Ustadzfaqih • Jan 31 2025 • 218 Dilihat

Apa saja yang harus disiapkan ketika menghadapi Bulan Suci Ramadhan?
Menghadapi Bulan Suci Ramadhan memerlukan persiapan yang matang agar ibadah dan aktivitas sehari-hari berjalan lancar. Berikut beberapa hal yang perlu disiapkan:
✅ Meningkatkan Ibadah – Perbanyak shalat sunnah, dzikir, dan doa.
✅ Mempelajari Ilmu Agama – Memahami fiqh puasa agar ibadah lebih berkualitas.
✅ Tobat dan Muhasabah – Memperbaiki diri dengan bertaubat dan meningkatkan amalan baik.
✅ Menjaga Pola Makan – Mengurangi konsumsi makanan berlemak dan memperbanyak serat.
✅ Menjaga Stamina – Rutin berolahraga ringan agar tubuh tetap bugar.
✅ Mengecek Kesehatan – Jika memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan ke dokter tentang pola puasa yang aman.
✅ Melatih Kesabaran – Mengendalikan emosi dan meningkatkan empati terhadap sesama.
✅ Mengatur Waktu – Membiasakan pola tidur yang cukup agar tidak mudah lelah.
✅ Menyusun Anggaran – Mengelola keuangan untuk kebutuhan berbuka, sahur, dan sedekah.
✅ Membayar Hutang dan Zakat – Jika memiliki utang puasa atau kewajiban zakat, segera ditunaikan.
✅ Meningkatkan Sedekah – Berbagi rezeki dengan orang yang membutuhkan.
✅ Belanja Bahan Makanan Secukupnya – Menyiapkan stok makanan untuk sahur dan berbuka tanpa berlebihan.
✅ Menata Rumah – Menciptakan suasana nyaman agar lebih khusyuk beribadah.
Dengan persiapan yang baik, Ramadhan bisa dijalani dengan penuh keberkahan dan kekhusyukan.
Keistemewaan Bulan Suci Ramadhan beradasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.
Bulan Suci Ramadhan memiliki banyak keistimewaan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Berikut beberapa keutamaan Ramadhan berdasarkan dalil yang sahih:
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Allah SWT berfirman:
لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌۭ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍۢ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.”
(HR. Tirmidzi)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap malam di bulan Ramadhan, Allah membebaskan orang-orang dari api neraka.”
(HR. Tirmidzi & Ibnu Majah)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.”
(HR. Ahmad & Ibnu Majah)
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, ampunan, dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya.
“ Ya Allah, jadikanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang Engkau terima puasanya dan Sholatnya, lalu Engkau gantikan keburukannya dengan kebaikan, kemudian Engkau masukkan ke dalam rahmatmu di dalam surga-Mu, dan Engkau angkat (tinggikan ) derjatnya, Wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.”
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
No comments yet.