang yang membutuhkan.
    • Membantu orang lain sebagai bentuk terapi jiwa.

     

    Islam memberikan terapi spiritual yang lengkap untuk mengatasi kecemasan, mulai dari tawakal, shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, doa, berprasangka baik, hingga bersedekah. Dengan pendekatan ini, hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan kecemasan berkurang.

     

    Ibnul Qayyim Mengatakan Sholat adalah cara terbaik untuk mendatangkan rezeki, menjaga kesehatan, menolak bencana dan menjauhkan penyakit.

     

    Benar sekali! Ibnul Qayyim rahimahullah dalam berbagai karyanya menjelaskan bahwa shalat bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga memiliki manfaat luar biasa dalam kehidupan dunia dan akhirat.

    Beliau menyebutkan bahwa shalat adalah sebab datangnya rezeki, kesehatan, perlindungan dari bencana, dan penjagaan dari penyakit. Ini selaras dengan berbagai ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ.

     

    1. Shalat Sebagai Sebab Datangnya Rezeki

    Dalil:

    “Dan perintahkanlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu…” (QS. Thaha: 132)

    Penjelasan:

    • Allah menjamin rezeki bagi orang yang menjaga shalatnya.
    • Shalat menumbuhkan ketenangan hati dan keberkahan dalam usaha mencari nafkah.
    • Shalat Dhuha dikenal sebagai shalat pembuka pintu rezeki.

     

    1. Shalat Sebagai Penjaga Kesehatan

    Penjelasan:

    • Gerakan shalat seperti rukuk, sujud, dan duduk membantu kelancaran peredaran darah, meredakan stres, dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.
    • Wudhu sebelum shalat juga menjaga kebersihan dan mencegah berbagai penyakit.
    • Shalat yang khusyuk mengurangi kecemasan dan stres, yang sering menjadi penyebab utama berbagai penyakit.

    Hadits:

    “Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, juga sebagai pendekatan diri kepada Allah, pencegah dari dosa, penghapus kesalahan, dan pengusir penyakit dari tubuh.” (HR. Ahmad)

    1. Shalat Menolak Bala’ dan Bencana

    Dalil:

    “Dan Allah tidak akan mengazab mereka, sedang mereka masih memohon ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)

    Penjelasan:

    • Shalat mengandung istighfar (memohon ampun) yang menjadi sebab terhindarnya seseorang dari azab dan musibah.
    • Shalat Tahajud, khususnya, disebut dalam hadits sebagai sumber perlindungan dan ketenangan hati di saat kesulitan.
    • Dalam sejarah, banyak ulama dan orang saleh yang ketika menghadapi bencana langsung mendirikan shalat dan memohon pertolongan Allah.

     

    1. Shalat Menjauhkan dari Penyakit

    Dalil:

    “Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar…” (QS. Al-Ankabut: 45)

    Penjelasan:

    • Penyakit fisik: Shalat yang dilakukan dengan benar membantu melatih postur tubuh dan peredaran darah.
    • Penyakit hati: Shalat menjauhkan dari stres, kecemasan, depresi, serta penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong.
    • Penyakit spiritual: Shalat menghubungkan kita dengan Allah, menjauhkan dari dosa dan perilaku buruk yang dapat membawa dampak negatif dalam hidup.

    Kesimpulan

    Perkataan Ibnul Qayyim benar adanya bahwa shalat adalah kunci rezeki, kesehatan, perlindungan dari bencana, dan penjagaan dari penyakit. Maka, semakin kita memperbaiki shalat kita, semakin banyak keberkahan yang Allah turunkan dalam hidup kita.

     

    Dr Muhammad Utsman Najati berkata, ” Sholat memiliki pengaruh yang besar dan efektif dalam terapi individu atas kegelisahan dan kecemasan.

    Dr. Muhammad Utsman Najati, seorang pakar psikologi Islam, menjelaskan bahwa shalat memiliki pengaruh besar dalam terapi individu terhadap kegelisahan dan kecemasan. Dalam pandangan beliau, shalat bukan hanya ibadah, tetapi juga sarana penyembuhan psikologis yang efektif.

     

    Bagaimana Shalat Menjadi Terapi Kecemasan?

    1. Shalat Menghubungkan Hati dengan Allah (Spiritual Healing)
      • Shalat adalah bentuk komunikasi langsung dengan Allah, yang memberi ketenangan bagi hati yang gelisah.
      • Dalil:

    “Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

    • Saat seseorang merasa cemas, dengan bersujud dan berdoa kepada Allah, ia akan merasa lebih tenang karena menyerahkan segala urusannya kepada-Nya.

     

    1. Shalat Mengurangi Stres dan Menenangkan Pikiran
      • Gerakan shalat seperti rukuk dan sujud berfungsi seperti terapi relaksasi yang dapat mengurangi ketegangan otot dan stres.
      • Dalam psikologi, sujud sering dikaitkan dengan efek menenangkan sistem saraf, sehingga dapat membantu seseorang merasa lebih damai.
      • Penelitian: Studi tentang pengaruh shalat menunjukkan bahwa shalat dapat menurunkan hormon stres kortisol, yang berhubungan dengan kecemasan dan ketegangan.
    2. Shalat Meningkatkan Fokus dan Kesadaran Diri (Mindfulness dalam Islam)
      • Shalat yang dilakukan dengan khusyuk dapat meningkatkan kesadaran diri dan ketenangan pikiran, mirip dengan praktik mindfulness dalam psikologi modern.
      • Dengan fokus pada bacaan dan gerakan shalat, seseorang melatih pikirannya untuk tetap tenang dan terhindar dari overthinking yang sering menjadi penyebab kecemasan.

     

    1. Shalat Membantu Mengontrol Emosi dan Pikiran Negatif
      • Kecemasan sering muncul karena pikiran yang berlebihan tentang masa depan.
      • Shalat membantu seseorang untuk lebih bersabar, tawakal, dan memiliki prasangka baik kepada Allah, sehingga mengurangi kecemasan.
      • Dalil:

    “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat…” (QS. Al-Baqarah: 45)

    • Dengan shalat, seseorang belajar mengendalikan emosinya dan tidak mudah terbawa oleh kekhawatiran.

     

    1. Shalat Sebagai Rutinitas yang Menenangkan
      • Salah satu terapi psikologis yang efektif dalam mengatasi kecemasan adalah menciptakan rutinitas yang stabil.
      • Shalat 5 waktu memberikan struktur dalam kehidupan sehari-hari, membantu seseorang merasa lebih terkendali dan disiplin.
      • Ketika seseorang memiliki jadwal shalat yang teratur, ia memiliki momen refleksi dan istirahat mental di antara aktivitasnya, yang dapat membantu mengurangi tekanan hidup.

    Kesimpulan:

    Shalat bukan hanya ibadah, tetapi juga memiliki manfaat psikologis yang besar dalam mengatasi kecemasan dan kegelisahan. Dengan koneksi spiritual kepada Allah, pengaruh relaksasi dari gerakan shalat, serta efek menenangkan dalam pengaturan emosi, shalat menjadi terapi yang sangat efektif dalam menjaga kesehatan mental seseorang.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis buku Psikologi Pendidikan dan Dakwah. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top