Categories
  • Artikel
  • Penerbitan dan Cetak Buku
  • Profil Penulis
  • Program Umrah
  • Test Bakat dan Potensi ASKHA
  • Memilih Pergaulan yang Bermanfaat.

    Jan 27 2025160 Dilihat

    Memilih Pergaulan yang bermanfaat.

     

    “ Jangan berkawan dengan orang yang keadaannya tidak membangkitkan semangatmu dan pembicaraannya tidak membimbingmu ke jalan Allah. Demikian Nasehat Ibnu Athaillah.

     

    Nasehat Ibnu Athaillah ini mengandung hikmah yang sangat mendalam tentang pentingnya memilih teman yang baik dan berpengaruh positif dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Berikut adalah penjelasan mengenai pesan ini:

     

    1. Pentingnya Lingkungan dan Pergaulan

    Manusia adalah makhluk sosial yang dipengaruhi oleh lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Teman-teman memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir, sikap, dan tindakan seseorang. Jika kita berkawan dengan orang yang:

    • Tidak membangkitkan semangat kebaikan,
    • Membawa kita pada hal-hal yang sia-sia, atau
    • Menjauhkan kita dari Allah,
      maka perlahan-lahan kita bisa kehilangan arah hidup dan bahkan terjerumus dalam keburukan.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Seseorang akan mengikuti agama (cara hidup) temannya. Maka, perhatikanlah siapa yang kamu jadikan teman.”
    (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

     

    1. Kriteria Teman yang Baik

    Menurut nasihat Ibnu Athaillah, teman yang baik adalah mereka yang:

    1. Membangkitkan Semangat: Kehadirannya memberi inspirasi untuk menjadi lebih baik, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Temannya adalah motivator yang memicu keinginan untuk terus belajar, bekerja keras, dan berbuat baik.
    2. Pembicaraannya Membimbing ke Jalan Allah: Ucapannya mengingatkan kita kepada Allah, menguatkan iman, dan menasihati dengan lembut ketika kita salah.

    Teman yang seperti ini tidak hanya menemani dalam kesenangan, tetapi juga mendukung dalam kesulitan, mengajak pada kebaikan, dan mencegah kita dari keburukan.

     

    1. Bahaya Berteman dengan Orang yang Negatif

    Berkawan dengan orang yang tidak membawa kebaikan bisa berdampak buruk pada hati dan amal. Di antaranya:

    • Mengendurkan Semangat Beribadah: Lingkungan yang tidak kondusif bisa membuat kita lalai dari Allah.
    • Terbawa ke dalam Perbuatan Sia-Sia: Pembicaraan yang tidak bermanfaat atau bahkan mengandung dosa, seperti gosip dan cemoohan, bisa mengotori hati.
    • Menghambat Pertumbuhan Spiritual: Alih-alih mendukung, mereka justru menjauhkan kita dari jalan kebaikan.

     

    1. Mengambil Hikmah dari Kisah-Kisah

    Allah telah memberikan contoh melalui kisah dalam Al-Qur’an dan hadis:

    • Ashabul Kahfi: Pemuda-pemuda yang beriman saling mendukung satu sama lain, sehingga Allah memberikan rahmat dan melindungi mereka dalam gua.
    • Kisah Qarun: Kesombongannya diperkuat oleh orang-orang yang mendukung keburukannya, hingga ia dihancurkan oleh Allah.
    1. Nasihat untuk Memilih Teman

    Untuk memastikan lingkungan yang baik, pilihlah teman yang:

    1. Beriman dan Bertakwa: Temannya takut kepada Allah dan berusaha menjalankan perintah-Nya.
    2. Mengajak pada Kebaikan: Mereka akan menasihati kita untuk tetap di jalan yang benar, bahkan dalam kondisi sulit.
    3. Memiliki Akhlak Mulia: Sopan, jujur, dermawan, dan menghormati orang lain.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan wangiannya kepadamu, atau kamu membeli darinya, atau kamu mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi mungkin akan membakar pakaianmu, atau kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

     

    1. Penutup: Refleksi dan Tindakan

    Nasihat Ibnu Athaillah ini mengingatkan kita untuk senantiasa memilih teman yang membawa manfaat dunia dan akhirat. Lingkungan yang baik adalah salah satu sebab utama untuk menjaga iman dan amal. Oleh karena itu:

    • Perhatikan siapa yang menjadi teman dekat kita.
    • Jika ada teman yang membawa kita pada keburukan, cobalah untuk mengingatkannya. Jika sulit, perlahan jauhilah demi menjaga diri.
    • Carilah teman yang dapat menumbuhkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Semoga Allah memberikan kita teman-teman yang baik, yang selalu mendekatkan kita kepada-Nya dan menjauhkan kita dari keburukan.

     

    Temanmu dapat memengaruhi hati laksana kualitas udara yang bisa berpengaruh pada hidung dan paru-parumu.

    Ungkapan ini adalah kiasan yang indah dan penuh makna untuk menggambarkan bagaimana pengaruh teman terhadap kehidupan kita. Teman-teman kita dapat memengaruhi hati, pikiran, dan perilaku dengan cara yang sama seperti kualitas udara memengaruhi kesehatan tubuh. Berikut adalah penjelasan lebih mendalam:

     

    1. Pengaruh Lingkungan terhadap Jiwa

    Udara yang segar dan bersih membawa manfaat bagi tubuh, memberikan energi dan kesehatan. Sebaliknya, udara yang tercemar dapat merusak paru-paru dan melemahkan tubuh. Demikian pula dengan teman:

    • Teman yang baik ibarat udara segar—kehadirannya memberi kesejukan hati, ketenangan jiwa, dan inspirasi untuk terus berbuat baik.
    • Teman yang buruk ibarat udara tercemar—kehadirannya dapat menyesakkan hati, mencemari pikiran, dan menjauhkan kita dari Allah.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Seseorang berada di atas agama temannya. Maka, hendaklah kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.”
    (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

     

    1. Teman yang Menguatkan Iman

    Teman yang baik adalah mereka yang tidak hanya membuat kita merasa nyaman, tetapi juga membantu kita mendekatkan diri kepada Allah. Mereka mendorong kita untuk:

    • Berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk.
    • Bersemangat dalam ibadah, seperti saling mengingatkan shalat, membaca Al-Qur’an, dan menghadiri majelis ilmu.
    • Menjaga akhlak, seperti bersikap jujur, sabar, dan dermawan.

    Teman yang baik akan menyehatkan hati kita, seperti udara segar yang memperbaiki fungsi tubuh.

    1. Teman yang Membahayakan Jiwa

    Sebaliknya, teman yang buruk dapat mengotori hati, seperti udara kotor yang merusak paru-paru. Dampaknya antara lain:

    • Mengendurkan semangat ibadah, dengan mengajak pada kesenangan dunia yang berlebihan.
    • Menanamkan pikiran negatif, seperti gosip, kebencian, dan iri hati.
    • Membawa pada keburukan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Jika kita terus terpapar “udara buruk” ini, hati kita bisa menjadi sakit, bahkan mati rasa terhadap kebenaran.

     

    1. Perumpamaan dalam Islam

    Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan yang serupa:

    “Teman yang baik dan teman yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan wangiannya kepadamu, atau kamu membeli darinya, atau setidaknya kamu mendapatkan aroma yang harum darinya. Sedangkan pandai besi mungkin akan membakar pakaianmu, atau kamu akan mendapatkan bau tidak sedap darinya.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

     

    1. Nasihat untuk Memilih Teman

    Sebagaimana kita memilih udara segar untuk kesehatan tubuh, kita juga harus berhati-hati dalam memilih teman. Berikut tipsnya:

    1. Pilih teman yang beriman dan bertakwa, yang dapat mengingatkan kita kepada Allah.
    2. Hindari teman yang sering melakukan keburukan, yang dapat merusak akhlak dan iman kita.
    3. Jadilah teman yang baik, yang membawa manfaat bagi orang lain, sehingga kita juga menjadi “udara segar” bagi lingkungan sekitar.
    4. Penutup: Refleksi Diri

    Kesehatan hati sangat bergantung pada siapa yang kita jadikan teman dekat. Oleh karena itu, mari memilih teman yang dapat menyegarkan jiwa dan menguatkan iman, sebagaimana kita memilih udara bersih untuk kesehatan tubuh. Ingatlah, kualitas hubungan kita dengan teman akan memengaruhi hubungan kita dengan Allah.

    Semoga kita selalu dikelilingi oleh teman-teman yang membawa kebaikan, dan semoga kita juga menjadi teman yang menebarkan manfaat bagi sesama.

    ( Dr Nasrul Syarif M.Si.  Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo )

    Share to

    Related News

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti N...

    by Des 31 2025

    Jalan Menuju Cahaya Kebenaran : Meniti Nur Ilahi di Tengah Gelapnya Zaman   Oleh: Dr. Nasrul Sy...

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya...

    by Des 03 2025

    Ketika Nafsu Menang: Bahaya Sesungguhnya dalam Perjalanan Hamba Refleksi Mendalam atas Petuah Ibnu ...

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta

    by Des 03 2025

    Kita Adalah Tamu yang Dititipi Harta Sebuah Renungan Tentang Amanah, Kehidupan, dan Perjalanan Pulan...

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segal...

    by Des 03 2025

    Ridha Allah: Hadiah Tertinggi dari Segala Ketaatan Refleksi Mendalam atas Hikmah Ibnu ‘Athaillah a...

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari A...

    by Des 03 2025

    Kenali Cara Meraih Surga dan Lari dari Api Neraka Sebuah Renungan untuk Jiwa yang Ingin Selamat &nbs...

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memen...

    by Nov 30 2025

    Menjadi Sang Juara — The Winner: Memenangkan Hidup dengan Cara Langit   Di setiap hati manusi...

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    back to top