Ustadzfaqih • Jan 27 2025 • 160 Dilihat

Memilih Pergaulan yang bermanfaat.
“ Jangan berkawan dengan orang yang keadaannya tidak membangkitkan semangatmu dan pembicaraannya tidak membimbingmu ke jalan Allah. Demikian Nasehat Ibnu Athaillah.
Nasehat Ibnu Athaillah ini mengandung hikmah yang sangat mendalam tentang pentingnya memilih teman yang baik dan berpengaruh positif dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Berikut adalah penjelasan mengenai pesan ini:
Manusia adalah makhluk sosial yang dipengaruhi oleh lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Teman-teman memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir, sikap, dan tindakan seseorang. Jika kita berkawan dengan orang yang:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seseorang akan mengikuti agama (cara hidup) temannya. Maka, perhatikanlah siapa yang kamu jadikan teman.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Menurut nasihat Ibnu Athaillah, teman yang baik adalah mereka yang:
Teman yang seperti ini tidak hanya menemani dalam kesenangan, tetapi juga mendukung dalam kesulitan, mengajak pada kebaikan, dan mencegah kita dari keburukan.
Berkawan dengan orang yang tidak membawa kebaikan bisa berdampak buruk pada hati dan amal. Di antaranya:
Allah telah memberikan contoh melalui kisah dalam Al-Qur’an dan hadis:
Untuk memastikan lingkungan yang baik, pilihlah teman yang:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan wangiannya kepadamu, atau kamu membeli darinya, atau kamu mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi mungkin akan membakar pakaianmu, atau kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Nasihat Ibnu Athaillah ini mengingatkan kita untuk senantiasa memilih teman yang membawa manfaat dunia dan akhirat. Lingkungan yang baik adalah salah satu sebab utama untuk menjaga iman dan amal. Oleh karena itu:
Semoga Allah memberikan kita teman-teman yang baik, yang selalu mendekatkan kita kepada-Nya dan menjauhkan kita dari keburukan.
Temanmu dapat memengaruhi hati laksana kualitas udara yang bisa berpengaruh pada hidung dan paru-parumu.
Ungkapan ini adalah kiasan yang indah dan penuh makna untuk menggambarkan bagaimana pengaruh teman terhadap kehidupan kita. Teman-teman kita dapat memengaruhi hati, pikiran, dan perilaku dengan cara yang sama seperti kualitas udara memengaruhi kesehatan tubuh. Berikut adalah penjelasan lebih mendalam:
Udara yang segar dan bersih membawa manfaat bagi tubuh, memberikan energi dan kesehatan. Sebaliknya, udara yang tercemar dapat merusak paru-paru dan melemahkan tubuh. Demikian pula dengan teman:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seseorang berada di atas agama temannya. Maka, hendaklah kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Teman yang baik adalah mereka yang tidak hanya membuat kita merasa nyaman, tetapi juga membantu kita mendekatkan diri kepada Allah. Mereka mendorong kita untuk:
Teman yang baik akan menyehatkan hati kita, seperti udara segar yang memperbaiki fungsi tubuh.
Sebaliknya, teman yang buruk dapat mengotori hati, seperti udara kotor yang merusak paru-paru. Dampaknya antara lain:
Jika kita terus terpapar “udara buruk” ini, hati kita bisa menjadi sakit, bahkan mati rasa terhadap kebenaran.
Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan yang serupa:
“Teman yang baik dan teman yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan wangiannya kepadamu, atau kamu membeli darinya, atau setidaknya kamu mendapatkan aroma yang harum darinya. Sedangkan pandai besi mungkin akan membakar pakaianmu, atau kamu akan mendapatkan bau tidak sedap darinya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagaimana kita memilih udara segar untuk kesehatan tubuh, kita juga harus berhati-hati dalam memilih teman. Berikut tipsnya:
Kesehatan hati sangat bergantung pada siapa yang kita jadikan teman dekat. Oleh karena itu, mari memilih teman yang dapat menyegarkan jiwa dan menguatkan iman, sebagaimana kita memilih udara bersih untuk kesehatan tubuh. Ingatlah, kualitas hubungan kita dengan teman akan memengaruhi hubungan kita dengan Allah.
Semoga kita selalu dikelilingi oleh teman-teman yang membawa kebaikan, dan semoga kita juga menjadi teman yang menebarkan manfaat bagi sesama.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo )
Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman Oleh: Dr. Nasrul Sy...
Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...
Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...
Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...
Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...
Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit Di setiap hati manusi...
Alhamdulillah pencerahan yg sangat bermanfaat ilmu yg baik yg menghasilkan sesuatu kebaikan…